Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Ekonom Usulkan BPS Akui dan Diskusikan Pertumbuhan Ekonomi
tranding

Ekonom Usulkan BPS Akui dan Diskusikan Pertumbuhan Ekonomi

By Redaksi Kompasia
Agustus 23, 2025 4 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Ekonom Usulkan BPS Akui dan Diskusikan Pertumbuhan Ekonomi

kompasia.com -populer!.CO.ID – JAKARTA.Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan kenaikan penjualan mobil sebesar 12% selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi mengungkapkan, lebih dari 38.000 unit kendaraan terjual selama acara tersebut. “Kami kembali menegaskan, transaksi bukan tujuan utama GIIAS. Namun hasil pada tahun ini benar-benar memberikan dorongan kuat bagi pertumbuhan industri tahun ini,” ujar Yohannes.

Meskipun jumlah kendaraan yang terjual meningkat, total penjualan justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh munculnya banyak model baru yang memiliki harga lebih murah. Sayangnya, ia tidak menyebutkan besarnya nilai transaksi yang berhasil dicatat dalam GIIAS 2025.

Nilai total penjualan tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh semakin ketatnya persaingan harga model kendaraan yang dirilis, yang menurut kami memiliki dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

“Dari sudut pandang ekonomi, pencapaian GIAAS 2025 mencerminkan perubahan kondisi ekonomi. ‘Mereka tetap membeli mobil, hanya saja jenis mobil yang dipilih berubah,’ ujar Piter Abdullah Redjalam, Direktur Riset Prasasti, Selasa (19/8).

Harga transaksi yang lebih rendah dibandingkan volume penjualan juga tidak menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung membeli mobil murah (LCGC). “Kita perlu melihat dari sudut pandang lain, membeli mobil mewah dan berkualitas ternyata tidak selalu memerlukan biaya yang besar. Seseorang cukup membeli Denza dan Xpeng untuk merasakan sensasi Alphard, atau memilih BYD Sealion untuk mendapatkan SUV mewah,” tambahnya.

Peristiwa GIAAS, menurut Piter, merupakan contoh yang menarik dalam memahami realitas ekonomi terkait daya beli dan data pertumbuhan ekonomi. Ekonom yang juga menjadi anggota Badan Pengawas Bank Indonesia (BPBI) ini memberikan beberapa contoh lain mengenai perubahan realitas ekonomi serta pergeseran pola konsumsi yang akhirnya berdampak pada interpretasi data ekonomi.

Beberapa waktu yang lalu, kata Piter, sempat beredar isu bahwa dana pihak ketiga (DPK) ritel di perbankan mengalami pertumbuhan yang lambat atau bahkan stagnan. Akhirnya muncul kesimpulan bahwa kondisi ekonomi tidak baik-baik saja karena masyarakat tidak lagi memiliki dana lebih untuk ditabung, bahkan menghabiskan tabungan mereka sendiri agar bisa bertahan hidup.

“Jika hanya mengandalkan pendekatan semacam itu, kesimpulannya terlihat benar. Namun, jika sudut pandangnya diperluas, hasilnya bisa berbeda,” ujar Piter.

Menurut Piter, sebaiknya data DPK ritel dibandingkan dengan data penjualan emas yang justru meningkat drastis. Masyarakat bahkan bersedia antri di beberapa toko Antam agar bisa membeli lebih banyak instrumen investasi yang harganya sedang naik tajam.

“Bagi kelas menengah zaman now, memiliki tabungan atau menyimpan uang dalam jumlah besar bukanlah pilihan utama. Dana darurat diubah menjadi emas, reksa dana, obligasi, dan saham. Bahkan banyak yang berinvestasi di kripto,” katanya. Selain emas, kalangan menengah dan Gen Z juga ramai membeli Obligasi Negara Ritel (ORI).

Menurut Peter, perubahan dalam realitas ekonomi memang nyata, namun alat analisis yang digunakan untuk memahami realitas tersebut terkadang tidak cukup diasah. Akibatnya, kita selalu ketinggalan dan kesulitan dalam menghadapi perubahan zaman.

Berbagai situasi ini perlu diperhatikan dengan memperluas pandangan. Data pertumbuhan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan angka penjualan semen, mobil, rumah, dan pendekatan lain yang selama ini digunakan. Menurutnya, Badan Pusat Statistik (BPS) juga perlu menjelaskan realitas ekonomi serta metode yang digunakannya.

“Inisiatif BPS mengundang stakeholdersMengupas data statistik adalah langkah yang baik. Tradisi positif ini harus dipertahankan agar semua pihak dapat menyampaikan pandangan mereka, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat,” ujar Piter yang bersama sejumlah ekonom menghadiri rapat dengan BPS pekan lalu.

Sebelumnya, BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12%year on year(yoy) pada kuartal kedua tahun 2025. Angka ini melebihi perkiraan pertumbuhan yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga independen.

Namun, pengumuman BPS mendapat tanggapan kritis dari masyarakat. Dalam kondisi penurunan kepercayaan publik, muncul tuntutan agar pemerintah lebih terbuka dalam metode perhitungan.

Ekonom dari The Prakarsa, Ema Kurnia Aminnisa, mengungkapkan perbedaan angka yang dirilis oleh BPS dengan indikator independen, khususnya Purchasing Manager’s Index (PMI) dari S&P Global.

“Sebagai bulan Juli 2025, Indeks PMI manufaktur Indonesia masih berada di bawah 50, dan hal ini terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak April. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja sektor manufaktur Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan, yang bertolak belakang dengan data BPS yang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan,” kata Ema dalam pernyataannya.

Ahli Ekonomi The Prakarsa, Bintang Aulia Lutfi, juga menilai perhitungan pertumbuhan pengeluaran rumah tangga perlu ditinjau ulang.

“Penumbuhan kredit konsumsi hanya mencapai 3,12%, sedangkan Indeks Kepercayaan Konsumen turun sebesar 5,3 poin secara tahunan. Kredit modal kerja mengalami stagnasi tanpa adanya pertumbuhan signifikan, ditambah realisasi PPN dan PPnBM masih mengalami kontraksi sebesar 19,7% year on year,” katanya.

Menurut Bintang, tren ini menimbulkan keraguan terhadap klaim pertumbuhan pengeluaran rumah tangga, mengingat indikator pendanaan dan keyakinan konsumen tidak menunjukkan peningkatan yang sesuai.

Ia juga menyoroti kondisi pasar kerja yang dianggap tidak mendukung klaim pertumbuhan ekonomi. Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan hingga Juni 2025, sebanyak 42.000 karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Banyak di antara mereka hanya beralih ke sektor yang memiliki produktivitas rendah, tidak formal, dan rentan, tetapi masih dianggap bekerja berdasarkan indikator BPS,” tegasnya.

Inisiatif tersebut menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan hanya sekadar angka, tetapi kombinasi dari berbagai faktor yang perlu dijelaskan secara transparan.

Di tengah akses informasi yang semakin terbuka, masyarakat dapat membandingkan konsistensi data pemerintah dengan indikator yang tidak memihak. Oleh karena itu, The Prakarsa mendorong kejelasan dalam penyajian angka pertumbuhan, khususnya mengenai kontribusi pengeluaran, investasi, serta impor-ekspor.

402SHARES3.7kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

7 Weton dengan Energi Positif Melimpah: Pribadinya Dikenal Paling Menyenangkan dan Selalu Jadi Idola Bagi Orang Disekitarnya! →

🔥 Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
🔗 Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

tranding berita Berita Keuangan bisnis ekonomi perdagangan

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

💚 Donasi via Sociabuzz 📲 Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

✉ Kirim ke Redaksi ❤ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

beritaBerita Keuanganbisnisekonomiperdagangan
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Profil Reno Piscopo, Pemain Australia di Bursa Transfer Persib, Ini Statistiknya
Previous

Profil Reno Piscopo, Pemain Australia di Bursa Transfer Persib, Ini Statistiknya

7 Weton dengan Energi Positif Melimpah: Pribadinya Dikenal Paling Menyenangkan dan Selalu Jadi Idola Bagi Orang Disekitarnya!
Next

7 Weton dengan Energi Positif Melimpah: Pribadinya Dikenal Paling Menyenangkan dan Selalu Jadi Idola Bagi Orang Disekitarnya!

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
☕ Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

☕ Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme