Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Dari Sawah ke Langit: Kenangan yang Menggugah Rindu
tranding

Dari Sawah ke Langit: Kenangan yang Menggugah Rindu

By Redaksi Kompasia
Januari 4, 2026 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Dari Sawah ke Langit: Kenangan yang Menggugah Rindu

Wisata Bermain Layang-Layang di Sawah Jadi Alternatif Rekreasi Murah Meriah

Di tengah berbagai pilihan wisata yang semakin modern, kembali muncul tradisi lama yang menarik perhatian masyarakat. Wisata bermain layang-layang di sawah kini menjadi alternatif rekreasi yang murah meriah dan kembali diminati. Tidak hanya sebagai hiburan, aktivitas ini juga menjadi ruang nostalgia, edukasi, serta peluang ekonomi bagi warga sekitar.

Sawah Jadi Lapangan Rekreasi Rakyat

Menjelang libur panjang awal tahun, banyak kawasan persawahan di Jawa Timur dan Jawa Tengah ramai dikunjungi oleh warga yang memilih menghabiskan waktu dengan menerbangkan layang-layang. Di Pasuruan, misalnya, pematang sawah di Jalan Erlangga, Kecamatan Purworejo, menjadi arena spontan bagi puluhan anak dan orang tua. Mereka memanfaatkan hembusan angin dan hamparan sawah terbuka sebagai ruang bermain bersama keluarga.

Sugeng, seorang warga Kebonagung, mengaku sengaja membawa anaknya untuk bermain layang-layang ketimbang pergi ke tempat wisata berbayar. “Saya ingin mengedukasi anak supaya tidak terus bermain handphone,” ujarnya. Aktivitas ini berlangsung sejak siang hingga menjelang magrib, menghadirkan suasana yang akrab dan penuh canda.

Fenomena serupa juga terlihat di Desa Tigajuru, Jepara. Saat musim kemarau, sawah yang mengering menjadi lapangan ideal untuk menerbangkan layang-layang. Langit senja berhiaskan warna-warni layangan menghadirkan panorama yang memikat, sekaligus menghidupkan kembali tradisi lama yang hampir terlupakan.

Tradisi dan Komunitas

Di Malang, Sawah Kotak Sekarpuro dikenal sebagai “surga layang-layang”. Setiap sore, kawasan ini dipenuhi anak-anak dan pencinta layangan dari berbagai usia. Tradisi bermain layang-layang di sana sudah berlangsung lama, bahkan melahirkan komunitas yang rutin mengadakan lomba kecil.

Pedagang lokal pun ikut meramaikan suasana. Ira, salah satu penjual layangan, mengaku sudah berjualan sejak 2023. “Harga layangan bervariasi, mulai Rp5 ribu hingga Rp25 ribu, tergantung ukuran dan motif,” katanya. Kehadiran pedagang ini menambah nuansa pasar rakyat, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.

Harga dan Aksesibilitas

Salah satu daya tarik wisata layang-layang di sawah adalah biaya yang sangat terjangkau. Tidak ada tiket masuk resmi, karena aktivitas berlangsung di ruang terbuka milik masyarakat. Pengunjung hanya perlu membeli layangan yang harganya relatif murah.

  • Layang-layang kecil untuk anak-anak biasanya dijual Rp5 ribu–Rp10 ribu.
  • Layang-layang sedang dengan motif sederhana berkisar Rp15 ribu.
  • Layang-layang besar atau bermotif unik bisa mencapai Rp25 ribu–Rp50 ribu.

Selain itu, benang atau kenur dijual mulai Rp2 ribu per gulung. Dengan modal kurang dari Rp20 ribu, sebuah keluarga sudah bisa menikmati rekreasi seharian penuh.

Nilai Edukatif dan Sosial

Bermain layang-layang di sawah bukan sekadar hiburan. Aktivitas ini memiliki nilai edukatif bagi anak-anak, terutama dalam melatih motorik, kesabaran, dan kerja sama. Anak belajar mengendalikan arah angin, mengatur tarikan benang, serta menjaga keseimbangan layangan agar tetap terbang.

Dari sisi sosial, kegiatan ini mempererat hubungan antarwarga. Sawah yang biasanya sunyi berubah menjadi ruang interaksi, tempat orang tua bercengkerama sambil mengawasi anak-anak. Tradisi ini juga menjadi sarana nostalgia bagi generasi yang tumbuh di era sebelum gawai mendominasi.

Tantangan dan Harapan

Meski menyenangkan, aktivitas bermain layang-layang di sawah juga menghadapi tantangan. Beberapa petani mengeluhkan benang layangan yang kadang merusak tanaman muda. Di Malang, Satpol PP bahkan sempat mengimbau agar pemain layangan lebih berhati-hati agar tidak merusak ladang.

Warga berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih, misalnya dengan menyediakan lapangan khusus atau menggelar festival layang-layang secara rutin. Dengan begitu, tradisi ini bisa tetap hidup tanpa mengganggu aktivitas pertanian.

Potensi Wisata Lokal

Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata tidak selalu identik dengan destinasi besar atau tiket mahal. Wisata layang-layang di sawah adalah contoh rekreasi berbasis komunitas yang murah, inklusif, dan berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata lokal yang unik.

Bayangkan sebuah festival layang-layang di sawah, lengkap dengan lomba kreatif, bazar kuliner desa, hingga pertunjukan seni tradisional. Selain menghidupkan ekonomi warga, acara semacam itu juga memperkuat identitas budaya daerah.

Wisata bermain layang-layang di sawah adalah potret sederhana tentang bagaimana masyarakat menemukan kebahagiaan di ruang terbuka. Dengan biaya murah, nilai edukatif, dan nuansa kebersamaan, tradisi ini layak dipertahankan. Tantangan memang ada, tetapi dengan perhatian pemerintah dan kesadaran warga, aktivitas ini bisa berkembang menjadi ikon wisata lokal yang membumi.

Di tengah gempuran wisata modern, layang-layang di sawah mengingatkan kita bahwa kebahagiaan kadang sesederhana menatap langit biru, menarik benang, dan melihat layangan menari di udara.

359SHARES2.6kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Nasib Holis Diancam Keluarga Kades Usai Viralkan Jalan Rusak di Garut →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

tranding aktivitas luar ruangan budaya Kegiatan rekreasi dan rekreasi nostalgia olahraga

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

aktivitas luar ruanganbudayaKegiatan rekreasi dan rekreasinostalgiaolahraga
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Resmi! 4 Asisten Andal Bernardo Tavares, Persebaya Surabaya Siap Bersaing Juara
Previous

Resmi! 4 Asisten Andal Bernardo Tavares, Persebaya Surabaya Siap Bersaing Juara

Nasib Holis Diancam Keluarga Kades Usai Viralkan Jalan Rusak di Garut
Next

Nasib Holis Diancam Keluarga Kades Usai Viralkan Jalan Rusak di Garut

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme