Ditunjuk sebagai Kandidat Kuat Dirjen WHO, Apa Keunggulan dan Modal Menkes Budi Gunadi Sadikin?

Nama Menteri Kesehatan RI Muncul dalam Bursa Calon Direktur Jenderal WHO Nama Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, kembali…
1 Min Read 0 8

Nama Menteri Kesehatan RI Muncul dalam Bursa Calon Direktur Jenderal WHO

Nama Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, kembali muncul sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini terjadi menjelang berakhirnya masa jabatan saat ini, yaitu Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Agustus 2027. Proses suksesi ini mulai menghangat di tengah tantangan yang dihadapi oleh organisasi kesehatan dunia tersebut, termasuk krisis pendanaan dan tekanan politik global.

WHO Menghadapi Tantangan Berat

Proses pemilihan Dirjen WHO kali ini tidak mudah. WHO sedang menghadapi beberapa tantangan, seperti pengurangan dukungan finansial dari Amerika Serikat selama pemerintahan Trump. Hal ini menyebabkan defisit anggaran besar dan penurunan jumlah staf serta moral internal. Di tengah situasi ini, WHO membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menavigasi krisis sekaligus memimpin reformasi besar dalam tubuh organisasi.

Keunggulan Budi Gunadi Sadikin

Dalam laporan Health Policy Watch, nama Budi Gunadi Sadikin disebut sebagai salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa awal calon Dirjen WHO. Budi dinilai memiliki keunggulan dalam aspek tata kelola keuangan dan reformasi sistem kesehatan. Seorang sumber dalam laporan tersebut menggambarkan Budi sebagai sosok yang mampu membawa perubahan di tengah situasi sulit WHO.

Selain itu, kapasitas Indonesia dalam sektor kesehatan juga turut disorot. Banyak negara lain melihat Indonesia sebagai inspirasi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Dalam laporan tersebut, Budi dinilai berhasil mendorong transformasi layanan kesehatan Indonesia pasca-pandemi COVID-19, termasuk penguatan sistem digital kesehatan.

Pengalaman dan Latar Belakang Budi

Pengalaman Budi sebagai Menteri Kesehatan RI menjadi nilai tambah dalam konteks reformasi sistem kesehatan global. Selain itu, latar belakangnya sebagai mantan bankir dianggap relevan dengan kebutuhan WHO saat ini yang fokus pada efisiensi dan tata kelola keuangan. Poin lain yang disoroti adalah pentingnya penguatan bukti ilmiah dalam sistem kesehatan global.

Respons Santai Menkes

Saat kabar ini ditanyakan langsung kepada Budi Gunadi Sadikin, ia menjawab dengan santai dan tertawa. “Iya?” kata Budi sambil tertawa pada awak media di Gedung Kementerian Kesehatan, Senin (22/6/2026). Ia juga melontarkan candaan, “Saya jadi ikatan wartawan saja.”

Tahapan Pemilihan Dirjen WHO

Proses pemilihan Dirjen WHO biasanya melalui tahapan berikut:

  • Nominasi resmi: Negara anggota WHO mengajukan nama kandidat. Individu tidak bisa mencalonkan diri sendiri.
  • Seleksi awal: Sekretariat WHO memverifikasi kelengkapan dokumen dan kualifikasi kandidat.
  • Presentasi kandidat: Kandidat menyampaikan visi, misi, dan program kerja di hadapan Dewan Eksekutif WHO.
  • Voting Dewan Eksekutif: Dewan Eksekutif (34 negara anggota) melakukan pemungutan suara rahasia untuk memilih kandidat yang akan diajukan ke Majelis Kesehatan Dunia.
  • Pemilihan final: Majelis Kesehatan Dunia (194 negara anggota) memilih satu kandidat melalui voting rahasia.
  • Pengumuman resmi: Kandidat terpilih diumumkan dan akan mulai menjabat pada Agustus 2027, menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Timeline Pemilihan 2026–2027

  • April 2026: Pembukaan proses nominasi.
  • September 2026: Penutupan nominasi dan publikasi daftar kandidat.
  • Januari 2027: Dewan Eksekutif WHO melakukan seleksi dan voting.
  • Mei 2027: Majelis Kesehatan Dunia memilih Dirjen baru.
  • Agustus 2027: Masa jabatan resmi dimulai.
885SHARES6.4kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan