Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Nama-nama Pelaku TNI AL yang Didugaaniaya Guru di Talaud Akan Diproses Hukum

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Januari 24, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
162634 bagian simulasi latihan kapal selam 1265 711.jpg
βœ“ Penulis Verified

Kasus Penganiayaan oleh Oknum TNI AL di Melonguane: Respons Tegas dan Proses Hukum yang Berjalan

Peristiwa dugaan penganiayaan oleh oknum TNI Angkatan Laut (AL) terhadap warga di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, telah memicu kekhawatiran dan tuntutan dari masyarakat setempat. Kejadian ini tidak hanya mengganggu ketenangan warga tetapi juga menjadi perhatian serius bagi institusi militer.

Sebanyak lima oknum prajurit TNI AL diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap seorang warga bernama Berkam Saweduling. Korban, yang merupakan seorang guru SMK, mengalami cedera berat akibat tindakan tersebut. Insiden ini memicu kemarahan warga yang langsung melakukan aksi protes di depan Mako Lanal Melonguane.

Identitas Pelaku Terungkap

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, identitas kelima oknum prajurit yang terlibat dalam kejadian ini telah diketahui. Mereka adalah:

  • Trisma
  • Niko T
  • Idil
  • Dua orang lainnya dengan inisial M

Pihak Polisi Militer TNI AL (POM AL) Lanal Melonguane segera mengambil langkah tegas dengan mengamankan para terduga pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Komandan Kodaeral VIII Menegaskan Proses Hukum

Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, menegaskan bahwa seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia menekankan bahwa TNI AL tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL.

β€œKami memastikan bahwa proses hukum terhadap oknum aparat TNI AL tersebut dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar dia.

Respons Pihak Lanal dan Mediasi dengan Warga

Selain itu, pihak Lanal Melonguane juga telah memberikan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban. Danlanal Melonguane melakukan koordinasi dan mediasi dengan Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga korban untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Namun, proses hukum tetap berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga keadilan dan keteraturan di wilayah tersebut.

Penahanan Terduga Pelaku

Kelima oknum prajurit TNI AL yang terlibat dalam kejadian ini kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh POM AL. Video yang beredar menunjukkan mereka berada di sel tahanan POM AL Lanal Melonguane. Tokoh Adat Melonguane, Godfried Timpua, menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan bahwa pengawalan masyarakat tetap diperlukan hingga proses hukum tuntas.

Ia berharap langkah tegas POM AL ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota TNI agar tidak melakukan tindakan sewenang-wenang dan tetap menjaga marwah hukum dan adat di wilayah perbatasan utara NKRI.

Pernyataan Danlanal Melongguane

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil. Ia menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban dan semuanya telah terselesaikan dengan baik.

Ia juga memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

Viral di Media Sosial

Insiden ini viral di media sosial setelah foto-foto korban yang mengalami luka cukup parah beredar. Salah satu korban, yang merupakan seorang guru, tampak mengalami pembengkakan pada mata sebelah kanan dan luka goresan di bagian belakang tubuh.

Aksi spontan oleh 350 warga setempat di depan Patung Tuhan Yesus Melongguane menjadi bukti besar kemarahan masyarakat terhadap tindakan oknum TNI AL tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 Wita saat korban sedang memancing di pelabuhan. Sebuah kelompok orang yang diduga mabuk tiba-tiba muncul dan mulai berteriak. Saat didekati, korban menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.

Merasa resah, korban menegur para oknum tersebut sambil merekam menggunakan ponsel. Akibatnya, ia langsung dipukul dan dikeroyok sampai jatuh. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Mala untuk mendapatkan perawatan.

Kejadian tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban oknum TNI AL tersebut. Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali.

Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih berupaya mengonfirmasi insiden tersebut.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia