Metamorfosis Peternakan Sapi Perah Menjadi Wisata Edukasi di Kepanjen Malang

Ringkasan Berita: Milkindo Green Farm di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang menyediakan aktivitas budidaya hewan dan bertani bagi para pengunjungnya…
1 Min Read 0 1
Ringkasan Berita:
  • Milkindo Green Farm di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang menyediakan aktivitas budidaya hewan dan bertani bagi para pengunjungnya
  • Meskipun lokasinya dekat dengan pemukiman, aksesnya tergolong mudah. Bus dapat masuk langsung ke area tersebut.
  • Pengalaman wisata ini dimulai dari sebuah peternakan sapi perah. Secara perlahan, beberapa lembaga pendidikan tertarik mengunjungi peternakan tersebut untuk belajar cara memerah susu sapi.

kelolawisata.com |, KABUPATEN MALANG– Berbagai keindahan objek wisata edukasi dapat ditemukan di Kabupaten Malang. – Banyak pesona tempat wisata pendidikan tersedia di Kabupaten Malang. – Kabupaten Malang menawarkan beragam daya tarik destinasi wisata edukatif. – Terdapat berbagai keunikan tempat wisata edukasi di Kabupaten Malang.

Kunjungan edukasi dapat menjadi tempat tujuan liburan sambil belajar selama masa libur sekolah.

Contohnya, Milkindo Green Farm dapat menjadi acuan untuk berwisata sekaligus belajar.

Objek wisata yang berada di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini menyediakan aktivitas berternak dan bertani bagi para pengunjung.

Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Malang, atau memakan waktu sekitar 45 menit jika ditempuh dengan kendaraan pribadi.

Meskipun lokasinya dekat dengan pemukiman, aksesnya tergolong mudah. Kendaraan bus dapat masuk menuju ke lokasi tersebut.

Marketing Milkindo Green Farm, Surya Pamuji menyampaikan, pengembangan wisata ini dimulai dari sebuah peternakan sapi perah.

Akhirnya, beberapa lembaga sekolah tertarik mengunjungi peternakan ini untuk belajar cara memerah sapi.

Kemudian minat dari sekolah tersebut semakin meningkat.

“Kemudian kami berinovasi agar pengunjung yang datang ke sini tidak hanya memerah susu sapi tetapi juga mendapatkan edukasi dan menjadi sebuah destinasi wisata,” ujar Surya kepada kelolawisata.com.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, peternakan tersebut berubah menjadi destinasi edukasi. 2. Berikutnya, pengelolaan peternakan berubah menjadi bentuk wisata yang bermanfaat secara edukasi. 3. Peternakan ini kemudian mengalami perubahan menjadi tempat wisata yang bertujuan untuk edukasi. 4. Setelah itu, peternakan tersebut mulai beroperasi sebagai objek wisata edukatif. 5. Peternakan ini akhirnya bertransformasi menjadi sebuah tempat wisata yang menyediakan pendidikan.

Selain proses pemerasan susu sapi, terdapat berbagai macam fasilitas yang tersedia, seperti kegiatan bertani, memancing, flying fox, kereta mini, ATV, panahan, tempat bermain anak-anak, hingga waterpark, trampolin, dan jenis permainan lainnya.

Menurut Surya, wisata edukasi ini sering dikunjungi pada hari kerja. Sebagian besar pengunjung berasal dari sekolah yang berada di Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, serta Surabaya, Gresik, dan beberapa kota lain di Jawa Timur.

“Yang biasa itu seperti libur nasional, tapi lebih banyak di hari biasa untuk kegiatan edukasinya,” katanya.

Ia menjelaskan, tersedia paket wisata edukasi serta biasa. Untuk yang biasa, pengunjung dapat langsung datang ke lokasi dan membeli tiket masuk mulai dari Rp 10.000 per orang pada hari kerja dan Rp 15.000 per orang pada akhir pekan serta hari libur nasional.

Sementara untuk paket wisata edukasi, harga tiket berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 75.000 per orang.

Dalam paket perjalanan ini, pengunjung akan didampingi oleh staf.

Namun, agar dapat memesan paket wisata edukasi, pengunjung harus melakukan reservasi melalui nomor WhatsApp paling cepat H-7 sebelumnya.

Seperti kemarin Jumat (21/6/2026), tampak sekelompok pengunjung yang menggunakan bus pariwisata tiba di Milkindo.

Saat tiba di tempat tersebut, sejumlah anak terlihat menyebar mengelilingi objek wisata ini.

Di antaranya, ada yang mencoba kendaraan ATV, permainan flying fox, hingga mengunjungi peternakan sapi perah yang terletak di bagian paling belakang. Pada saat itu, mereka tiba sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut Surya, kegiatan memerah sapi hanya dapat dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Karena pada waktu tersebut merupakan masa terbaik bagi sapi dalam menghasilkan susu.

Adinda Larasati, salah seorang pengunjung mengatakan ini adalah pertama kalinya ia berkunjung ke tempat tersebut. Menurutnya, wisata edukasi peternakan seperti ini cocok bagi anak-anak.

Edukasi semacam ini membantu mereka memahami bagaimana cara memerah susu dari sapi.

“Lalu mereka juga bisa mengetahui berbagai jenis sapi,” kata Adinda sambil mendampingi anaknya.

Menurut Adinda, tidak banyak destinasi edukasi khusus yang menyediakan pengalaman peternakan di Kabupaten Malang. Oleh karena itu, wisata ini dapat menjadi pilihan terbaik untuk berlibur bersama keluarga, terutama pada masa liburan.

538SHARES4.1kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia