KOMPASIA.COMSulit untuk membayangkan sebuah piring nasi goreng, bakso, sate, atau sambal tanpa adanya rasa manis dari kecap.
Bumbu berwarna gelap dengan rasa manis dan gurih ini telah menjadi “teman” berbagai hidangan khas Indonesia.
Namun, siapa menyangka di balik rasanya yang lezat, kecap manis menyimpan bahaya kesehatan yang sering terlewat dari perhatian.
Baru-baru ini, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat melalui unggahan di akun TikTok resmi miliknya.
Di dalam video tersebut, ia menyoroti bahaya tersembunyi dari kecap manis yang ternyata bisa memengaruhi kenaikan tekanan darah secara tidak disadari.
Menurut Budi, banyak orang menganggap tekanan darah tinggi disebabkan hanya oleh makanan yang terasa asin. Padahal, bumbu tambahan seperti kecap manis memiliki kandungan natrium dan gula yang cukup besar.
Jika terus-menerus dijalani dengan berlebihan, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi “bom waktu” bagi kesehatan.
Apa yang Tersimpan di Balik Manisnya Kecap?
Saus manis dihasilkan melalui proses fermentasi kedelai hitam yang dicampur dengan berbagai bahan sehingga menghasilkan rasa khas yang sangat diminati oleh masyarakat.
Bahan-bahan utamanya meliputi:
- Kedelai hitam hasil fermentasi
- Gula pasir atau gula kelapa sebagai sumber rasa manis
- Garam
- Air
- Berbagai bumbu, seperti bawang putih, kayu manis, cengkih, dan adas yang digunakan untuk memperkaya aroma.
Kombinasi bahan-bahan tersebut menciptakan rasa yang unik. Namun, kadar gula dan natriumnya juga menjadi alasan mengapa kecap manis sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
Mengapa Saus Manis Dapat Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?
Meskipun memiliki rasa manis, kecap manis ternyata mengandung jumlah natrium yang cukup besar. Ketika dicampur dengan makanan lain yang kaya akan garam, konsumsi natrium harian bisa meningkat tanpa disadari.
Kelebihan natrium menyebabkan tubuh menahan cairan lebih banyak, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah dan meningkatkan risiko mengalami hipertensi.
Di sisi lain, kadar gula yang tinggi juga bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta berbagai masalah metabolisme jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.
Kolom Komentar Diisi Dengan Pengakuan “Anak Kecap”
Unggahan Budi Gunadi Sadikin langsung mendapat banyak respons dari netizen. Menariknya, banyak orang mengakui sulit untuk berhenti mengonsumsi kecap manis.
Salah satu contohnya berasal dari akun TikTok @bayam_tumis yang menulis, “aku anak kecap banget, sering melihat video-video kecap seperti ini yang tinggi natrium tapi tetap aku lakukan karena sudah kebiasaan. Makan sambal apa pun selalu pakai kecap, wah… benar-benar enak sampai tambah terus.”
Komentar tersebut memicu banyak tanggapan karena dianggap mencerminkan kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang mempergunakan kecap manis sebagai pelengkap hampir semua hidangan.
Namun, banyak netizen yang mengatakan sekarang mulai lebih waspada terhadap kadar gula dan natrium dalam kecap manis.
Beberapa orang memutuskan untuk mengurangi porsi makanan mereka, sementara yang lain mulai membatasi asupan makanan yang kaya akan garam agar tekanan darah tetap stabil.
Nikmat Boleh, Berlebihan Jangan
Saus manis bukanlah makanan yang harus sepenuhnya dihindari. Namun, sebagaimana halnya gula dan garam, penggunaannya tetap perlu diatur.
Menggunakan kecap secukupnya, mengurangi konsumsi makanan yang kaya gula dan garam, meningkatkan asupan sayuran dan buah-buahan, aktif secara fisik secara teratur, serta memeriksa tekanan darah secara rutin merupakan langkah sederhana dalam menjaga kesehatan.
Pada akhirnya, bukan saus manis yang menjadi lawan, tetapi kebiasaan mengonsumsinya secara berlebihan tanpa disadari. Oleh karena itu, menikmati makanan kesukaan tetap diperbolehkan, selama dilakukan dengan pola makan yang lebih bijaksana dan seimbang.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang