Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Jalan Rusak Bertahun-Tahun, Warga Galang Dana Rp45 Juta untuk Perbaikan

Oleh Pimpinan Redaksi · Desember 16, 2025 · 3 menit baca Penulis Terverifikasi
✓ Penulis Verified

Inisiatif Warga dalam Memperbaiki Jalan yang Rusak

Warga di Padukuhan Sonyo, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan pengumpulan dana secara mandiri untuk memperbaiki jalan yang rusak. Mereka merasa tidak puas dengan kondisi jalan yang telah lama rusak dan belum mendapatkan perhatian dari pihak berwenang.

Dalam upaya tersebut, warga berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 45 juta. Dana ini digunakan untuk memperbaiki lima titik kerusakan serius di wilayah Gunung Kelir dan Sonyo. Empat dari lima titik tersebut sudah diperbaiki dengan panjang sekitar 150 meter. Namun, kendaraan roda empat masih kesulitan melintasi jalan karena jembatan masih terputus.

Dukuh Sonyo, Suranto, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara darurat. “Yang kami tangani lebih dulu titik-titik darurat. Empat titik sudah bisa dilewati motor, tetapi mobil belum karena jembatan masih putus,” katanya. Perbaikan terakhir dilakukan pada Minggu dengan membuka separuh badan jalan agar akses warga tetap terjaga.

Salah satu titik krusial adalah gorong-gorong yang sebelumnya diperbaiki menggunakan batang kelapa. Namun, perbaikan sementara ini hanya bertahan sekitar empat bulan sebelum kembali rusak akibat longsoran talut. Saat ini, hanya separuh bagian gorong-gorong yang terpasang. Perbaikan gorong-gorong hingga kini belum dilanjutkan karena warga menunggu kejelasan rencana penanganan dari pemerintah.

Seluruh kegiatan perbaikan dilakukan melalui donasi swadaya warga. Dana terkumpul sekitar Rp 45 juta dan digunakan untuk pengecoran rabat beton tanpa melibatkan kontraktor atau pekerja proyek. Jika realisasi anggaran pemerintah terlalu lama, warga berencana melanjutkan perbaikan jembatan secara mandiri.

Jalan yang diperbaiki merupakan bagian dari ruas Branti–Gondangan–Pendem yang mengalami kerusakan berat. Ruas Branti–Gondangan memiliki panjang sekitar lima kilometer, dan Padukuhan Sonyo berada di jalur tersebut. Perbaikan parsial yang dilakukan selama ini dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi kondisi jalan secara keseluruhan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Didik Wijanarto, menyampaikan keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan untuk ruas jalan di wilayah Sonyo. Anggaran rutin yang tersedia umumnya hanya cukup untuk pekerjaan ringan dan mampu menangani sekitar dua titik pekerjaan dalam satu tahun. Pada 2025 tidak terdapat alokasi anggaran untuk ruas tersebut. Pemerintah daerah baru merencanakan anggaran sekitar Rp 250 juta pada 2026, itu pun terbatas untuk perbaikan gorong-gorong dan talut, bukan peningkatan badan jalan secara menyeluruh.

Perbaikan swadaya warga mencerminkan inisiatif masyarakat dalam menjaga akses dasar. Namun, kondisi ini sekaligus menunjukkan keterbatasan kapasitas anggaran daerah dalam menangani kerusakan infrastruktur secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Keberhasilan Warga Desa Ngadimulyo dalam Memperbaiki Jalan

Di wilayah lain, yaitu Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, warga juga melakukan perbaikan jalan secara mandiri setelah lama mengalami ketidakpuasan terhadap kondisi jalan yang rusak. Jalan yang menjadi vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat tersebut tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah.

Setelah 10 tahun jalan rusak, warga Desa Ngadimulyo memutuskan untuk bertindak sendiri. Mereka melakukan iuran sukarela dan gotong royong perbaikan jalan. Iuran sukarela yang terkumpul senilai Rp 10.450.000 digunakan untuk membeli material seperti semen dan pasir. Setiap kepala keluarga memberi iuran sukarela sebesar Rp 50.000. Bagi warga yang kurang mampu, tidak diwajibkan memberi iuran.

Proses perbaikan jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer membutuhkan waktu tiga hari. Setelah diperbaiki, jalan dapat dilewati masyarakat untuk berbagai aktivitas dengan nyaman dan aman. Respons masyarakat sangat positif setelah kondisi jalan sedikit lebih baik.

Jalan tersebut merupakan penghubung antar Desa Ngadimulyo ke Desa Bogoran dan Desa Karangrejo serta jalan utama warga ke pasar maupun ke sekolah. Sebelum diperbaiki, jalan berbatu dan licin, sehingga menyulitkan warga dalam beraktivitas, terutama ketika musim hujan. Tidak jarang, kecelakaan sering terjadi.

Warga berharap pemerintah memberi perhatian terhadap kondisi jalan di kawasan pelosok. Sebagian besar masyarakat di wilayah desa bergantung pada infrastruktur jalan guna melakukan berbagai aktivitas.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama “Kompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

💬 Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

☕ Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia