Alasan Forum Wisata Rinjani Keberatan dengan Agam dan Rencana Konten 1 Tahun untuk Menyelamatkan Juliana

Ringkasan Berita: Bagi Royal, kembali ke Rinjani untuk menghasilkan konten tanpa terlebih dahulu menyelesaikan tanggung jawabnya merupakan tindakan yang tidak…
1 Min Read 0 1
Ringkasan Berita:
  • Bagi Royal, kembali ke Rinjani untuk menghasilkan konten tanpa terlebih dahulu menyelesaikan tanggung jawabnya merupakan tindakan yang tidak pantas.
  • Bagi masyarakat dan pelaku pariwisata yang tinggal berdampingan dengan Gunung Rinjani selama bertahun-tahun, gelar pawang Rinjani bukan hanya julukan biasa.

kelolawisata.com |– Penolakan yang diungkapkan oleh Forum Wisata Lingkar Rinjani terhadap rencana kedatangan Agam dan Panji Petualang ke wilayah Gunung Rinjani muncul.

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menyampaikan penolakan yang tegas terkait rencana Agam membuat video dalam rangka memperingati satu tahun penyelamatan Juliana di Rinjani.

Kami sangat menentang rencana kedatangannya yang ingin membuat video di Rinjani dengan alasan memperingati satu tahun penyelamatan Juliana. Kami juga tidak menerima jika gelar ‘Pawang Rinjani’ diberikan kepada orang tersebut,” tegas Royal, Sabtu (20/6/2026).

Juliana Marins adalah seorang perempuan asal Brasil yang jatuh dari Gunung Rinjani dan meninggal dunia karena benturan kuat, cedera organ dalam, serta pendarahan parah setelah terjatuh ke dalam jurang di Gunung Rinjani.

Hasil pemeriksaan otopsi menunjukkan bahwa korban mengalami patah tulang punggung, dada, dan paha. Kematian terjadi akibat cedera fisik yang disebabkan oleh jatuh.

Juliana jatuh ke dalam jurang yang memiliki kedalaman sekitar 600 meter di wilayah Cemara Nunggal, Gunung Rinjani pada 21 Juni 2025.

Alasan Dana DonasiΒ 

Inti dari penolakan ini berasal dari dugaan penggunaan dana sumbangan yang dikumpulkan untuk operasi penyelamatan Juliana setahun yang lalu.

Menurut Royal, dana yang seharusnya digunakan untuk keperluan operasi penyelamatan, termasuk biaya bagi tim penyelamat, pendaki yang terlibat, hingga peralatan yang digunakan selama proses evakuasi diduga tidak dialokasikan sesuai dengan tujuannya.

Banyak janji dan utang yang belum selesai, khususnya terkait donasi Juliana. Jangan sampai kehadirannya di Rinjani justru menjadi ajang pencitraan mengingat masalah yang belum terselesaikan,” ujar Royal.

Forum Wisata Lingkar Rinjani menilai bahwa pihak-pihak yang secara langsung berkontribusi dalam operasi penyelamatan, seperti orang-orang yang mengorbankan keselamatan diri mereka sendiri untuk menyelamatkan Juliana, belum mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka dari dana yang terkumpul atas nama kejadian tersebut.

Bagi Royal, kembali ke Rinjani untuk menghasilkan konten tanpa terlebih dahulu menyelesaikan tanggung jawab keuangan dianggap sebagai tindakan yang tidak layak dan berpotensi menjadi ajang promosi diri di tengah masalah yang belum selesai.

Alasan Penolakan Gelar “Pawang Rinjani”

Masalah kedua terkait dengan komunitas setempat mengenai pemberian gelar “Pawang Rinjani” kepada Agam.

Bagi masyarakat dan pelaku pariwisata yang tinggal berdampingan dengan Rinjani selama bertahun-tahun, gelar tersebut bukan sekadar julukan biasa.

Ia mengandung makna otoritas, keakraban, serta kewibawaan tertentu terhadap wilayah yang dianggap suci dan penuh dengan pengetahuan lokal menurut masyarakat setempat.

Penolakan tajam terhadap gelar ini menunjukkan kekhawatiran bahwa status “pawang” yang diberikan kepada tokoh yang sedang menjadi sorotan kontroversi dapat merusak makna dan penghormatan yang seharusnya diberikan kepada gunung tersebut, serta berpotensi menciptakan kesalahpahaman di kalangan masyarakat mengenai siapa yang benar-benar memiliki otoritas dan hubungan dekat dengan Rinjani.

Syarat ForumΒ 

Forum Wisata Lingkar Rinjani tidak sepenuhnya menutup pintu, tetapi memberikan persyaratan yang jelas yaitu seluruh kewajiban dan janji terkait donasi Juliana harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum Agam diizinkan melakukan kegiatan apa pun di kawasan Rinjani.

“Kami kecewa dan prihatin dengan sikap Agam yang hingga kini belum menunjukkan niat baik dalam menyelesaikan masalah yang ada. Jangan jadikan Rinjani sebagai tempat untuk mengalihkan permasalahan,” ujar Royal.

Royal mengajak seluruh warga dan pelaku pariwisata di sekitar Rinjani untuk bersatu dalam menjaga kearifan lokal wilayah tersebut, serta tidak memberi ruang bagi aktivitas yang dianggap menimbulkan perdebatan.

“Saya mengajak seluruh warga dan pelaku pariwisata untuk menolak Agam datang ke sini,” tutupnya.

Sikap ini menunjukkan bahwa bagi masyarakat setempat, Gunung Rinjani dijaga berdasarkan nilai dan tanggung jawab etis.

(*)

682SHARES1.5kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia