Reidel Toiran Siap Jika Jadi Pelatih Tetap Timnas Voli Indonesia

Ringkasan Berita: Reidel Toiran bersedia menjadi pelatih tetap Tim Nasional Voli Putra Indonesia apabila menerima tawaran dari PBVSI Reidel Toiran…
1 Min Read 0 5
Ringkasan Berita:
  • Reidel Toiran bersedia menjadi pelatih tetap Tim Nasional Voli Putra Indonesia apabila menerima tawaran dari PBVSI
  • Reidel Toiran juga memberikan saran kepada PBVSI agar waktu pemusatan latihan Timnas Voli Indonesia disiapkan dengan baik
  • Reidel Toiran, pelatih asal Kuba yang berhasil membawa Indonesia meraih gelar juara AVC Men’s Cup pertama kalinya pada edisi 2026.

KPA NEWS –– Tegas dan jelas, Reidel Toiran akan menerima tawaran untuk menjadi pelatih tetap Tim Nasional Voli Putra Indonesia.

Reidel Toiran, pelatih asal Kuba, juga tidak lupa memberikan saran kepada Federasi Bola Voli Indonesia atau PBVSI. Terkait dengan jadwal pelaksanaan TC atau pemusatan latihan agar diperpanjang durasinya.

Pemilik nama lengkap Reidel Alfonso Gonzales Toiran kini menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan penggemar voli Indonesia.

Setelah berhasil membawa Jakarta Bhayangkara Presisi menjadi juara dalam AVC Club Championship 2026, pria berusia 41 tahun ini kembali membanggakan Indonesia.

Ia menjadi salah satu tokoh utama yang turut serta membawa Timnas Voli Putra Indonesia meraih gelar juara pertama dalam AVC Men’s Cup 2026.

Berlangsung di India, tim nasional voli putra Indonesia yang dilatih oleh Reidel Toiran berhasil membawa pulang gelar juara AVC Men’s Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-0, pada malam hari Minggu (28/6) WIB.

Tiba-tiba dua prestasi terhormat, khususnya membawa Indonesia menjadi juara dalam kejuaraan voli Asia untuk pertama kalinya, membuat nama Reidel Toiran mulai dikenal sebagai pelatih tetap.

Karena, dalam tugasnya memberikan instruksi kepada Farhan Halim dkk. dari pinggir lapangan, hanya sebagai pelatih sementara. Ia berfungsi sebagai pengganti sementara dari tugas yang sebelumnya dipegang oleh Sergio Veloso asal Brasil.

Dalam wawancara yang diunggah YouTube Sportase Official, Reidel Toiran mengatakan siap jika statusnya naik dari pelatih sementara menjadi pelatih tetap.

“Aku siap, aku suka challenge,”Β Respons Reidel Toiran ketika ditanya mengenai kemungkinannya menjadi pelatih tetap tim nasional.

Hanya saja, pria yang juga menguasai gaya bahasa Jawa Timur ini memberikan saran dan kritik yang bersifat positif kepada PBVSI.

Ia menekankan bahwa Timnas Voli Indonesia, setiap kali mengikuti kompetisi internasional, perlu memiliki waktu yang memadai untuk persiapan.

Terutama setelah pertandingan Proliga, sebagian besar pemain timnas memiliki waktu yang tidak cukup untuk pemulihan.

Dalam olahraga, tidak ada yang instan, persiapan satu bulan bersama Veloso untuk AVC itu tidak akan cukup.

Banyak hal yang memengaruhi, setelah Proliga segera berkumpul kembali, tidak ada masa pemulihan. Jadi jika diberikan waktu lebih lama, akan jauh lebih mudah, bisa memilih banyak pemain.

“Selanjutnya, waktu yang cukup juga dapat dimanfaatkan oleh pemain pemulihan dan yang lainnya,” lanjut Reidel Toiran.

Kedekatan dan Penyesuaian Tidak Jadi Masalah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Reidel Toiran memiliki pengalaman cukup dalam bermain di kompetisi Proliga. Oleh karena itu, masalah dalam beradaptasi untuk berkomunikasi tidak menjadi kendala.

Reidel Toiran pertama kali berlaga di Proliga musim 2013 bersama Surabaya Samator. Bersama klub voli Jawa Timur tersebut, Toiran berhasil meraih 4 gelar juara Proliga, yang semuanya diraih bersama Rendy Tamamilang, Rivan Nurmulki, dan Nizar Zulfikar.

Tidak berhenti sampai di situ saja, setelah pensiun sebagai pemain, Toiran memutuskan untuk beralih menjadi seorang pelatih.

Kombinasinya luar biasa bersama Jakarta Bhayangkara Presisi yang memimpin menjadi juara Proliga 2024 dan 2025.

Komunikasi yang efektif memudahkan Toiran dalam memberikan arahan kepada pemainnya. Hal ini terlihat saat dia membawa Indonesia meraih gelar juara AVC Men’s Cup 2026.

Sifatnya yang tenang dan tidak mudah terpancing, sesuai dengan tipe pemain Indonesia. Menariknya, ia memiliki pengamatan yang tajam dan kemampuan mengambil keputusan tepat pada momen penting.

Pendekatan yang dia gunakan terhadap pemain di timnas lebih ‘lembut’. Hal ini sangat berbeda dengan Toiran saat melatih Bhayangkara Presisi yang biasanya menggunakan logat Jawa Timur ketika memberikan arahan kepada Rendy, Nizar, atau Yuda, yang sebelumnya pernah menjadi rekan satu tim saat di Samator.

Kini, menunggu respons dari PBVSI apakah akan tetap mempertahankan Sergio Veloso, atau justru menunjuk Reidel Toiran sebagai pelatih tetap Timnas Voli Putra Indonesia, yang akan berlaga di SEA V League 2026 pada pertengahan Juli mendatang.

(KPA NEWS -/Giri)

343SHARES2.9kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia