Sabtu, 22 Agustus 2026Indonesia
Kompasia
Teknologi

Gubernur Sulsel Buka Suara Soal Jalan Rusak yang Ditanami Pohon Pisang

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Juli 8, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan mengenai kejadian jalan rusak yang ditanami pohon pisang.
  • Ia menyampaikan, tidak akan memperbaiki jalan yang rusak dan telah ditanami pohon pisang.
  • Sudirman menekankan bahwa pemerintah daerah bekerja berdasarkan rencana dan program yang telah ditetapkan.

Kepri KPA NEWS –Di berbagai daerah terpencil di Indonesia, masih ditemukan jalan yang rusak yang menjadi penghalang utama dalam kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.

Jalan yang berlubang, berlumpur, atau bahkan tidak layak dilewati sering kali menjadi pemandangan biasa, khususnya di daerah pinggiran dan pedesaan.

Sebagai wujud penolakan, penduduk sering kali menanam pohon pisang di jalan yang rusak.

Peristiwa tersebut disebutkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman saat menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Maros di Gedung DPRD, Selasa (7/7/2026).

Sudirman menyatakan, tidak akan memperbaiki jalan yang rusak dan telah ditanami pohon pisang.

Banyak protes di TikTok. Hanya saja, kita membangun jalan sepanjang 1000 km, namun perencanaannya masih banyak menanam pisang.

“Mengapa? Karena ada yang mengungkapkan jumlah jalan. Saya berkata semakin banyak menanam pisang, semakin saya tidak bekerja,” katanya, dilaporkanTribun-Timur.com.

Sudirman kemudian memberikan contoh pembangunan stadion yang pernah tertunda selama tiga tahun karena aksi protes.

Ia merasa khawatir tindakan yang tidak adil dapat memicu tindakan serupa di berbagai wilayah lain.

“Bayangkan jika semua yang lain melakukan demo, saya akan menderita Pak,” katanya.

Sudirman juga menyebutkan salah satu proyek jalan sempat kehilangan dana dari pemerintah pusat setelah muncul perdebatan di lapangan.

Besaran bantuan berkurang dari Rp110 miliar menjadi Rp48 miliar, kemudian ditambah sebesar Rp30 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga totalnya mencapai Rp78 miliar.

Melansir sulselprov.go.id, Sudirman menjelaskan makna dari pernyataannya.

Menurut Sudirman, pernyataannya “Jika jalan provinsi yang rusak ditanami pohon pisang, maka semakin tidak akan diperbaiki”, bukan berarti Pemprov Sulsel tidak akan memperbaiki jalur-jalur jalan yang rusak.

Pernyataan tersebut ditujukan sebagai undangan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses penanganan maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Kita mengerti bahwa menanam pisang merupakan bentuk protes dari masyarakat. Namun, kita sudah memiliki kontrak pekerjaan jalan sepanjang 1.000 kilometer,” katanya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah bekerja berdasarkan rencana dan program yang telah ditetapkan.

“Maka pemerintah bekerja berdasarkan perencanaan, bukan karena ada pohon pisang yang ditanam di jalan,” tambah Sudirman.

Sudirman menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulsel tetap berkomitmen melaksanakan Program Pembangunan Jalan Provinsi sepanjang 1.000 kilometer.

Program tersebut dijalankan melalui skemaMulti Years Project (MYP).

Ia berharap adanya dukungan dari masyarakat agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Insya Allah semua hal akan dikelola secara bertahap sesuai rencana dan perjanjian kerja. Yang kami harapkan adalah dukungan masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Kecelakaan Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang

Salah satu jalan provinsi yang pernah ditanami pohon pisang di Sulsel adalah Jalan Poros Soppeng-Sidrap pada 17 Juli 2023.

Letaknya di Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap.

Tindakan warga dilakukan akibat kekesalan terhadap jalan yang rusak yang belum juga diperbaiki oleh Pemprov Sulsel.

Video jalan provinsi yang ditanami pohon pisang sempat menyebar luas di media sosial.

Di dalam video yang beredar terlihat dua pohon pisang yang sengaja ditempatkan di tengah jalan yang berlubang.

Beberapa artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Mengenai Jalan Provinsi yang Rusak, Gubernur Sulsel: Semakin Ditanami Pisang Semakin Saya Tidak Bekerja

(Kepri KPA BERITA -/Nanda Lusiana, Tribun-Timur.com)

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,475 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia