Ringkasan Berita:
- Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian dimulai sekitar pukul 11.30 WIB ketika korban meninggalkan rumahnya di Dusun Sungai Kodang menuju ke rumah orang tuanya yang terletak di Dusun Penyalimau, Desa Penyalimau.
- Korban mengendarai sepeda motor dan kemudian menyeberangi Sungai Kapuas dengan memanfaatkan layanan perahu penyeberangan dari Dermaga Sungai Tapang menuju Dermaga Penyalimau.
Kepri KPA NEWS -, SANGGAU – Seorang pria dengan inisial LO (40) warga Dusun Sungai Kodang, Desa Sungai Alai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Kapuas, tepatnya di kawasan Dusun Penyalimau, Desa Penyalimau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Sabtu 27 Juni 2026.
Tim gabungan saat ini masih melakukan pencarian.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian dimulai sekitar pukul 11.30 WIB ketika korban meninggalkan rumahnya di Dusun Sungai Kodang menuju ke rumah orang tuanya yang terletak di Dusun Penyalimau, Desa Penyalimau.
Korban mengendarai sepeda motor dan kemudian menyeberangi Sungai Kapuas dengan memanfaatkan layanan perahu penyeberangan dari Dermaga Sungai Tapang menuju Dermaga Penyalimau.
Saat perjalanan penyeberangan hampir selesai, atau sekitar 50 meter sebelum sampai di dermaga tujuan di Dusun Penyalimau, korban diduga tiba-tiba mengalami kejang-kejang sementara masih berada di atas perahu karet.
Pada keadaan itu, korban jatuh ke Sungai Kapuas dan langsung tenggelam.
Saksi kejadian, Y (44), yang juga merupakan pengemudi perahu penyeberangan, segera berusaha mencari di sekitar tempat korban jatuh.
Namun, derasnya aliran sungai mengakibatkan korban tidak dapat ditemukan.
Setelah upaya pencarian awal tidak membuahkan hasil, Y bersama Kepala Wilayah Sungai Tapang, H pergi ke rumah keluarga korban untuk memberikan informasi mengenai kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan dari keluarga, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan epilepsi yang sering memicu kejang dan hilangnya kesadaran.
Data tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar analisis awal dalam proses penyelidikan.
Dugaan sementara, korban mengalami serangan penyakit saat sedang berada di atas perahu karet, sehingga kehilangan keseimbangan dan tidak mampu menyelamatkan diri setelah jatuh ke sungai.
Kepala Sektor Kepolisian Kapuas, IPTU Marianus, menyampaikan bahwa aparat kepolisian telah segera mengambil tindakan dengan melakukan pendataan, koordinasi antar instansi, serta membantu proses pencarian korban bersama BPBD dan pihak terkait sejak menerima laporan.
“Kami segera menanggapi laporan masyarakat dengan melakukan koordinasi bersama BPBD Kabupaten Sanggau serta perangkat desa setempat guna mendukung proses pencarian korban. Kami juga menghimbau warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Kapuas agar segera melaporkan kepada aparat jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.
Bhabinkamtibmas Polsek Kapuas diminta untuk terus bekerja sama dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat di kawasan sepanjang aliran sungai agar dapat memperluas penyebaran informasi serta mendukung proses pencarian yang terkoordinasi.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan saat melakukan kegiatan di sekitar sungai, terutama bagi penduduk yang memiliki riwayat kondisi kesehatan tertentu.
Penggunaan alat keselamatan serta adanya pendamping saat melakukan penyeberangan dianggap sangat krusial dalam mengurangi potensi kecelakaan di perairan.
Polsek Kapuas memastikan bahwa proses pencarian terhadap korban akan terus dilakukan bersama dengan instansi yang relevan hingga mendapatkan hasil. Kepolisian juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk ikut serta memberikan informasi jika menemukan petunjuk yang bisa membantu dalam pencarian, sehingga penanganan kejadian ini dapat berjalan dengan cepat, efisien, dan penuh rasa kemanusiaan. (*)
–Β Ikuti Instagram Tribun PontianakΒ IG TRIBUN
–Β Peroleh Berita Trending Melalui SaluranWhatsApp
–Β Baca Berita Terbaru diΒ GOOGLE NEWSΒ
π₯ Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang