Kepri KPA NEWS –Kawasan Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor memiliki kolam renang kuno yang telah berdiri sejak tahun 1863.
Tempat mandi ini dikenal dengan nama Pemandian Belerang Ciasin atau Belerang Seuseupan Ciasin yang berfungsi sebagai tempat pengobatan alternatif untuk berbagai jenis penyakit kulit.
Sejak ditemukannya air asin (Ciasin) pada tahun 1863, area sekitarnya kini telah menjadi terkenal sebagai Kampung Ciasin.
Hingga tahun 2026, lokasi pemandian belerang Ciasin tetap beroperasi dan menerima kunjungan dari para pengunjung.
Pengelola Pemandian Ciasin, Irmansyah (62), mengakui bahwa dirinya merupakan generasi kesembilan yang mengelola tempat tersebut.
Setelah pertama kali ditemukan oleh kakek moyangnya pada tahun 1863, kolam ini dahulu hanya dibangun menggunakan bilik dari anyaman bambu.
Sejarah Penemuan
Irmansyah menjelaskan, berdasarkan kisah turun-temurun, awal ditemukannya air asin belerang (Ciasin) pertama kali diketahui oleh leluhurnya pada masa lalu yang dimulai dari tingkah laku hewan ternak warga.
Hewan ternak tersebut mengonsumsi air dari sumber air di wilayah Kampung Ciasin yang dahulu merupakan kawasan hutan.
“Awalnya, hewan kambing maupun kerbau yang menemukan air belerang ini,” kata Irmansyah kepada Kepri KPA NEWS, Jumat (26/6/2026).
Lanjutkan dia, diceritakan pada suatu hari ternak warga hilang dan sempat diduga dicuri.
Namun kakek buyut Irmansyah menemukan hewan ternak tersebut sedang mengambil air dari sumber air di hutan yang ternyata rasanya asin.
“Karena ini masih hutan, akhirnya ketemu dengan Uyut. ‘Ini kerbamu dan kambingmu tidak hilang, ada di sini lagi nyeuseup’. Nyeuseup itu minum,” katanya.
Kata Nyeuseup ini juga dianggap sebagai asal dari nama Seuseupan Ciasin di wilayah Kecamatan Ciawi.
Hewan ternak yang sakit ternyata pulih setelah mengonsumsi air dari sumber air ini.
“Ada masyarakat yang mengeluh ‘pak gatal-gatal’, ‘kambing dan kerbau saja sembuh, kenapa kamu tidak mandi’, seperti itu dalam bahasa Indonesia. Mereka berendem, lalu sembuh,” kata Irmansyah.
Menurutnya, setelah beberapa tahun berlalu, Presiden RI yang pertama, Soekarno, pernah bertemu dengan kakek buyut Isrmansyah di Bogor.
“Berbicaralah dengan uyut, akhirnya diperhatikan oleh Presiden Soekarno, ternyata mengandung belerang,” katanya.
Disebutkan oleh orang Belanda (ahli) kepada Soekarno, diperiksa oleh orang Belanda ini. Setelah selesai diperiksa, hasilnya terbaik,” tambah Irmansyah.
Akhirnya, tempat pemandian ini direnovasi kembali dengan menggunakan bahan dinding tembok hingga saat ini.
Disebutkan, pada masa lalu lokasi pemandian ini sangat terkenal, bahkan pengunjung yang datang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Karena dianggap efektif dalam mengatasi berbagai masalah kulit seperti gatal, ketombe, panu, rematik, terapi lulur, menghilangkan jerawat, serta kondisi kulit lainnya.
Namun kini jumlah pengunjungnya tidak sebanyak di masa lalu.
“Ya, dari seluruh Indonesia (banyak yang datang), sekarang yang jauh paling dari Jogja, Tegal, Jawa Tengah. Tidak seperti dulu, kalau dulu seluruh Indonesia,” katanya.
Menariknya, bagi pengunjung yang berenang di tempat ini tidak dikenakan biaya sejak tahun 1863 hingga saat ini.
Selain itu, Irmansyah juga tidak mengetahui mengapa sumber air asin ini hanya ditemukan di Desa Ciasin, Kecamatan Ciawi.
Jarak antara Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango tidak dekat, masih ada desa lain yang lebih dekat dengan kedua gunung tersebut.
Selain itu, berbeda dengan air belerang di tempat lain, air belerang Ciasin ini memiliki suhu yang sejuk.
“Jika sumber airnya berasal dari kekuasaan Allah, saya menyebutnya demikian. Kita memiliki dua gunung, yaitu Gunung Salak dan Gunung Pangrango. Jika saya mengatakan ini adalah rahmat dari Allah. Oleh karena itu, berendam di sini tidak boleh diberi tarif, harus dilakukan dengan ikhlas seikhlasnya,” katanya.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang