Ringkasan Berita:
- NSHE mengadakan sosialisasi terkait impounding PLTA Batangtoru kepada pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang terdampak.
- Pengisian awal waduk direncanakan dilakukan secara bertahap pada minggu pertama hingga ketiga Juli 2026 dengan debit aliran hilir tetap terkendali.
- PLTA Batangtoru dengan kapasitas 510 MW diharapkan segera beroperasi setelah tahapan pengisian awal bendungan selesai.
KPA NEWS -, JAKARTA– Sebelum pelaksanaan pengisian awal (impounding) Bendungan PLTA Batangtoru 510 MW di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE) mengadakan sosialisasi pengisian waduk kepada berbagai pihak.
Kegiatan yang diadakan di Aula Kantor Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, dihadiri oleh 98 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah, aparat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.
Sosialisasi ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk lebih memahami tahapan awal pengisian waduk, sistem keamanan bendungan, serta berbagai persiapan yang telah dilakukan perusahaan agar proses berjalan dengan aman.
Kepala Komunikasi Sosial PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE), Arie Dedy Puspita, menyatakan bahwa sosialisasi ini tidak hanya merupakan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bentuk komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan melalui komunikasi yang transparan dengan masyarakat.
“Kami berharap adanya komunikasi yang terbuka dan kerja sama dengan seluruh pihak terkait dapat memperlancar proses impounding serta meningkatkan kesiapan masyarakat di sekitar lokasi proyek,” kata Arie, dikutip Senin (29/6/2026.
Selanjutnya, kegiatan dimulai dengan sambutan dari Camat Sipirok, Danramil 03 Sipirok, Manajemen PLTA Batangtoru, serta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan.
Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kesiapan teknis bendungan, rencana pelaksanaan pengisian awal waduk, mekanisme keselamatan bendungan, serta menonton tayangan video profil PLTA Batangtoru dan simulasi rencana tindak darurat (RTD). 2. Peserta kemudian menerima penjelasan tentang kesiapan teknis bendungan, rencana pelaksanaan pengisian awal waduk, sistem keselamatan bendungan, serta menyaksikan tayangan video profil PLTA Batangtoru dan simulasi rencana tindak darurat (RTD). 3. Berikutnya, peserta diberikan informasi mengenai kesiapan teknis bendungan, rencana pelaksanaan pengisian awal waduk, prosedur keselamatan bendungan, serta menonton video profil PLTA Batangtoru dan simulasi rencana tindak darurat (RTD). 4. Setelah itu, peserta memperoleh penjelasan tentang kesiapan teknis bendungan, rencana penerapan pengisian awal waduk, mekanisme keselamatan bendungan, serta menyaksikan tayangan video profil PLTA Batangtoru dan simulasi rencana tindak darurat (RTD). 5. Selanjutnya, peserta diberikan penjelasan mengenai kesiapan teknis bendungan, rencana pelaksanaan pengisian awal waduk, sistem keselamatan bendungan, serta menonton video profil PLTA Batangtoru dan simulasi rencana tindak darurat (RTD).
Di dalam penyampaiannya, Manajemen PLTA Batangtoru menyampaikan bahwa seluruh bagian utama bendungan, sistem hidromekanik, dan sarana pendukung telah selesai dibangun serta melewati berbagai pengujian sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
Pengisian awal waduk direncanakan dilakukan secara bertahap pada minggu pertama hingga minggu ketiga Juli 2026 selama sekitar dua minggu.
Selama proses tersebut, aliran sungai ke daerah hulu tetap dipertahankan sesuai aturan sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat yang tinggal sepanjang Sungai Batangtoru.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, PT NSHE juga telah memasang papan informasi dan tanda peringatan di lima lokasi penting di wilayah hulu bendungan.
Ia mengatakan, tindakan ini dilakukan agar masyarakat semakin memahami kawasan genangan dan dapat melakukan kegiatan dengan lebih aman selama proses pengisian waduk berlangsung.
Pada acara diskusi, masyarakat memberikan berbagai masukan dan pertanyaan, mulai dari penyelesaian pengadaan tanah, sistem pengaduan, kesempatan kerja bagi penduduk setempat, hingga pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.
Segenap harapan tersebut diterima dan dicatatkan untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi yang relevan sesuai prosedur yang berlaku.
Perusahaan NSHE yakin bahwa keberhasilan proses penahanan tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis bendungan, tetapi juga pada persiapan semua pihak yang terlibat.
Diketahui bahwa PLTA Batangtoru 510 MW menggunakan sistem run-of-river dengan kolam harian seluas 106,75 hektar, PLTA ini direncanakan segera beroperasi setelah melalui tahapan sosialisasi pengisian awal waduk.
Berikut detail spesifikasi teknis serta lokasi:
Kemampuan Daya: 510 MW (terdiri dari 4 turbin dengan masing-masing memiliki kapasitas 127,5 MW).
Posisi Bendungan: Berada di Kecamatan Sipirok dan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pembangkit Listrik: Terletak di Kecamatan Batang Toru, terhubung melalui terowongan bawah tanah sepanjang 13 km.
Daerah Genangan: Luas 106,75 hektar dengan kemampuan menampung air sebanyak 18 juta meter kubik.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang