AA20z2DM.jpg
Penyangkalan Melania Trump terhadap Keterlibatan dengan Jeffrey Epstein
Istri Presiden Amerika Serikat, Melania Trump, secara tegas menyangkal pernah memiliki hubungan pertemanan dengan mantan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dan rekan kerjanya, Ghislaine Maxwell. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi yang dibacakan dari Gedung Putih.
- penyangkalan melania trump terhadap keterlibatan dengan jeffrey epstein istri presiden amerika serikat, melania trump, secara tegas menyangkal pernah memiliki hubungan pertemanan dengan mantan pelaku kejahatan seksual je…
- pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi yang dibacakan dari gedung putih.
- “kebohongan yang mengaitkan saya dengan jeffrey epstein harus dihentikan hari ini,” ujar melania saat membacakan pernyataannya.
- ia menekankan bahwa orang-orang yang berbohong tentang dirinya tidak memiliki standar etika, kerendahan hati, dan rasa hormat.
Daftar Isi
“Kebohongan yang mengaitkan saya dengan Jeffrey Epstein harus dihentikan hari ini,” ujar Melania saat membacakan pernyataannya. Ia menekankan bahwa orang-orang yang berbohong tentang dirinya tidak memiliki standar etika, kerendahan hati, dan rasa hormat. Meskipun ia tidak mempermasalahkan ketidaktahuan mereka, ia menolak upaya-upaya pihak yang berniat buruk untuk mencemari nama baiknya.
Sebelumnya, tidak ada indikasi bahwa Melania akan menyentuh topik ini dalam pernyataannya. Setelah pidato tersebut, Presiden Trump mengatakan kepada media bahwa ia tidak mengetahui bahwa sang istri akan membuat pernyataan seperti itu sebelumnya. Trump sendiri menyebut bahwa hubungannya dengan Epstein berakhir pada pertengahan 2000-an dan ia mengaku tidak mengetahui adanya pelanggaran hukum terkait kasus tersebut.
Jeffrey Epstein divonis bersalah pada tahun 2008 karena meminta layanan seksual dari anak di bawah umur. Ia dinyatakan bunuh diri di penjara pada 2019 saat menunggu proses hukum atas tuduhan perdagangan seks. Kini, kasus ini kembali menjadi sorotan setelah munculnya dokumen-dokumen baru yang menunjukkan keterlibatan tokoh-tokoh penting.
Hubungan dengan Epstein dan Maxwell
Melania menjelaskan bahwa ia hanya pernah bertemu Epstein karena berada dalam lingkaran sosial yang sama. “Saya tidak pernah berteman dengan Epstein. Donald dan saya sesekali diundang ke pesta yang sama dengannya, karena berbagi lingkar pergaulan adalah hal yang umum di New York,” katanya.
Ia juga menyatakan bahwa ia tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein atau menaiki pesawat pribadinya yang dikenal sebagai “Lolita Express.” Selain itu, Melania turut membantah memiliki hubungan dengan Ghislaine Maxwell, rekan sekaligus pasangan Epstein. “Untuk memperjelas, saya tidak pernah memiliki hubungan dengan Epstein maupun teman dekatnya, Maxwell,” tambahnya.
Maxwell dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada tahun 2022 atas perannya dalam jaringan perdagangan seks Epstein. Melania menegaskan bahwa ia telah mengenal Donald Trump sebelum bersinggungan dengan Epstein. “Saya bukan korban Epstein. Epstein tidak memperkenalkan saya kepada Donald Trump. Saya bertemu suami saya secara kebetulan di sebuah pesta di New York pada 1998,” ujarnya.
Mendorong Sidang Terbuka bagi Korban Epstein
Melania juga menyerukan agar Kongres AS menggelar sidang terbuka bagi para korban Epstein untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah. “Setiap perempuan berhak mendapatkan kesempatan untuk menceritakan pengalamannya di ruang publik, jika mereka menginginkannya,” katanya.
Selain itu, ia merespons email yang dikirimkan kepada Maxwell pada 2002—yang berisi pesan agar menghubunginya saat kembali ke New York—yang muncul dalam dokumen Departemen Kehakiman AS. Ia menyebutnya hanya sebagai “korespondensi biasa.”
Dampak Keterlibatan Epstein dengan Tokoh Publik
Keterkaitan Epstein dengan sejumlah tokoh ternama memicu dampak luas di Amerika Serikat dan negara lain seperti Norwegia dan Inggris dalam setahun terakhir. Detail baru terungkap dalam dokumen yang dirilis pada November dan Januari. Pada 1 April, Trump memberhentikan Jaksa Agung Pam Bondi setelah menuai kritik terkait penanganan dokumen yang dikenal sebagai “Epstein files.”
Di sisi lain, pada Maret, mantan Presiden Bill Clinton membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein dalam pernyataannya di hadapan komite Kongres. Kini, isu ini terus menjadi perhatian publik dan mengundang berbagai tanggapan dari berbagai pihak.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Heryanrico Silitonga, S.H., CLA, CTA: Lawyer Modern dengan Keunggulan Legal Audit & Tax Strategy
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
Share this content:
