BANDUNG, 7 November 2026 β Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kota Bandung di kancah nasional. Naureen Felicia Natasha, siswi kelas 5 SD Islam Al Azhar 36 Bandung, berhasil meraih medali emas kategori seni dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Al Azhar Seni Bela Diri (ASBD) 2026, dengan perolehan nilai 9.985 poin, yang disebut hampir menyentuh angka sempurna.
Prestasi tersebut diraih di tengah berlangsungnya rangkaian Kejurnas ASBD 2026 pada Sabtu (7/11/2026), yang mempertemukan para pendekar muda dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam seni bela diri.Kejuaraan yang diselenggarakan oleh LAZ Al Azhar ini menjadi ajang bagi para atlet muda untuk menguji keterampilan, kedisiplinan, konsentrasi, serta mental bertanding.Tampil Memukau, Naureen Torehkan Nilai 9.985
Dalam kategori seni, Naureen Felicia Natasha menunjukkan kemampuan yang mengantarkannya meraih posisi tertinggi dan membawa pulang medali emas.Perolehan 9.985 poin menjadi sorotan tersendiri karena menunjukkan capaian penilaian yang sangat tinggi dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.Kategori seni bela diri tidak hanya menuntut penguasaan teknik, tetapi juga ketepatan gerakan, keseimbangan, kekuatan, keluwesan, konsentrasi, serta kemampuan menampilkan rangkaian jurus secara terstruktur.Keberhasilan Naureen merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, terlebih prestasi tingkat nasional ini diraihnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.Harumkan Nama SD Islam Al Azhar 36 Bandung
Medali emas yang diraih Naureen menjadi kabar membanggakan bagi lingkungan SD Islam Al Azhar 36 Bandung.Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa para pelajar tingkat sekolah dasar memiliki potensi besar untuk berkompetisi dan berprestasi di bidang olahraga serta seni bela diri.Di balik sebuah pencapaian, terdapat proses latihan, ketekunan, disiplin, serta dukungan dari pelatih, sekolah, dan keluarga.Keberhasilan Naureen diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman seusianya untuk terus mengembangkan bakat, berani mengikuti kompetisi, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.Kejurnas ASBD 2026, Wadah Pembentukan Karakter Pendekar Muda
Kejuaraan Nasional Al Azhar Seni Bela Diri bukan sekadar ajang memperebutkan medali, melainkan juga sarana membangun karakter generasi muda melalui nilai sportivitas, tanggung jawab, keberanian, dan kedisiplinan.Melalui kompetisi ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengukur hasil latihan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding di tingkat nasional.Keberadaan cabang kategori seni juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya bela diri Indonesia, khususnya pencak silat.Emas Hari Ini, Inspirasi Masa Depan
Keberhasilan Naureen Felicia Natasha meraih medali emas dengan skor 9.985 menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk menghasilkan prestasi luar biasa.Pencapaian siswi kelas 5 SD Islam Al Azhar 36 Bandung ini diharapkan menjadi awal perjalanan panjang menuju prestasi-prestasi berikutnya, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.Selamat kepada Naureen Felicia Natasha atas keberhasilannya meraih medali emas Kejurnas ASBD 2026. Teruslah berprestasi, menginspirasi, dan mengharumkan nama sekolah serta Kota Bandung!Seluruh isi, data, opini, klaim, gambar, tautan, dan materi dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis, yaitu Rd.Rudi. Pengelola situs tidak selalu memiliki kendali editorial atas materi yang dikirimkan penulis. Status penulis: Terverifikasi.
π₯ Postingan Populer
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Bahlil Bantah Isu Penyadapan dan Minta Polisi Usut Tuntas
- Pakar Soroti Kasus Penyadapan Prabowo yang Libatkan Sejumlah Tokoh
- Membanggakan! Naureen Felicia Natasha, Siswi SDI Al Azhar 36 Bandung, Raih Emas Kejurnas ASBD 2026 dengan Nilai Hampir Sempurna
Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.
Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama βKompasiaβ digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.
Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.
Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.
Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.