Ringkasan Berita:
- Peristiwa Mengerikan di Sawah: Seorang pria paruh baya dengan inisial SM (55), penduduk Dusun Lotekol, Desa Malasan, Kecamatan Durenan, ditemukan meninggal dunia di lahan miliknya di Dusun Pucang, Desa Pakis, Trenggalek, pada hari Minggu (21/6/2026) sore.
- Latar Belakang Kejadian: Korban awalnya memberi tahu keluarganya pada pagi hari Minggu sekitar pukul 07.00 WIB bahwa ia akan pergi mencari makanan untuk hewan ternak. Karena tidak kembali hingga sore hari, keluarga kemudian memutuskan untuk mengejar ke ladang.
Liputan Jurnalis kelolawisata.com |, Madchan Jazuli
kelolawisata.com |, TRENGGALEK– Nasib sial menimpa seorang lelaki pertengahan usia di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Korban dengan inisial SM (55), penduduk Dusun Lotekol, Desa Malasan, Kecamatan Durenan, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lahan miliknya yang berada di Dusun Pucang, Desa Pakis, Kecamatan Durenan, pada hari Minggu (21/6/2026) sore.
Lelaki paruh baya tersebut diperkirakan meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja, yaitu jatuh dari pohon nangka saat sedang memanjat untuk mengumpulkan daun sebagai makanan hewan ternaknya.
Kepala Sektor Polisi Durenan, AKP Muhammad Faiz Faisal, mengonfirmasi adanya laporan mengenai kejadian memilukan yang menimpa penduduk di wilayah hukumnya.
Berdasarkan keterangan AKP Faiz, korban pertama kali ditemukan oleh keluarganya sendiri yang melakukan pencarian karena korban tidak kunjung pulang ke rumah sejak pagi hari.
Peristiwa ini dimulai ketika pria yang lahir pada 24 April 1971 itu mengucapkan perpisahan kepada keluarganya pada pagi hari Minggu sekitar pukul 07.00 WIB. Pada saat itu, SM membawa perlengkapan untuk mencari makanan ternak di ladang milik keluarga yang terletak di Desa Pakis, desa tetangga.
“Secara kronologis, yang bersangkutan pada hari Minggu (21/6) pagi mengatakan pamit kepada keluarga untuk mencari pakan hewan di ladang milik keluarga yang berada di Desa Pakis. Namun, hingga sore hari, korban belum juga kembali ke rumah,” ujar AKP Muhammad Faiz Faisal saat dikonfirmasi pada Minggu (21/6/2026) malam.
Penggalian yang Berujung pada Kesedihan di Bawah Pohon Mangga
Karena khawatir dengan keadaan korban yang belum juga kembali, perwakilan keluarga bernama Ajiyanto mengambil inisiatif untuk menemui SM di ladang.
Kira-kira pukul 16.30 WIB, Ajiyanto tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Kekhawatiran keluarga berubah menjadi kesedihan mendalam ketika ia menemukan SM dalam kondisi tergeletak kaku dan sudah tidak bernyawa tepat di bawah pohon nangka yang diduga baru saja dipanjat oleh korban.
Melihat kondisi korban yang berwarna biru, Ajiyanto segera berteriak meminta bantuan dari warga setempat bernama Suparman, kemudian melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Mapolsek Durenan untuk proses evakuasi.
Hasil Pemeriksaan TKP dan Visum: Cedera Saraf Berat
Menerima laporan dari masyarakat, anggota Polsek Durenan bersama tim medis dari puskesmas setempat segera berangkat ke lokasi untuk melakukan pengamanan TKP dan pemeriksaan fisik (visum et repertum) terhadap jenazah korban.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis menyeluruh, petugas polisi memverifikasi bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan, luka bacok, atau bukti tindak pidana kriminal pada tubuh korban.
AKP Muhammad Faiz Faisal menyampaikan beberapa poin dari hasil visum luar yang mendukung kesimpulan bahwa kematian korban murni disebabkan oleh benturan hebat saat jatuh dari pohon nangka.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang disebabkan oleh kelalaian pihak lain. Namun, terdapat luka robek dan memar di bagian belakang kepala akibat benturan keras saat jatuh dari pohon. Juga ditemukan tanda-tanda umum cedera parah yang bisa menyebabkan kematian,” jelas Kapolsek Durenan secara rinci.
Pihak kepolisian juga menyampaikan, berdasarkan keterangan dari keluarga, sebelum korban pergi ke ladang di pagi hari, kondisinya dalam keadaan sehat, tidak memiliki riwayat penyakit atau keluhan sakit apa pun.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan sepenuhnya kepada keluarga untuk proses pemakaman sesuai adat setempat. Keluarga korban secara tertulis menyatakan menerima kejadian menyedihkan ini dengan tulus sebagai musibah yang tidak terduga dan menolak dilakukannya pemeriksaan otopsi mendalam.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang