Cak Imin: Hentikan Kepemimpinan yang Tidak Serius di NU, Politik Bisa Dilakukan di Partai

Pernyataan Tegas Cak Imin Mengenai Peran NU di Tengah Dinamika Internal Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar…
1 Min Read 0 4

Pernyataan Tegas Cak Imin Mengenai Peran NU di Tengah Dinamika Internal

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau lebih dikenal dengan sebutan Cak Imin, memberikan pernyataan yang cukup tegas terkait perkembangan dinamika di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35. Acara ini direncanakan akan digelar pada Agustus 2026. Pernyataan tersebut menunjukkan kepedulian Cak Imin terhadap pentingnya menjaga persatuan dan harmoni dalam organisasi NU.

Cak Imin mengingatkan bahwa NU harus tetap menjadi ruang kebersamaan yang tidak dimanfaatkan sebagai arena pertarungan kepentingan politik. Ia menekankan bahwa NU bukanlah organisasi politik yang dibangun atas dasar kompetisi antarkelompok. Menurutnya, NU merupakan wadah yang menyatukan berbagai potensi dan kekuatan sosial dalam semangat kebersamaan.

“Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” ujar Cak Imin dalam pernyataannya. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai dinamika internal PBNU menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35.

Meskipun tidak menyebut pihak tertentu, pesan Cak Imin dinilai sebagai penegasan agar NU tetap berpegang pada khittah organisasi dan tradisi persatuan yang selama ini menjadi karakter utama jam’iyah tersebut. Ia menekankan bahwa NU bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. Justru, NU adalah orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan.

Cak Imin juga mengungkapkan kerinduannya kepada almarhum KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU periode 1999–2010 yang dikenal sebagai tokoh pemersatu di lingkungan NU. “Kangen Pak Hasyim Muzadi,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa ia merasa perlu adanya figur seperti Hasyim Muzadi untuk memperkuat soliditas dalam tubuh NU.

Persiapan Muktamar ke-35 NU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 20-21 Juni 2026. Agenda tersebut akan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Keputusan mengenai lokasi penyelenggaraan disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar melalui surat bernomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026 [PDF] perihal Petunjuk dan Instruksi Terkait Pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

Sebelumnya, terdapat tiga pesantren yang masuk dalam daftar kandidat lokasi penyelenggaraan, yakni Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan, Pondok Pesantren Shiin Al-Falah Padang, dan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri. Lokasi akhir yang dipilih adalah Al-Falah Ploso, Kediri.

Jadwal dan Tujuan Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung 1-5 Agustus 2026, setelah sebelumnya PBNU menetapkan Munas dan Konbes. “Terkait agenda organisasi, rapat menetapkan Munas dan Konbes NU 2026 akan digelar pada bulan Syawal 1447 H atau April 2026, sementara Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026,” kata Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Agenda ini menjadi forum tertinggi dalam organisasi NU untuk menentukan arah kebijakan, kepemimpinan, serta konsolidasi jam’iyyah di tengah dinamika sosial, politik, dan keagamaan nasional. Muktamar NU merupakan momentum penting karena di forum inilah dilakukan evaluasi terhadap program kerja PBNU, pembahasan isu-isu strategis umat, serta pemilihan kepemimpinan baru, khususnya posisi Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah.

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, keputusan yang dihasilkan dalam Muktamar biasanya memiliki dampak luas, tidak hanya bagi warga nahdliyin, tetapi juga bagi arah kebijakan keagamaan dan sosial di tingkat nasional. Selain aspek kepemimpinan, Muktamar ke-35 NU juga akan menjadi ajang pembahasan isu-isu aktual yang dihadapi umat Islam dan bangsa Indonesia.

450SHARES6.2kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan