Sabtu, 12 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Danbrigif Sampaikan Pesan Panglima TNI Saat Pimpin Upacara Pemakaman Pratu Farkhan

Oleh Pimpinan Redaksi · Januari 3, 2026 · 3 menit baca Penulis Terverifikasi
✓ Penulis Verified

Peristiwa Kematian Pratu Farkhan Syauqi Marpaung dan Proses Penyelidikan yang Sedang Berlangsung

Upacara pemakaman Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, seorang prajurit TNI AD, dilaksanakan di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan, pada hari Sabtu (3/1/2026). Upacara ini dipimpin langsung oleh Komandan Brigif 25/Siwah Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera. Pratu Farkhan tewas saat menjalankan tugas pengamanan di perbatasan Indonesia–Papua Nugini, diduga akibat penganiayaan oleh senior berpangkat Kopral TNI.

Peristiwa tersebut sedang dalam penyelidikan oleh pihak TNI Angkatan Darat atas perintah Panglima TNI. Sejauh ini, terduga pelaku telah diamankan di POM Timika, dan proses penyelidikan masih berlangsung. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, khususnya keluarga korban dan komunitas setempat.

Profil Pratu Farkhan Syauqi Marpaung

Pratu Farkhan Syauqi Marpaung adalah anggota Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti Aceh. Berdasarkan pangkatnya, kemungkinan besar ia lulus dari Sekolah Calon Tamtama (Secaba) sekitar tahun 2023–2024. Satuan tempatnya bertugas, Yonif 113/JS, merupakan bagian dari Kodam Iskandar Muda di wilayah Aceh.

Kisaran, tempat pemakaman dilakukan, adalah ibu kota Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Wilayah ini dikenal sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan perdagangan. Masyarakat setempat umumnya bekerja di sektor perdagangan, jasa, serta perkebunan seperti kelapa sawit dan karet.

Pesan dari Komandan dan Kekuatan Mental Pratu Farkhan

Dalam upacara pemakaman, Danbrigif 25/Siwah Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, menyampaikan pesan dari Panglima TNI. Ia mengatakan bahwa Pratu Farkhan adalah prajurit yang tangguh, memiliki motivasi tinggi, dan menjadi contoh bagi rekan-rekannya. Ia juga menekankan bahwa Pratu Farkhan adalah sosok yang fleksibel, mudah bergaul, dan tegas.

Meski tidak secara eksplisit mengakui adanya dugaan penganiayaan, Kolonel Bahtera menyatakan bahwa kasus ini sedang diusut oleh satuan TNI AD. Ia menegaskan bahwa semua proses penyelidikan dilakukan dengan profesional dan dikawal langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Permintaan Keluarga dan Masyarakat

S Marpaung, pengurus Persaudaraan Marga Marpaung Kabupaten Asahan, menyampaikan rasa salut kepada orang tua korban namun juga meminta agar kasus ini diusut tuntas. Ia meminta Panglima TNI dan KASAD untuk memberikan keadilan atas kematian Pratu Farkhan.

Desakan terhadap pemecatan oknum senior yang diduga terlibat dalam penganiayaan juga disampaikan. Keluarga berharap Jenderal Maruli Simanjuntak, yang dikenal dekat dengan masyarakat Asahan, dapat mengusut kasus ini secara transparan.

Kronologi Penganiayaan yang Diduga Terjadi

Menurut keterangan ayah korban, Zakaria Marpaung, Pratu Farkhan sempat sakit dan menghangatkan badan di dekat perapian. Seorang senior berpangkat sersan datang menanyakan kondisinya. Namun, situasi berubah ketika seorang senior lain, berpangkat kopral, datang dan diduga melakukan kekerasan terhadap Pratu Farkhan.

Pratu Farkhan dipukul menggunakan ranting dan dipaksa melakukan sikap tobat. Setelah menunduk, ia ditendang dan melawan. Zakaria merasa bangga karena anaknya berani membela diri meskipun dalam kondisi lemah.

Rasa Duka yang Mendalam

Ibu Pratu Farkhan, Marsinah Wati Silalahi, tampak histeris saat menceritakan kepergian sang anak. Ia menangis tersedu-sedu dan memeluk foto putranya. Menurutnya, Pratu Farkhan sempat menelpon dan mengatakan sedang sakit, namun nyawanya malah melayang akibat penganiayaan oleh seniornya sendiri.

Harapan dan Tuntutan Masyarakat

Kepergian Pratu Farkhan menimbulkan rasa keresahan dan tuntutan untuk keadilan. Masyarakat dan keluarga korban berharap agar tidak ada lagi nyawa yang hilang sia-sia. Mereka menuntut agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan tegas, serta memberikan konsekuensi yang sesuai jika terbukti ada unsur penganiayaan.

Proses persemayaman masih berlangsung di rumah duka dengan penjagaan militer. Pihak keluarga masih menantikan kejelasan resmi terkait penyebab pasti kematian Pratu Farkhan.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

💬 Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

☕ Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia