Kelangkaan BBM di Kota Medan dan Deli Serdang, Masyarakat Diimbau Tenang
Setelah banjir yang melanda Kota Medan dan sekitarnya mulai surut, masyarakat kini dihadapkan pada masalah baru yaitu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Antrean panjang terjadi di hampir semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), baik di wilayah Medan maupun Deli Serdang. Banyak warga harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu atau dua liter BBM.
Pantauan terhadap beberapa SPBU menunjukkan bahwa banyak lokasi yang tutup sementara, sementara SPBU yang masih memiliki stok dipenuhi antrean kendaraan hingga mengular ke jalan raya. Beberapa titik seperti Jalan Mustang, Jalan AH Nasution, Jalan Jamin Ginting, dan Jalan Ringroad menjadi tempat antrean yang cukup panjang. Di Jalan Tritura dan Jalan AH Nasution, kemacetan lalu lintas juga terjadi akibat antrean yang sangat panjang.
Petugas kepolisian juga turut serta dalam pengamanan lalu lintas di sekitar SPBU. Seorang warga bernama Dewi mengatakan ia telah menunggu sejak pukul 2 pagi hingga pukul 4 sore. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini.
Sementara itu, seorang driver ojek online (ojol) bernama Angga merasa kesulitan karena antrean BBM memengaruhi pendapatannya. Waktu yang diperlukan untuk mengisi BBM membuat banyak pesanan tertunda atau hilang. Selain itu, ia juga khawatir dengan kerusakan mesin kendaraannya akibat sering kehabisan BBM.
Antrean BBM tidak hanya terjadi di Medan, tetapi juga di Deli Serdang. Polresta Deli Serdang langsung menurunkan personel Satlantas untuk mengantisipasi kemacetan. Kapolresta Deli Serdang melalui Kasat Lantas AKP Resti Widya Sari S Tr KSIK menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan personel untuk proaktif melakukan pengaturan lalu lintas di SPBU yang berpotensi menyebabkan kemacetan.
Selain itu, Satlantas juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mencari solusi, seperti mengoptimalkan dispenser dan memastikan ketersediaan BBM. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tidak menyerobot antrean agar tidak memperparah kemacetan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Menurut informasi dari PT Pertamina, stok BBM di Kota Medan aman, namun terkendala distribusi akibat cuaca buruk di Pelabuhan Belawan dan banjir. Rico juga meminta masyarakat untuk tidak panic buying agar BBM dapat didistribusikan secara merata.
Terkait pemadaman listrik, Rico menyampaikan bahwa lima gardu induk tergenang banjir, sehingga menyebabkan pemadaman di beberapa wilayah. Namun, proses pemulihan sedang berlangsung dan listrik akan menyala secara bertahap.
Sales Manajer Retail Medan PT Pertamina, Tito Riyanto, menjelaskan bahwa cuaca buruk dan akses jalan yang terganggu menjadi penyebab terkendalanya distribusi BBM. Ia memastikan bahwa dalam 2-3 hari ke depan suplai BBM akan kembali normal.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan bahwa pemerintah provinsi telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah ini. Kapal tanker yang membawa BBM sudah tiba di Pelabuhan Belawan, namun tingginya ombak menghambat proses penurunan barang. Oleh karena itu, stok BBM juga didatangkan dari Pekanbaru, Riau, melalui 30 truk yang sedang dalam perjalanan.
Bobby berharap cuaca dan ombak di laut segera membaik agar kapal tanker bisa bersandar dan melakukan proses loading BBM. Dengan demikian, kelangkaan BBM di Sumatera Utara dapat segera teratasi.
π₯ Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Kata Kunci Terkait
Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.
Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama βKompasiaβ digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.
Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.
Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.
Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.