AS – Iran Tandatangani Gencatan Senjata, Trump Ancam Serangan Berlanjut

AA1YHYgQ.jpg

Perjanjian Sementara antara Amerika Serikat dan Iran

Pada hari Rabu (17/7), Amerika Serikat dan Iran mengumumkan teks perjanjian sementara yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun demikian, Presiden AS Donald Trump tetap menyampaikan ancaman bahwa jika pihak Iran tidak memenuhi komitmen mereka, maka serangan akan terus berlanjut.

Ringkasan Cepat
  • perjanjian sementara antara amerika serikat dan iran pada hari rabu (17/7), amerika serikat dan iran mengumumkan teks perjanjian sementara yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung dalam beberapa bul…
  • meskipun demikian, presiden as donald trump tetap menyampaikan ancaman bahwa jika pihak iran tidak memenuhi komitmen mereka, maka serangan akan terus berlanjut.
  • trump, yang sedang menghadiri pertemuan g7 di prancis bersama para pemimpin negara lainnya, juga menarik kembali alasan utama yang sebelumnya ia gunakan untuk menyerang iran.
  • ia mengatakan bahwa tidak adil bagi iran untuk memiliki rudal balistik setelah sebelumnya berjanji untuk menghancurkannya.
Daftar Isi
  1. Perjanjian Sementara antara Amerika Serikat dan Iran
  2. Awal Konflik dan Dampak Ekonomi
  3. Isi Perjanjian dan Penandatanganan Digital
  4. Tanggapan dari Pemimpin G7
  5. Kekhawatiran dan Ketidakpastian
  6. Kritik dari Iran dan Tantangan di Lebanon
  7. Trump Menegur Netanyahu
  8. 🔥 Postingan Populer
  9. Artikel ini bermanfaat?
  10. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Trump, yang sedang menghadiri pertemuan G7 di Prancis bersama para pemimpin negara lainnya, juga menarik kembali alasan utama yang sebelumnya ia gunakan untuk menyerang Iran. Ia mengatakan bahwa tidak adil bagi Iran untuk memiliki rudal balistik setelah sebelumnya berjanji untuk menghancurkannya. Dalam sebuah konferensi pers, Trump menyampaikan bahwa jika Iran melanggar perjanjian, maka AS akan melakukan serangan habis-habisan.

Namun, ia juga menyebut warga Iran sebagai “orang-orang cerdas” saat para negosiator dari kedua belah pihak berupaya mencapai gencatan senjata permanen selama 60 hari ke depan.

Awal Konflik dan Dampak Ekonomi

Konflik antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, serta pejabat militer tinggi. Perang ini kemudian berkembang menjadi konflik regional yang memengaruhi harga energi, inflasi, dan memicu kekhawatiran tentang krisis pasokan pangan di negara-negara berkembang.

Harga minyak mentah turun pada hari Rabu karena harapan pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, harga minyak kembali naik setelah Trump menyatakan bahwa dia mungkin akan melanjutkan perang jika tidak puas dengan tindakan Iran.

Isi Perjanjian dan Penandatanganan Digital

Seorang pejabat senior AS mengumumkan teks nota kesepahaman yang telah ditandatangani dengan Iran, meskipun kedua pihak masih dapat menarik diri hingga kesepakatan yang lebih mengikat tercapai. Perjanjian 14 poin tersebut memperpanjang gencatan senjata yang diumumkan pada April selama 60 hari lagi.

Baik Trump maupun Presiden Iran Masoud Pezeshkian diklaim telah menandatangani perjanjian secara digital. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa perjanjian tersebut berlaku sejak Rabu (17/6).

Tanggapan dari Pemimpin G7

Para pemimpin G7 memuji kesepakatan tersebut dalam pertemuan mereka di Evian-les-Bains, Prancis. Mereka menekankan pentingnya negosiasi untuk mengatasi ancaman Iran di kawasan dan memastikan bahwa Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir.

Perjanjian ini juga mencakup pengakhiran segera perang di semua lini, termasuk Lebanon, mulai kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, penghapusan sanksi AS terhadap Iran, pencairan aset, dan rencana senilai US$300 miliar untuk rehabilitasi ekonomi Iran.

Kekhawatiran dan Ketidakpastian

Meski ada harapan positif, pemerintahan teokratis Iran tetap berkuasa, persediaan uranium yang diperkaya belum diserahkan, kemampuan rudal balistik belum dihancurkan, dan dukungan terhadap milisi anti-Israel seperti Hizbullah di Lebanon masih berlangsung.

Trump juga mencabut janjinya untuk menghancurkan semua rudal Iran. Ia mengatakan bahwa jika negara lain memiliki rudal, maka tidak adil jika Iran tidak memiliki. Hal ini menunjukkan bahwa Trump hanya mencapai sedikit dari apa yang ia katakan di awal perang.

Kritik dari Iran dan Tantangan di Lebanon

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, meragukan rencana penandatanganan resmi di Swiss. Ia menyatakan bahwa karena penandatanganan dilakukan secara digital, tidak akan ada upacara penandatanganan fisik.

Para pemimpin Eropa juga menyampaikan kekhawatiran mereka tentang program nuklir Iran dan isu-isu lainnya. Mereka menuntut gencatan senjata segera di Lebanon, tempat perang antara Israel dan Hizbullah telah menyebabkan ribuan orang mengungsi.

Trump Menegur Netanyahu

Trump menegur Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas taktiknya di Lebanon. Ia menyampaikan bahwa Netanyahu bisa lebih lunak dalam menghadapi Hizbullah. Trump juga menyarankan agar tidak perlu merobohkan bangunan setiap kali anggota Hizbullah masuk ke dalamnya.

Media pemerintah Lebanon melaporkan serangan udara dan tembakan artileri Israel di beberapa kota selatan. Sumber keamanan Lebanon mengatakan Hizbullah juga melancarkan dua serangan drone terhadap pasukan Israel di selatan. Israel kemudian melaporkan lima tentaranya terluka dalam dua serangan tersebut.

304SHARES7.7kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,655 ulasan)

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g AS - Iran Tandatangani Gencatan Senjata, Trump Ancam Serangan Berlanjut
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait