Ringkasan Berita:
- Di Taman Cinta Batu (Baloga) Kota Batu terdapat Wisata Edukasi Cokelat yang bisa menjadi pilihan liburan bagi masyarakat, khususnya anak-anak saat libur sekolah.
- Cokelat merupakan salah satu makanan yang digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa karena rasanya yang manis dan mampu memicu produksi hormon dopamin yang memberikan perasaan bahagia.
- Manajer Operasional Baloga, Muhammad Firdaus menyampaikan, pengunjung akan dibimbing oleh edukator Baloga yang sudah menguasai bidang percokelatan.
kelolawisata.com |, KOTA BATU– Cokelat adalah salah satu makanan yang diminati oleh anak-anak maupun orang dewasa karena rasanya yang manis dan mampu mengaktifkan hormon dopamin, sehingga menimbulkan perasaan bahagia.
Di Taman Cinta Batu (Baloga) Kota Batu terdapat Wisata Edukasi Cokelat yang bisa menjadi pilihan liburan bagi masyarakat, khususnya anak-anak saat libur sekolah seperti sekarang ini.
Sebagai salah satu pilihan favorit anak-anak sekolah, program edukatif ini mengajak pengunjung untuk memahami cokelat secara lebih mendalam, mulai dari asal usulnya ketika masih berupa tanaman hingga proses pengolahannya menjadi produk yang siap dikonsumsi dan dipasarkan.
Manajer Operasional Baloga, Muhammad Firdaus menyampaikan, pengunjung akan dibimbing oleh pendidik Baloga yang sudah menguasai bidang percokelatan.
Di tempat tersebut, pengunjung yang sebagian besar merupakan rombongan siswa sekolah, diberikan penjelasan mengenai asal-usul tanaman kakao, tahapan menanam, serta cara merawat tanaman cokelat hingga siap dipanen.
Dalam pembelajaran tentang cokelat atau kakao, pengunjung tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga kesempatan untuk mencoba secara langsung.
“Sementara para pendidik, pengunjung diajak untuk melihat sekaligus mencoba proses pengolahan, seperti fermentasi biji kakao, pengeringan, hingga pemilihan biji kakao berkualitas yang menjadi kunci dalam menghasilkan cokelat dengan rasa terbaik,” ujar Muhammad Firdaus kepada kelolawisata.com, Minggu (21/6/2026).
Firdaus menjelaskan, setelah sesi edukasi selesai, pengunjung akan diajak menyusun milkshake cokelat dan menikmati hasilnya langsung di tempat tersebut.
Untuk biaya tambahan Rp 25.000 di luar harga tiket masuk, pengunjung bisa mengikuti tiga jenis aktivitas edukasi di Baloga (termasuk program edukasi cokelat).
“Dengan jumlah peserta minimal 20 orang, sehingga sangat ideal untuk kunjungan rombongan siswa saat liburan sekolah seperti sekarang ini,” jelasnya.
Selain pengalaman praktik dalam membuat milkshare sendiri, pengunjung juga menerima lembar kerja siswa (LKS) untuk membantu proses belajar, panduan, permainan menyenangkan yang interaktif, serta bimbingan dari para pendidik.
“Pengunjung juga bisa menikmati atau membawa pulang berbagai produk olahan cokelat,” katanya.
Produk cokelat yang terdiri dari es krim cokelat, bubuk cokelat, keripik cokelat, dan cokelat batangan, menurut Firdaus, merupakan hasil kerja sama dengan UMKM Cokelat Mojopahit.
Tidak hanya edukasi tentang cokelat, di Baloga juga tersedia berbagai pilihan edukasi lainnya, yaitu Omah Atsiri yang merupakan program edukasi interaktif mengenai tanaman aromatik dan minyak atsiri, mulai dari proses penanaman, penyulingan, hingga pengembangan produk, serta edukasi menanam bunga atau bertani.
Bagi yang ingin belajar menanam, pengunjung dapat menanam padi, bunga, atau buah stroberi.
“Yang paling ramai pengunjung adalah tempat menanam padi karena anak-anak, khususnya yang sekolahnya di kota, bisa bermain lumpur selama 45-60 menit,” katanya.
Di sisi lain, wisatawan dari Surabaya, Natalie mengungkapkan bahwa ia sengaja membawa anak-anak serta keluarganya berlibur ke Baloga Kota Batu, dengan tujuan untuk mencoba pengalaman baru terkait edukasi tentang cokelat.
Selain karena menyukai cokelat, di Surabaya tidak ada tempat wisata yang memiliki cuaca sejuk seperti Kota Batu.
Sebenarnya sudah direncanakan sejak lama untuk berlibur ke Kota Batu dan memang biasa memetik buah di tempat wisata lain.
“Maka saya memilih pergi ke Baloga agar bisa menunjukkan kepada anak-anak, secara kebetulan saya juga memiliki sebuah yayasan jadi sekaligus bisa mendapatkan pengetahuan mengenai pengolahan cokelat. Sehingga anak-anak dapat memahami bagaimana proses pembuatan cokelat,” kata Natalie.
Rencananya, Baloga akan mengembangkan jenis wisata edukasi lainnya yaitu edukasi dalam memproses tanaman menjadi bumbu, seperti daun parsley, daun oregano, dan sebagainya.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang