Olahraga Bersama Ribuan di Kampus UI

Dr. MURNI, S.Pd,I., M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, melaporkan dari…
1 Min Read 0 1

Dr. MURNI, S.Pd,I., M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, melaporkan dari Depok, Jawa Barat

Minggu, 24 Mei 2026, setelah shalat Subuh, saya dan suami bersiap-siap melakukan olahraga dengan bersepeda. Kali ini kami mengunjungi salah satu universitas terkenal di negara ini, yaitu Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. Kami pergi ke sana setelah berpamitan dengan abang kami, Muzakir dan Kak Murhamah, yang telah berdagang di Pasar Minggu Jakarta selama 20 tahun dan di Depok selama 25 tahun. Sekarang mereka tinggal di Kukusan Depok, Jawa Barat.

Setelah membaca doa, saya bersama suami bersepeda melewati perkampungan penduduk yang ramai dan area perdagangan. Jalan agak tersumbat karena banyak orang yang sedang melakukan kegiatan sehari-hari.

Sekitar sepuluh menit kemudian, kami tiba di gerbang kampus UI.

Melewati pos penjaga keamanan, kami memutuskan untuk berbelok ke kiri. Terlihat banyak orang yang sedang berolahraga di tempat ini. Ada yang berlari, berjalan santai, berjalan cepat, dan bersepeda.

Setelah sekitar 1 km kami bersepeda dan melewati sebuah fakultas, kami berhenti di trotoar jalan. Penduduk mulai ramai datang ke tempat ini.

Saat kami melihat orang-orang yang berolahraga di Kampus UI, tampaknya usia tidak menjadi batasan. Mulai dari pasangan muda yang lengkap dengan pakaian olahraga berjalan kaki sambil menggendong bayi dalam kereta bayi.

Seorang anak kecil, baik laki-laki maupun perempuan, berjalan santai (fun walk) bersama orang tuanya. Di belakang mereka terdapat sejumlah pelajar SMP dan SMA yang sedang berlari ringan (joging) untuk menjaga kesehatan. Beberapa di antaranya langsung melakukan lari cepat (running).

Tampaknya tidak ingin kalah dengan para remaja, banyak orang dewasa, termasuk yang berada di usia pertengahan, mengayuh sepeda santai (fun bike) sambil melewati kerumunan orang tua yang berjalan perlahan menggunakan tongkat.

Beberapa menit setelahnya, sebuah peleton anggota Kostrad TNI AD sedang berlari di area Kampus UI. Setelah mereka berbelok, tampak juga sebuah peleton anggota Brimob Polri yang juga melakukan lari pagi.

Di sini jarang terdapat kendaraan bermotor, sehingga udaranya benar-benar segar. Sangat mengagumkan melihat pemandangan semacam ini.

Saat ini, Universitas Indonesia (UI) berada di posisi pertama berdasarkan versi QS Asia University Rankings 2026. Meskipun terletak di tengah kawasan perkotaan Depok dan Jakarta, UI memiliki area seluas 320 hektare, yang sebagian besar merupakan hutan kota dan danau.

UI terkenal sebagai universitas yang memiliki lingkungan pendidikan dan penelitian global, serta salah satu perguruan tinggi paling hijau di kawasan Asia.

Dengan luas area tersebut, UI tidak hanya menjadi tempat

proses belajar mengajar, tetapi juga mirip dengan “kota kecil” yang dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari ruang kelas, rumah sakit, asrama, perpustakaan, hingga area hijau yang indah.

Bisa kita bayangkan betapa nyamannya belajar dalam lingkungan akademik yang begitu besar dan lengkap. Ribuan mahasiswa dan staf dapat beraktivitas dengan bebas di satu kawasan yang

benar-benar mendukung kehidupan kampus.

Di sekitar bundaran UI, kami bertemu dengan dua pelajar, yaitu Alkendra dan Fatullah. Saya bertanya, “Apa alasan kalian berlari setiap hari Minggu?”

“Selain berlari yang baik untuk kesehatan tubuh, kami juga merasa gembira dan bahagia,” jawab siswa kelas XII SMA Negeri 13 Depok tersebut.

Setelah berpamitan, kami bertemu dengan Andra, mahasiswa semester delapan Program Studi Ilmu Komputer di Fakultas Ilmu Komputer UI.

“Setiap hari, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu, ribuan orang melakukan aktivitas olahraga seperti lari, jalan kaki, jogging, bersepeda santai, atau jalan cepat di area UI ini,” ujar Andra.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Danau Ulin yang dibangun pada tahun 1998. Kami turun dan melihat air danau sebagian besar sudah kering. Terlihat beberapa ikan nila dan tawes yang telah mati. Di seberang danau terdapat taman yang indah dengan pepohonan yang rindang. Ada juga dinding yang bertuliskan Universitas Indonesia. Kami pun mengambil foto.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang wisatawan dari Inggris dan kami menyambutnya dengan, “Selamat pagi, Tuan.”

β€œHai, selamat pagi juga,” jawabnya.

“Bagaimana kabarmu?” kami menyapanya kembali.

Senang berjumpa dengan Anda.

Dia membalas menyapa. “Apa nama Anda, Tuan?”

β€œI am Jack,” jawabnya.

β€œWhere are you from?”

β€œI am from England.”

Berdasarkan wawancara dengan Jack, setiap kali ia datang ke Jakarta dan tinggal beberapa bulan, ia selalu bersepeda di Kampus UI.

Tuan Jack sudah dua kali mengunjungi Sabang. Menurutnya, Sabang adalah tempat yang paling indah, menarik, dan menyenangkan, sama seperti ketika ia berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Setelah 15 menit berdiskusi, saya lalu bertanya, “Apakah Anda ingin berfoto bersama kami?”

(Apakah Anda ingin berfoto bersama kami?)

β€œOf course.”

Setelah berfoto bersama, kami saling berpamitan dengan perasaan bahagia.

Kami melanjutkan bersepeda menuju Pusat Bahasa Jepang. Di tempat ini, kami bertemu dengan seorang mahasiswi dan menyapa dia. Namanya Amanda, seorang mahasiswa semester empat di Fakultas Vokasi Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan UI. Menurutnya, kegiatan olahraga di Kampus UI dilakukan setiap hari. Yang menarik adalah pada hari Sabtu dan Minggu, ribuan orang berolahraga di sini. Bahkan, di malam hari setelah shalat magrib hingga isya, kegiatan olahraga tetap dilakukan oleh para mahasiswa.

Selanjutnya, kami pergi ke Danau Kenanga yang dibangun pada tahun 1992. Ini salah satu dari enam danau yang ada di Kompleks UI, yaitu Danau Agathis, Danau Mahoni, Danau Puspa, Danau Ulin, dan Danau Salam. Enam danau ini memiliki fungsi ganda sebagai pendukung ‘environmental carrying capacity’ (daya dukung lingkungan) serta pengatur iklim mikro di sekitar kawasan kampus.

Danau Kenanga memiliki luas 2.800 meter persegi, berada di antara Gedung Rektorat Balairung dan Masjid UI. Menurut mahasiswa lain yang kami temui, meskipun Danau Kenanga berada dalam lingkungan kampus, tempat ini juga bisa dikunjungi oleh masyarakat luas.

Dari kejauhan, terlihat beberapa keluarga memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat piknik dengan membentangkan tikar. Mahasiswa sering menghabiskan waktu di sana untuk beristirahat, bersantai, dan berdiskusi.

Setelah merasa puas, kami segera berangkat kembali ke rumah Bang Muzakir yang berada di Kukusan Depok. Saat sedang mengayuh sepeda, kami melihat banyak sepeda listrik berwarna ungu melewati jalan raya.

Berdasarkan informasi, pada tahun 2023, pihak Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan PT Beam Mobility Indonesia memperkenalkan sepeda listrik Beam Rover di area Kampus UI Depok. Terdapat total 450 unit sepeda listrik Beam yang ditempatkan di 42 titik ‘shelter’ di seluruh kampus. Mayoritas mahasiswa UI menggunakan sepeda listrik Beam untuk berpindah antar fakultas yang jaraknya cukup jauh.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan hidup dan menekan emisi karbon di kawasan Kampus UI.

Saya menyimpulkan bahwa anak-anak, pelajar, mahasiswa, orang dewasa, orang tua, lansia, TNI, Polri, serta warga Depok sangat menggemari olahraga dan benar-benar menjalani gaya hidup sehat. Kampus UI menjadi tempat favorit bagi mereka untuk menjaga kebugaran.
987SHARES4.7kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia