AA20gjyH.jpg
Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia Dibentuk di DPR
Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, bersama sejumlah anggota DPR dan DPD, mengumumkan pembentukan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia di DPR pada Senin (6/4). Inisiatif ini dilakukan sebagai respons terhadap situasi geopolitik global yang semakin memanas. Doli menyampaikan bahwa kaukus ini dibentuk berdasarkan kepedulian terhadap eskalasi konflik global yang berdampak luas, termasuk bagi Indonesia.
- kaukus parlemen untuk perdamaian dunia dibentuk di dpr anggota komisi ii dpr, ahmad doli kurnia tanjung, bersama sejumlah anggota dpr dan dpd, mengumumkan pembentukan kaukus parlemen untuk perdamaian dunia di dpr pada se…
- inisiatif ini dilakukan sebagai respons terhadap situasi geopolitik global yang semakin memanas.
- doli menyampaikan bahwa kaukus ini dibentuk berdasarkan kepedulian terhadap eskalasi konflik global yang berdampak luas, termasuk bagi indonesia.
- pembentukan kaukus tersebut telah dimulai sejak sepekan lalu dengan komunikasi intensif dengan puluhan anggota parlemen.
Daftar Isi
Pembentukan kaukus tersebut telah dimulai sejak sepekan lalu dengan komunikasi intensif dengan puluhan anggota parlemen. Doli menjelaskan bahwa sekitar 30-an anggota DPR dan DPD telah bergabung dalam satu grup yang diberi nama Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia.
Menurut Doli, kaukus ini bukan hanya gerakan moral, tetapi juga bagian dari upaya politik parlemen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki mandat konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban internasional.
Doli menyoroti beberapa konflik global yang semakin meluas, seperti perang Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina, serta ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia menilai situasi tersebut semakin kritis dan membawa dampak global, termasuk ancaman krisis energi dan ekonomi.
Selain itu, Doli menyebut bahwa Indonesia juga terdampak langsung dengan gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB. Ia mengatakan tiga warga negara Indonesia yang tergabung dalam prajurit TNI itu gugur selama menjalankan misi UNIFIL di Lebanon.
Ia menegaskan bahwa parlemen tidak bisa tinggal diam menghadapi situasi tersebut, sehingga diperlukan inisiatif pembentukan kaukus. Doli menekankan bahwa kaukus ini terbuka bagi seluruh anggota DPR, DPD, dan MPR lintas fraksi. Mereka juga akan melaporkan pembentukan ini kepada pimpinan lembaga masing-masing agar menjadi gerakan institusional.
Tujuan kaukus ini adalah untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mengambil langkah-langkah yang lebih serius dan tegas untuk mengakhiri perang serta menciptakan perdamaian dunia. Selain itu, kaukus juga berencana melakukan kampanye perdamaian dengan mendatangi kedutaan besar negara-negara yang terlibat konflik.
Dalam kesempatan tersebut, Doli juga membacakan deklarasi Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia. Salah satu poin utamanya menegaskan penolakan perang sebagai instrumen politik. Deklarasi tersebut menegaskan bahwa perang bukan solusi yang sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional.
Deklarasi juga menyerukan gencatan senjata, perlindungan warga sipil, serta penguatan peran PBB. Kaukus turut mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam diplomasi perdamaian.
Berikut 10 sikap geopolitik yang disampaikan oleh kaukus:
- Mengecam agresi militer: Parlemen Indonesia mengecam keras seluruh bentuk agresi militer yang dilakukan oleh pihak manapun yang memperluas konflik dan menimbulkan korban sipil.
- Menjamin keamanan jemaah haji: Pentingnya mengupayakan de-eskalasi di seluruh Timur Tengah untuk menjamin keamanan jemaah haji yang akan segera dilaksanakan.
- Menolak perang sebagai instrumen politik: Menegaskan bahwa perang bukan solusi yang sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional.
- Menyerukan gencatan senjata dan penghentian perang segera: Mendesak dilakukannya gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik termasuk Iran, Israel dan Lebanon.
- Perlindungan warga sipil: Menuntut seluruh pihak menghormati Konvensi Jenewa, menghentikan serangan terhadap warga sipil, tenaga medis dan fasilitas publik.
- Perlindungan pasukan perdamaian PBB: Mengutuk serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL yang menyebabkan gugurnya 3 prajurit TNI dan menuntut jaminan keamanan penuh bagi seluruh peacekeepers.
- Indonesia garda terdepan perdamaian dunia: Mendukung pemerintah untuk mengambil sikap yang lebih tegas serta berperan aktif dalam upaya mengakhiri perang dan menjadi garda terdepan mewujudkan perdamaian dunia melalui berbagai instrumen diplomasi.
- Mendukung penguatan PBB: Mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret termasuk resolusi penghentian konflik dan mekanisme perlindungan internasional.
- Menolak intervensi dan meningkatkan eskalasi politik: Menolak segala bentuk intervensi militer yang memperluas perang regional dan meningkatkan risiko konflik global.
- Mendorong diplomasi multilateral: Mendukung penyelesaian melalui jalur diplomasi, dialog konstruktif dan mekanisme multilateral yang inklusif.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Heryanrico Silitonga, S.H., CLA, CTA: Lawyer Modern dengan Keunggulan Legal Audit & Tax Strategy
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
Share this content:
