KPA NEWS –– Pada berbagai acara resmi, doa sering kali menjadi bagian yang penting dalam meminta kelancaran, kesepahaman, pengetahuan, perdamaian, serta keberhasilan bersama.
Berikut daftar doa-doa yang sering digunakan dalam acara resmi beserta makna dan maksud penggunaannya.
1. Doa Mengheningkan Cipta
Mantra:
OM Mata Bhumih Putro Aku Prthivyah
Arti:
Ya Tuhan, semoga tanah air kami senantiasa tenang dan kami selalu mengasihi tanah air kami sebagaimana para leluhur kami.
Makna:
Doa ini dilantunkan selama upacara pengheningan cipta sebagai wujud rasa terima kasih dan penghormatan terhadap tanah air, serta meminta ketenangan dan semangat dalam menjaga bangsa.
2. Permohonan doa untuk pembukaan rapat, sidang, atau seminar
Mantra:
OM Sam pergi, Sam berkata
sam vo manamsi janatam
aku beribadah seperti dahulu, mengenali dengan benar
(R.W.X.191.2)
Samano mantrah samitih samani
hati yang sama dan pikiran yang sama adalah sama
sama nama mantra abhi mantra yae vah
samanena vo havisa juhomi.
(R.W.X.191.3)
Samani dan akutih sama dengan jantungnya
Semoga kau selamat, hai jiwa, sebagaimana kau berjuang dengan baik.
(R.W.X.191.4)
Arti:
Ya Tuhan, semoga pertemuan dan rapat ini menghasilkan kesepakatan yang sama seperti para dewa yang bersama-sama menikmati persembahan.
Semoga tujuan bersama tercapai, kesepakatan yang sama terwujud, satu dalam pikiran menuju satu tujuan.
Ya Tuhan, Engkau tetapkan satu tujuan, tujuan bersama kami semua. Kami lakukan persembahan bersama agar tujuan kami menjadi satu, sejalan, dan selaras.
Makna:
Doa ini dipakai ketika menggelar rapat, sidang, seminar, atau forum resmi agar semua peserta memiliki kesepahaman pikiran dan mencapai keputusan yang memberikan manfaat bersama.
3. Permohonan doa dalam kegiatan pelatihan
Mantra:
OM Purwa Jato Brahmano Brahmacari
Dharmam Wasanas Tapasodatistat
Tasmajjatam Brahmanam Brahma
Iyestham Dewasa Sarwe Amrttna Sakama
Arti:
Ya Tuhan, murid-Mu berada di hadapan-Mu, ya Brahman yang penuh kekuatan dan menjadi yang pertama.
Tuhan Yang Maha Esa, berikanlah ilmu dan pikiran yang jernih.
Brahman Yang Agung, setiap makhluk hanya mampu bercahaya karena cahaya-Mu yang selalu mengalir.
Makna:
Doa ini diajukan pada saat pembukaan pelatihan, pendidikan, pembinaan, atau kegiatan pengembangan diri agar peserta mendapatkan ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, serta ketajaman berpikir.
4. Doa Penutup untuk Pertemuan, Sidang, dan Berbagai Acara
Mantra:
OM Dyauh santir antariksa santih
prthiva santir apah santir
osadhayah santih vanaspatayah santir
visve devata santih Brahma santih
semua damai, damai saja, damai sekali
sa ma santir edhi.
(Y.W.XXXVI.17)
Arti:
“Tuhan Yang Maha Kuasa, berikanlah ketenangan di langit, damai di ruang angkasa, damai di bumi, damai di air, damai pada tumbuhan, damai pada pohon-pohonan, damai bagi para dewa, damailah Brahma, damai bagi alam semesta, semoga ketenangan selalu datang kepada kami.”
Makna:
Doa ini digunakan sebagai penutup suatu kegiatan guna meminta ketenangan, kesejahteraan, dan berkah setelah seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.
5. Permohonan doa dalam acara pelantikan jabatan
Mantra:
OM Brahman brahmana, brahmavarcana menanglah
gambar raja sura, isavyo’tivyadhi maharatho jayatam
dogdhridhenurvodanad, vanasuh saptih
purandhiryosa jisnu rathestah, seluruhnya pemuda itu
kemenangan akan diraih oleh orang yang bersemangat, para pemberontak tidak akan berhasil
satu orang pria, tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya
yogaksemo nah kalpatam
(Y.V.XXII.22)
Arti:
Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga di negeri ini muncul orang-orang yang memiliki pemahaman spiritual yang baik.
Semoga muncul pemimpin-pemimpin yang tangguh dan bijak dalam mengambil keputusan, menjadi pahlawan kuat bagi rakyat, seperti sapi yang memberikan manfaat besar, lembu yang perkasa, dan kuda yang gesit.
Semoga muncul perempuan-perempuan yang sempurna dan bertanggung jawab.
Pemuda-pemuda yang berbakti dan bermanfaat bagi masyarakat serta siap mengorbankan diri.
Semoga hujan turun membawa keberkahan, pohon-pohon berbuah melimpah, dan semua upaya kami berhasil.
Makna:
Doa ini diucapkan selama upacara pelantikan sebagai permintaan agar pemimpin yang dilantik mampu menjalankan tanggung jawab dengan penuh kebijaksanaan serta membawa kesejahteraan bagi rakyat.
Lima doa ini menggambarkan prinsip-prinsip harmoni, persatuan, pengetahuan, kedamaian, dan kesejahteraan yang merupakan bagian penting dalam pelaksanaan acara resmi berdasarkan tradisi Hindu.
(*)
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang