ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL GOFOOD DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS DIGITAL DI INDONESIA
Oleh Desva Audy, Khoirunisa dan Nurhasanah
Artikel Kontributor Berbayar β’ Bukan laporan redaksi
A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia membeli makanan dan minuman. Saat ini, konsumen dapat memesan makanan melalui aplikasi tanpa harus datang langsung ke restoran. Perubahan tersebut membuka peluang bagi perusahaan layanan pesan antar makanan, salah satunya GoFood.GoFood merupakan layanan pesan antar makanan dalam ekosistem Gojek yang menghubungkan konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang makanan. Dalam menjalankan bisnisnya, GoFood dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan eksternal, seperti perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, perubahan perilaku konsumen, persaingan bisnis, dan kebijakan pemerintah.Salah satu fenomena yang menarik adalah persaingan antara GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Menurut laporan Momentum Works yang diberitakan Katadata pada Maret 2025, nilai transaksi layanan pesan antar makanan di Indonesia mencapai sekitar US$5,4 miliar pada 2024. Dalam laporan tersebut, GoFood tercatat memiliki nilai transaksi sekitar US$1,89 miliar. Data ini menunjukkan besarnya pasar pesan antar makanan sekaligus persaingan yang dihadapi perusahaan.Oleh karena itu, analisis lingkungan eksternal diperlukan untuk memahami peluang dan ancaman yang memengaruhi GoFood serta menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan bisnis digital.B. Pembahasan
a. Fenomena Lingkungan Eksternal GoFood
Salah satu perkembangan nyata yang berkaitan dengan lingkungan eksternal GoFood adalah kolaborasi GoTo dengan Google Maps yang diumumkan pada 24 Maret 2025. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan navigasi, membantu optimalisasi rute pengiriman, dan mempermudah konsumen menemukan pedagang UMKM secara digital.Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dari luar perusahaan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan GoFood. Namun, perusahaan juga perlu menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat dan persaingan dari platform lain yang terus mengembangkan layanan mereka.Selain teknologi, perubahan perilaku konsumen juga memengaruhi bisnis pesan antar makanan. Konsumen semakin terbiasa mencari menu, membandingkan harga, menggunakan promo, dan memesan makanan melalui aplikasi. Kondisi ini membuat perusahaan perlu memberikan pelayanan yang praktis, harga yang kompetitif, dan kualitas layanan yang baik.
b. Analisis Lingkungan Eksternal Menggunakan PESTEL
1. Faktor politik (Political)
Kebijakan pemerintah mengenai ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan infrastruktur internet dapat memengaruhi
pertumbuhan layanan GoFood. Dukungan terhadap digitalisasi usaha membuka peluang bagi lebih banyak pedagang untuk memasarkan produknya secara online.
2. Faktor ekonomi (Economic)
Kondisi daya beli masyarakat, harga bahan makanan, biaya pengiriman, dan biaya layanan dapat memengaruhi keputusan konsumen untuk memesan makanan melalui aplikasi.Ketika konsumen lebih memperhatikan pengeluaran, mereka mungkin lebih memilih memasak sendiri atau membeli makanan langsung dari pedagang. Oleh karena itu, GoFood perlu mempertimbangkan keterjangkauan harga dan efisiensi layanan.
3. Faktor sosial (Social)
Perubahan gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kepraktisan menjadi peluang bagi GoFood. Layanan pesan antar membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk membeli makanan.Namun, konsumen juga semakin memperhatikan kualitas makanan, kebersihan, ulasan pelanggan, dan kecepatan pengiriman. GoFood perlu mendukung mitra pedagang dalam menjaga kualitas produk dan pelayanan.
4. Faktor teknologi (Technological)
Perkembangan aplikasi digital, teknologi pemetaan, analisis data, dan kecerdasan buatan dapat membantu meningkatkan pengalaman pelanggan serta efisiensi operasional.Contohnya adalah kolaborasi GoTo dengan Google Maps pada 2025. Akan tetapi, perkembangan teknologi juga menuntut perusahaan untuk terus berinovasi agar tidak tertinggal dari pesaing.
5. Faktor lingkungan (Environmental)
Aktivitas pengiriman makanan berkaitan dengan penggunaan kendaraan, bahan bakar, dan kemasan sekali pakai. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak lingkungan.
GoFood dapat mendorong mitra pedagang menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan dan mendukung pengiriman yang lebih efisien untuk membantu mengurangi dampak tersebut.
6. Faktor hukum (Legal)
GoFood perlu memperhatikan ketentuan perlindungan konsumen, keamanan data pribadi, perizinan usaha, dan peraturan lain yang berlaku bagi platform digital serta mitra pedagangnya.Kepatuhan terhadap peraturan dapat membantu menjaga kepercayaan konsumen dan mengurangi risiko hukum bagi perusahaan.
7. Peluang dan Ancaman Lingkungan Eksternal GoFood
Berdasarkan analisis PESTEL, terdapat beberapa peluang dan ancaman yang dihadapi GoFood. Memiliki Acaman dan Peluang. Yaitu:
1) Peluang:
a) Perkembangan teknologi digital mempermudah pemesanan dan pengiriman makanan.
b) Digitalisasi memberikan kesempatan kepada UMKM untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
c) Perubahan gaya hidup masyarakat meningkatkan kebutuhan terhadap layanan yang praktis.
d) Kolaborasi teknologi dapat meningkatkan kualitas navigasi dan visibilitas pedagang.
2) Ancaman:
a) Persaingan dengan GrabFood dan ShopeeFood.
b) Perubahan daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi jumlah pesanan.
c) Kenaikan biaya operasional dan pengiriman.
d) Risiko keamanan data serta perubahan teknologi yang cepat.
e) Perubahan kebijakan yang mengharuskan perusahaan menyesuaikan proses bisnisnya.
Analisis tersebut menunjukkan bahwa kondisi eksternal dapat memberikan peluang pertumbuhan sekaligus menimbulkan risiko bagi GoFood. Perusahaan perlu memahami perubahan tersebut agar dapat menentukan prioritas strategi secara tepat.
C. Saran Strategis untuk GoFood
Berdasarkan hasil analisis, terdapat beberapa saran yang dapat dipertimbangkan. Pertama, GoFood perlu terus meningkatkan kualitas layanan dan kemudahan penggunaan aplikasi agar dapat bersaing dengan platform lain. Kedua, perusahaan sebaiknya membantu mitra UMKM meningkatkan kualitas produk, mengembangkan pemasaran digital, dan mengelola biaya usaha agar bisnis mereka dapat berjalan secara berkelanjutan. Ketiga, GoFood perlu mengembangkan teknologi yang mendukung efisiensi pengiriman, melindungi data pengguna, dan meningkatkan kenyamanan konsumen. Keempat, perusahaan perlu memahami perubahan daya beli masyarakat dengan menyediakan pilihan makanan pada berbagai tingkat harga serta promosi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Terakhir, GoFood perlu memantau perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, dan regulasi secara berkala agar dapat menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan lingkungan eksternal.D. Kesimpulan
Analisis lingkungan eksternal merupakan bagian penting dalam manajemen strategi karena membantu perusahaan memahami faktor di luar organisasi yang dapat memengaruhi keberhasilan bisnis. Pada GoFood, faktor teknologi, ekonomi, sosial, persaingan, lingkungan, dan hukum memiliki peran dalam menentukan peluang dan ancaman perusahaan.Persaingan dengan GrabFood dan ShopeeFood menunjukkan bahwa GoFood perlu terus berinovasi untuk mempertahankan daya saing. Sementara itu, kolaborasi GoTo dengan Google Maps pada 2025 memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan navigasi dan membantu UMKM memperoleh visibilitas digital.
Dengan melakukan analisis lingkungan eksternal secara berkala, GoFood dapat menyusun strategi yang lebih tepat, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kerja sama dengan UMKM, dan menghadapi persaingan bisnis digital secara berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
GoTo Group. (2025, 24 Maret). GoTo Berkolaborasi dengan Google Maps untuk Meningkatkan Pengalaman Pemetaan bagi Konsumen, Mitra Pengemudi, dan Mitra Pedagang UMKM. https://www.gotocompany.com/news/press/goto-berkolaborasi-dengan-google-maps-untuk-meningkatkan-pengalaman-pemetaan-bagi-konsumen-mitra-
pengemudi-dan-mitra-pedagang-umkm
Katadata.co.id. (2025, 13 Maret). Infografik: Persaingan Bisnis Pesan-Antar Makanan di Indonesia. https://katadata.co.id/amp/infografik/67d2350365526/infografik-persaingan-bisnis-pesan-antar-makanan-di-indonesia
Badan Pusat Statistik. (2025, 28 November). Statistik E-Commerce 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2025/11/28/647323224ecc656c2933571b/statistik-e-commerce-2024.html
Dosen Pengampu Yunus Nurhasan S.E.,M.M. Penulis Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang 1. Desva Audy 2. Khoirunisa 3. Nurhasanah
Bagikan Artikel & Dapat Reward
Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.
Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.
Disclaimer & Kebijakan Redaksi
Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.
Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama βKompasiaβ digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.
Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.
Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke
redaksi@kompasia.com
dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.
Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.
π¬ Komentar
0 komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.