Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Bandar Antariksa Biak, Wacana Lama yang Akan Dijadikan Nyata oleh Prabowo?

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Januari 7, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified

Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Nasional Indonesia

Pembangunan bandar antariksa nasional di Indonesia bukanlah wacana baru. Gagasan ini telah dimulai sejak era Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan masuk dalam Rencana Induk Keantariksaan nasional. Salah satu lokasi yang dipilih sebagai tempat pembangunan adalah Biak, Papua, yang dinilai strategis karena letaknya dekat dengan garis ekuator.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika di Pusat Riset Antariksa BRIN, serta mantan Kepala LAPAN pada periode 2014–2021, Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa rencana awal bandar antariksa ini adalah untuk skala kecil. Tujuannya adalah mendukung peluncuran roket-roket kecil guna menempatkan satelit mikro ke orbit rendah hingga 600 kilometer.

Menurut Thomas, Indonesia sudah mampu membangun satelit mikro secara mandiri. Namun, saat ini masih bergantung pada India untuk proses peluncuran. Ia berharap suatu hari nanti, Indonesia bisa meluncurkan satelit sendiri menggunakan roket dan bandar antariksa yang dimiliki.

Keunggulan Lokasi Biak

Biak dipilih karena beberapa alasan. Pertama, lokasinya yang dekat dengan garis ekuator memberikan keunggulan teknis dan efisiensi energi dalam peluncuran roket ke berbagai jenis orbit satelit. Selain itu, ketersediaan infrastruktur dasar seperti pelabuhan dan bandara juga menjadi faktor penting. Infrastruktur ini akan memudahkan distribusi dan transportasi komponen roket yang diproduksi di lokasi lain.

Selain itu, Biak memiliki ruang terbuka yang mengarah ke Samudera Pasifik. Hal ini memungkinkan roket tingkat awal dapat jatuh ke laut lepas, sehingga mengurangi risiko terhadap lingkungan sekitar.

Tantangan dan Strategi Pengembangan

Meski memiliki potensi besar, Thomas mengakui bahwa pembangunan bandar antariksa merupakan investasi yang sangat besar. Saat ini, kebutuhan peluncuran satelit nasional masih terbatas. Oleh karena itu, pemanfaatan fasilitas tersebut perlu dioptimalkan melalui kerja sama dengan negara-negara yang telah memiliki teknologi keantariksaan.

Tantangan utama ke depan adalah kesinambungan pendanaan serta pengembangan industri keantariksaan nasional. Menurut Thomas, strategi kolaborasi dengan mitra luar negeri menjadi kunci. Kerja sama bisa dilakukan dalam bentuk bilateral, multilateral, atau konsorsium swasta mancanegara.

Dukungan dari Berbagai Pihak

BRIN melalui laman resminya menyatakan bahwa pembangunan Bandar Antariksa Nasional bertujuan untuk memperkuat kapasitas Indonesia di bidang keantariksaan. Biak dipilih karena keunggulan geografisnya, yaitu kedekatannya dengan garis ekuator yang memberikan efisiensi teknis dan ekonomi dalam kegiatan peluncuran wahana antariksa.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Bandar Antariksa yang digelar di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, komitmen lintas kementerian dan pemerintah daerah juga muncul. Dukungan mencakup kesiapan infrastruktur dasar, pemanfaatan kawasan hutan, serta komitmen pemerintah daerah setempat.

Persiapan Infrastruktur Jalan

Dari sisi infrastruktur jalan, Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa jaringan jalan nasional di Pulau Biak dalam kondisi mantap. Tingkat kemantapan mencapai 99,77% dari total panjang 85,72 kilometer. Ruas jalan nasional sepanjang 44,97 kilometer berada dekat dengan lokasi rencana bandar antariksa dan telah berstatus kelas II dengan tingkat kemantapan mencapai 95%.

Kondisi ini dinilai cukup memadai untuk mendukung lalu lintas dan aktivitas pembangunan. Selain itu, Kementerian Kehutanan juga menegaskan kesiapan mendukung pembangunan Bandar Antariksa Nasional melalui mekanisme Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Peran Pemerintah Daerah

Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dalam pembangunan proyek strategis tersebut. Pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi hingga tingkat kampung dan distrik serta membentuk tim percepatan pembangunan.

Pemerintah daerah berharap rencana pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Biak dapat ditindaklanjuti secara konsisten tanpa penundaan, agar manfaatnya dapat segera dirasakan dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia