Sabtu, 12 September 2026Indonesia
Kompasia
Sumatera Barat

Istri Babinsa Jadi Guru Besar: Prof. Zulfani Sesmiarni Dikukuhkan di UIN Bukittinggi

Oleh reni hartuti · Juli 29, 2025 · 3 menit baca Penulis Terverifikasi
✓ Penulis Verified

Bukittinggi, Kompasia.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Prof. Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd., istri dari Sertu Bertoni—seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ampek Angkek Candung, Kodim 0304/Agam—resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Teknologi Pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Pengukuhan ini menandai puncak pencapaian akademik bagi Prof. Zulfani yang juga aktif sebagai dosen, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, serta ibu dari dua putri. Meski harus menjalankan berbagai peran secara bersamaan, ia berhasil membuktikan bahwa tekad, konsistensi, dan dukungan keluarga adalah fondasi utama untuk mencapai prestasi gemilang.

“Keluarga adalah benteng moral dan sumber semangat bagi setiap prajurit TNI. Pencapaian Prof. Zulfani membuktikan bahwa keluarga prajurit juga bisa memberikan kontribusi luar biasa dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan,” ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Jakarta, Rabu (23/07/2025).


🔍 Perjalanan Akademik yang Menginspirasi

Prof. Zulfani lahir di Koto Panjang pada 23 September 1981. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di daerah asalnya, lalu diterima di Universitas Negeri Padang (UNP) lewat jalur prestasi PMDK dan lulus tahun 2004 sebagai Sarjana Teknologi Pendidikan dengan beasiswa Supersemar.

Perjalanan akademiknya terus berlanjut:

  • S2 (Magister) diselesaikan di UNP pada 2007 dengan beasiswa dari STAIN Bukittinggi.
  • S3 (Doktor) ditempuh di Universitas Negeri Jakarta dan diraih tahun 2013 melalui beasiswa dari Diktis Kementerian Agama RI.

📚 Kontribusi Ilmiah dan Pengabdian

Sebagai akademisi, Prof. Zulfani telah menghasilkan karya-karya monumental:

  • Buku Model Evaluasi Program Pembelajaran, Filsafat Pendidikan, Pembelajaran Ramah Otak dalam Kurikulum 2013, hingga Perencanaan Pembelajaran: Kurikulum Merdeka.
  • Penelitian di jurnal nasional dan internasional, seperti riset tentang pembelajaran daring saat pandemi COVID-19 dan pengembangan media berbasis Augmented Reality.

🛡️ Peran Ganda: Istri Prajurit dan Penggerak Pendidikan

Di balik sorotan akademik, Prof. Zulfani tetap menjalankan tugas sosial dan keluarga. Sebagai istri seorang Babinsa, ia aktif dalam organisasi Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0304/Agam, serta terus mendorong kemajuan pendidikan di wilayah Sumbar dan sekitarnya.

Menurut Mayjen TNI Kristomei, pencapaian ini mencerminkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dimulai dari lingkar terdekat TNI.

“Kisah ini adalah teladan. TNI bangga terhadap peran istri prajurit yang berprestasi dan berdampak nyata bagi masyarakat. Semoga menjadi pemicu semangat bagi keluarga besar TNI di seluruh penjuru tanah air,” tambah Kapuspen TNI.


🎖️ Teladan Nasional dari Bukittinggi

Keberhasilan Prof. Zulfani bukan hanya kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga simbol kemajuan bagi keluarga besar TNI. Ia menunjukkan bahwa istri prajurit bukan sekadar pendukung di balik layar, melainkan sosok yang bisa tampil sebagai pemimpin intelektual, penggerak pendidikan, dan inspirasi bangsa.

Dari desa kecil di Koto Panjang hingga podium Guru Besar di UIN Bukittinggi, kisahnya membuktikan bahwa perempuan, bahkan di tengah dinamika tugas militer dan keluarga, mampu menorehkan jejak perubahan di dunia pendidikan nasional.


Tagar:
#GuruBesar #ZulfaniSesmiarni #IstriBabinsa #UINBukittinggi #PerempuanInspiratif #TNI #PendidikanIndonesia #KompasiaNews

Disclaimer Penulis
Seluruh isi, data, opini, klaim, gambar, tautan, dan materi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis, yaitu reni hartuti. Pengelola situs tidak selalu memiliki kendali editorial atas materi yang dikirimkan penulis. Status penulis: Terverifikasi.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

💬 Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

☕ Traktir Kopi

reni hartuti telah mempublikasikan 124 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

reni hartuti

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia