KPA NEWS – Sektor ganda Indonesia akan menghadapi kedatangan dua pasangan baru dari nomor ganda putri dan ganda campuran. Ester Nurumi Tri Wardoyo berpindah dari tunggal putri.
Kejutan besar terjadi setelah PBSI melakukan perubahan kembali pada pasangan di sektor ganda.
Sebelumnya, di nomor ganda campuran akan hadir debut yang paling dinantikan yaitu Dejan Ferdinansyah bersama Apriyani Rahayu.
Apriyani fokus sepenuhnya pada ganda campuran, yang kemudian memicu pertanyaan dari para penggemar bulu tangkis di Indonesia mengenai nasib Lanny Tria Mayasari sebagai pasangan sebelumnya Apriyani.
Sekarang keingintahuan itu telah terjawab.
Lanny akan terus bermain dalam nomor ganda putri tetapi akan berpasangan dengan rekan baru.
Tidak main-main, calon pasangan duet Lanny benar-benar akan memulai kiprahnya di sektor ganda putri karena sebelumnya ia menjadi salah satu andalan tunggal putri, yaitu Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Pelatih ganda putri PBSI, Karel Mainaky, menyatakan tindakan tersebut merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat kedalaman tim ganda putri Indonesia.
“Pada saat ini kami telah memiliki tiga pasangan utama yang menunjukkan konsistensi dalam prestasi. Namun, kami juga perlu mempersiapkan cadangan yang memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional,” ujar Karel dalam rilis pers PBSI.
“Berdasarkan evaluasi bersama tim pelatih tunggal putri, kami melihat potensi Ester akan lebih maksimal jika fokus pada sektor ganda putri,” tambahnya.
Menurut Karel, tokoh permainan Ester memiliki berbagai kelebihan yang sesuai dengan kebutuhan ganda putri masa kini.
Ester memiliki kemampuan yang bagus dari belakang, pukulan keras, penempatan bola yang tepat, serta kemampuan bergerak dan beralih yang sangat baik.
“Modal tersebut sangat penting dalam strategi permainan ganda putri saat ini,” katanya.
Selanjutnya, keputusan untuk menggabungkan Ester dengan Lanny diambil karena mereka memiliki sifat yang saling melengkapi.
Lanny memiliki kemampuan sebagai pengatur serangan di lini depan, mampu mengontrol ritme permainan dan menciptakan peluang untuk tim.
“Kami berharap gabungan kekuatan Ester di belakang dengan kreativitas Lanny di depan bisa berkembang menjadi pasangan yang kompetitif,” katanya.
PBSI melakukan perubahan susunan pemain di sektor ganda campuran dan ganda putri. Tindakan ini merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja atlet, kebutuhan regenerasi, serta penguatan kedalaman tim.
ΒSementara mengenai penggabungan Dejan dengan Apriyani, Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI, Rionny Mainaky, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melihat potensi Apriyani yang diperlukan sebagai karakter pemain perempuan dalam ganda campuran.
Selain itu, kemitraan Apri bersama Lanny dalam nomor ganda putri tidak memberikan hasil yang menggembirakan, sehingga lebih baik memisahkan mereka agar dapat fokus pada bidang yang sesuai.
Setelah melakukan penilaian mendalam, kami memperhatikan kondisi dan kinerja pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari saat ini belum mencapai standar yang kami harapkan.
“Oleh karena itu, kami berupaya mencari solusi terbaik agar potensi Apriyani sebagai atlet dapat dioptimalkan sekaligus memenuhi kebutuhan tim di bidang ganda campuran,” kata Rionny.
Menurut Rionny, Apriyani memiliki kemampuan yang sangat baik dalam beradaptasi di bidang ganda campuran.
Apriyani memiliki kemampuan memahami alur permainan dengan sangat baik, mampu berperan sebagai pengatur serangan, memiliki area pergerakan yang luas, serta tangguh dalam peralihan antara bertahan dan menyerang.
“Secara pengalaman dan mental bertanding, dia telah terbukti mampu tampil dalam pertandingan-pertandingan penting,” katanya.
Di sisi lain, Dejan Ferdinansyah dianggap memiliki kualitas sebagai pemain bertahan dengan kemampuan serangan yang kuat serta kemampuan dalam mengatur tempo permainan.
Dejan memiliki kemampuan smash yang sangat bagus dan mampu mengatur alur permainan dari posisi belakang.
“Kami melihat karakter mereka saling melengkapi, sehingga diharapkan bisa membentuk pasangan yang kuat dan kompetitif,” tambah Rionny.
Baik pasangan Apriyani/Dejan maupun Ester/Lanny akan mengalami masa penilaian.
Apriyani/Dejan akan dievaluasi setelah mengikuti enam kompetisi, sementara Ester/Lanny setelah lima kompetisi.
“Kami berharap memberi waktu yang cukup kepada setiap pasangan agar dapat beradaptasi. Evaluasi akan dilakukan secara objektif, mulai dari kimiawi, pola komunikasi, penyesuaian taktis, hingga konsistensi performa dalam pertandingan,” ujar Rionny.
“Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan program dan arah pembinaan selanjutnya,” tegasnya.
π₯ Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang