Ringkasan Berita:
- Kaltim mengirimkan empat nominasi dalam API Awards 2026, yaitu Hudoq di kategori Atraksi Budaya, Bukit Sultan Kabupaten Paser di kategori Wisata Olahraga dan Petualangan, Bukit Steling Kota Samarinda di kategori Destinasi Baru, serta akun Instagram @dinaspariwisatakaltim di kategori Promosi Pariwisata Digital.
- Hudoq adalah ritual suci yang dilakukan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Timur dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional Indonesia.
KOMPASIA.COM– Kembali menonjolnya peran Kalimantan Timur dalam ajang wisata nasional melalui penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026.
Beberapa tempat tujuan wisata, kampanye digital, serta warisan budaya dari Benua Etam berhasil masuk dalam daftar calon dan bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Perhelatan API Awards yang telah memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-20 ini menjadi salah satu penghargaan pariwisata paling dihargai di Indonesia. Setiap tahun, berbagai tempat wisata, budaya, kuliner, festival, serta inovasi promosi daerah dinilai dan dipilih berdasarkan dukungan masyarakat melalui sistem pemungutan suara nasional.
Di API Awards 2026, terdapat 180 nominasi dari berbagai penjuru Indonesia yang lolos ke tahap pemungutan suara. Peserta yang berhasil masuk tiga besar dalam setiap kategori akan diundang menghadiri acara puncak penghargaan yang direncanakan digelar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Di tengah persaingan yang ketat, Kalimantan Timur mampu mengirimkan empat perwakilan dalam berbagai kategori. Empat nominasi tersebut berasal dari bidang budaya, destinasi pariwisata, wisata petualangan, serta promosi pariwisata secara digital.
Yang paling mendapat perhatian masyarakat adalah masuknya Hudoq, tradisi budaya dari suku Dayak Kalimantan Timur, ke dalam kategori Atraksi Budaya.
Empat Nominasi dari Kalimantan Timur dalam API Awards 2026
Partisipasi Kalimantan Timur dalam API Awards 2026 terbagi dalam empat kategori yang berbeda.
Di kategori Promosi Pariwisata Digital, Kalimantan Timur diwakili oleh akun Instagram resmi Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, yaitu @dinaspariwisatakaltim.
Di sisi lain, dalam kategori Destinasi Baru, Kalimantan Timur diwakili oleh Bukit Steling yang terletak di Kota Samarinda.
Selain itu, Kabupaten Paser juga mengirimkan Bukit Sultan dalam kategori Wisata Olahraga dan Petualangan.
Selain itu, yang paling mewakili identitas budaya Kalimantan Timur adalah Hudoq yang termasuk dalam kategori Atraksi Budaya.
Hudoq Menjadi Perwakilan Budaya Kalimantan Timur
Kehadiran Hudoq di dalam kategori Atraksi Budaya merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya masyarakat Dayak yang telah diturunkan dari generasi ke generasi selama ratusan tahun.
Di peringkat sementara hingga 15 Juni 2026, Hudoq mendapatkan 6,99 persen suara dan berada di posisi keempat. Menurut data terbaru yang dirilis oleh panitia, tingkat suara Hudoq berada sekitar 1,46 persen karena proses pemungutan suara masih berlangsung dan angka perolehan terus berubah sesuai dengan dukungan masyarakat.
Kategori Atraksi Budaya dipegang oleh Pakumbang Baroah dari Kabupaten Landak serta Wayang Orang Sriwedari dari Kota Surakarta.
Meskipun belum menduduki peringkat teratas, kehadiran Hudoq dalam daftar nominasi nasional menunjukkan bahwa budaya Dayak masih memiliki daya tarik yang kuat dan mendapat perhatian dari masyarakat luas.
Mengenal Upacara Hudoq, Tradisi Suci Suku Dayak
Hudoq adalah salah satu tradisi budaya yang paling terkenal di Kalimantan Timur.
Tradisi ini muncul dari komunitas Dayak, khususnya suku Dayak Modang, Dayak Bahau, dan Dayak Kenyah yang tinggal di berbagai daerah terpencil Kalimantan.
Nama Hudoq berasal dari bahasa Dayak Modang yang artinya adalah masker.
Oleh karena itu, salah satu ciri khas pertunjukan Hudoq adalah penggunaan topeng kayu berukuran besar yang memiliki wajah yang unik dan terkadang menakutkan.
Topeng itu dikombinasikan dengan pakaian yang dibuat dari daun pisang, daun kelapa, atau daun pandan yang disusun secara khusus hingga membentuk bentuk mirip makhluk tak kasat mata.
Bagi masyarakat Dayak, tarian Hudoq bukan hanya sekadar pertunjukan seni.
Mereka dianggap sebagai wakil dari roh-roh pelindung alam yang turun ke bumi guna melindungi manusia serta menjaga hasil panen dari gangguan hama maupun roh jahat.
Oleh karena itu, Hudoq memiliki makna spiritual yang sangat mendalam.
Berawal dari Ritual Pertanian
Asal usul Hudoq tidak dapat dipisahkan dari kehidupan pertanian masyarakat Dayak.
Sejak dulu, masyarakat Dayak memperoleh penghidupan dari kegiatan bertani, terutama menanam padi di lahan ladang.
Dalam keyakinan tradisional mereka, keberhasilan panen tidak hanya bergantung pada kemampuan manusia dalam mengelola lahan, tetapi juga dipengaruhi oleh keseimbangan hubungan dengan alam dan leluhur.
Oleh karena itu, Hudoq diadakan sebagai upacara adat untuk meminta berkah, perlindungan, serta panen yang melimpah.
Masyarakat menganggap bahwa kehadiran roh-roh pelindung yang ditampilkan melalui tarian Hudoq mampu mengusir berbagai ancaman yang bisa merusak tanaman.
Selain berupa bentuk doa, Hudoq juga merupakan ungkapan rasa terima kasih terhadap hasil pertanian yang telah diperoleh.
Makna Hudoq bagi Penduduk Dayak
Dengan berkembangnya zaman, peran Hudoq tidak lagi terbatas pada upacara pertanian.
Tradisi ini juga berkembang menjadi alat untuk memperkuat hubungan sosial antar warga.
Pelaksanaan Hudoq umumnya melibatkan partisipasi banyak warga yang berkumpul di satu area untuk mengikuti rangkaian upacara dan pertunjukan budaya.
Momentum ini menjadi tempat berkumpulnya masyarakat sekaligus alat untuk memperkuat identitas budaya Dayak.
Hudoq dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang dipercaya masih terus mengawasi kehidupan masyarakat.
Melalui kebiasaan ini, nilai-nilai kerja sama, saling bantu, penghormatan terhadap alam, serta perlindungan budaya disampaikan kepada generasi muda.
Dikenal sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Peran nilai budaya yang terdapat dalam Hudoq menyebabkan tradisi ini diakui oleh pemerintah.
Hudoq telah diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Teknologi.
Pernyataan ini memperkuat posisi Hudoq sebagai bagian yang penting dari kekayaan budaya nasional yang harus dijaga dan dilestarikan.
Bukan hanya di tingkat nasional, pemerintah daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga menganggap Hudoq sebagai salah satu ciri khas budaya setempat.
Berbagai perayaan dan kegiatan budaya sering diadakan guna memperkenalkan Hudoq kepada masyarakat umum.
Festival Hudoq telah menjadi kegiatan tahunan di beberapa wilayah seperti Mahakam Ulu dan Kutai Kartanegara.
Melalui perayaan tersebut, para pengunjung bisa menyaksikan langsung kekhasan pakaian tradisional, topeng, musik khas, serta makna filosofis yang terdapat dalam setiap gerakan tarian.
Proses Pemungutan Suara API Awards 2026 Masih Berlangsung
Peluang Provinsi Kalimantan Timur untuk meraih kemenangan terbaik dalam API Awards 2026 masih terbuka lebar.
Masyarakat masih bisa memberikan dukungan melalui berbagai cara pemungutan suara yang telah disediakan oleh panitia.
Dukungan bisa dilakukan melalui Instagram dengan memberi like pada unggahan resmi yang dinominasikan, melalui YouTube dengan menonton dan menyukai video promosi yang tersedia, menggunakan QRIS yang menghitung setiap Rp1.000 sebagai satu suara, serta melalui SMS premium ke nomor yang telah ditentukan oleh panitia.
Partisipasi Hudoq, Bukit Sultan, Bukit Steling, serta akun Instagram Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dalam API Awards 2026 menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan wisata Benua Etam kepada masyarakat Indonesia.
Selain sebagai ajang kompetisi, API Awards juga berfungsi sebagai media promosi yang mampu memperluas penyebaran destinasi wisata, budaya lokal, serta warisan leluhur agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
π₯ Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang