Kementerian ESDM Pasang Jargas Gratis untuk 158.100 Rumah di Cirebon

KPA BERITA – CO.ID, CIREBON —Sebanyak 158.100 keluarga di Kabupaten Cirebon akan segera menikmati layanan jaringan gas (jargas). Program strategis…
1 Min Read 0 3

KPA BERITA – CO.ID, CIREBON —Sebanyak 158.100 keluarga di Kabupaten Cirebon akan segera menikmati layanan jaringan gas (jargas). Program strategis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini dipastikan berjalan tanpa mengenakan biaya sedikit pun kepada masyarakat, sehingga gratis.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, menyampaikan bahwa program pemasangan jargas gratis untuk 158.100 rumah merupakan yang terbesar di Pulau Jawa.

Program jaringan gas akan ditujukan kepada 12 kecamatan di Kabupaten Cirebon. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2029.“Untuk Kabupaten Cirebon, pelaksanaannya terbagi dalam dua tahap,” ujar Nanan saat diwawancarai akhir pekan ini.

Pada tahap awal, program jargas akan mencakup empat kecamatan, yaitu Palimanan, Gempol, Depok, dan Dukupuntang. Sasarannya adalah sebanyak 41.035 sambungan rumah.

Berikutnya, tahap kedua meliputi delapan kecamatan, yaitu Tengah Tani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, dan Jamblang.“Saat ini jaringan gas baru mencakup wilayah tengah dan barat Kabupaten Cirebon. Kami berharap pada masa mendatang seluruh kecamatan dapat mengakses program tersebut,” tambah Nanan.

Saat ini, tim dari Kementerian ESDM sedang melakukan survei dan pemantauan terhadap jalur pipa, mulai dari wilayah Kecamatan Depok hingga Desa Cupang di Kecamatan Palimanan. Pekerjaan konstruksi fisik di lapangan diperkirakan segera dimulai.“Pembutan jaringan pipa diperkirakan akan dimulai pekan depan. Targetnya adalah selesai dalam enam bulan dan jaringan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Selain menghilangkan biaya pemasangan pipa, pemerintah juga akan memberikan fasilitas tambahan berupa kompor gas secara gratis kepada setiap keluarga yang menerima manfaat.

Nanan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon sepenuhnya mendukung program tersebut karena mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap gas elpiji. Dengan jargas, masyarakat bisa memperoleh akses energi yang lebih murah, aman, ramah lingkungan, serta lebih efisien.

Anggaran Jaringan Gas 2027 Mencapai Rp 5,2 Triliun

Kementerian ESDM Pasang Jargas Gratis untuk 158.100 Rumah di Cirebon
Pertagas berhasil menyelenggarakan uji coba jaringan. – (PGN)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan dana sebesar Rp 5,2 triliun dalam Anggaran Tahunan (TA) 2027 guna melanjutkan pengembangan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di berbagai wilayah.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk membangun hampir satu juta sambungan, yaitu sebanyak 959.232 sambungan rumah (SR).

Program perluasan jaringan rumah tanggamultiyears contract(MYC) Tahun Anggaran 2026–2028 serta konsultan pengawas untuk 959.232 sambungan rumah sebesar Rp 5,2 triliun,” ujar Tri yang mewakili para eselon I Kementerian ESDM dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.

Total anggaran indikatif Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 telah ditentukan sebesar Rp 27,33 triliun sesuai dengan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.Tri menyampaikan, sebesar 82 persen dari total anggaran atau setara Rp 22,48 triliun dialokasikan untuk pengeluaran program strategis dan infrastruktur fisik.

Selain anggaran rumah tangga, alokasi infrastruktur energi di sektor minyak dan gas bumi juga mencakup dana sebesar Rp 3,9 triliun untuk pembangunan satu ruas pipa gas bumi Dumai–Sei Mangkei (MYC 2025–2027).

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya, Kementerian ESDM juga menyalurkan dana sebesar Rp 702,3 miliar untuk pembangunan satu segmen pipa transmisi gas Semarang–Solo–Jogja ( 2. Selanjutnya, pemerintah melalui Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran senilai Rp 702,3 miliar guna membangun satu ruas pipa transmisi gas Semarang–Solo–Jogja ( 3. Kementerian ESDM juga menyisihkan dana sebesar Rp 702,3 miliar untuk pengembangan satu bagian pipa transmisi gas Semarang–Solo–Jogja ( 4. Selain itu, Kementerian ESDM menganggarkan dana sejumlah Rp 702,3 miliar dalam rangka membangun satu ruas pipa transmisi gas Semarang–Solo–Jogja ( 5. Pihak Kementerian ESDM juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 702,3 miliar untuk pembangunan satu segmen pipa transmisi gas Semarang–Solo–Jogja (MYC2026–2028), serta sebesar 577 miliar rupiah untuk pembangunan satu segmen pipa transmisi gas Cirebon–Bandung (MYC 2026–2028).

Pemerintah, menurutnya, terus mempercepat pengembangan jaringan rumah tangga sebagai salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemanfaatan jaringan gas di dalam negeri saat ini masih tergolong kecil dan hanya tersedia di 86 kota/kabupaten. Padahal, dari segi efisiensi ekonomi, penggunaan jargas disebut lebih hemat hingga 40 persen dibandingkan dengan LPG tabung.

Untuk mempercepat pemanfaatannya, pemerintah sedang mempercepat integrasi infrastruktur pipa gas alam dari Sumatra hingga Jawa, termasuk investasi penting dalam pembangunan pipa transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) serta Dumai–Sei Mangkei (Dusem).

Kementerian ESDM melaporkan, jumlah jaringan listrik rumah tangga yang telah terpasang hingga tahun 2024 mencapai 943.000 sambungan. Angka ini terdiri dari 703.000 sambungan yang didanai oleh APBN dan 240.000 sambungan dari skema non-APBN.

635SHARES2.3kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia