Ringkasan Berita:
- Penangkapan Taufik Hidayat dimulai dari ketajaman seorang Kanit Reskrim yang mengenali wajah pelaku yang menjadi buronan saat melihat foto yang viral di media sosial.
- Bersama mantan atasan pelaku, polisi menyusun rencana agar Taufik datang ke lokasi yang telah diawasi oleh aparat.
- Strategi tersebut berhasil. Berikut adalah rangkaian kejadian hingga Taufik akhirnya ditangkap setelah beberapa hari menjadi buron.
KPA NEWS –Penangkapan Taufik Hidayat, tersangka kasus pemaksaan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan dengan inisial YTR di Kabupaten Bandung, berawal dari ketelitian seorang anggota polisi yang mengenali wajah pelaku dari foto yang tersebar luas di media sosial.
Temuan tersebut kemudian menjadi awal dari pengungkapan keberadaan buron tersebut.
Kepala Unit Reskrim Polsek Jatinangor Ipda Hendi Setiawan kemudian berusaha memverifikasi identitas pria dalam foto tersebut dengan menghubungi sejumlah warga yang dikenalnya.
Data yang didapat mengarah pada Taufik Hidayat, yang dikenal oleh Hendi saat bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kecamatan Pacet.
Setelah identitas tersangka diketahui, pihak kepolisian menyusun tindakan untuk menemukan tempat persembunyiannya.
Usaha tersebut dilakukan melalui komunikasi antara Taufik dan mantan atasan yang bernama Dadang Ahyar Ismail, yang masih sesekali dihubungi oleh pelaku meskipun menggunakan nomor telepon berbeda setiap kali menghubungi.
“Saya melihat foto pelaku yang menyebar di media sosial. Setelah saya perhatikan, wajahnya mirip dengan seseorang yang saya kenal. Untuk memastikan, saya bertanya kepada beberapa orang dekat saya, salah satunya Pak Dadang, dan ternyata benar itu Taufik,” ujar Hendi saat diwawancara Tribun Jabar.id, di Mapolsek Jatinangor, Kamis (25/6/2026).
Setelah memverifikasi identitas tersangka, Hendi mulai membangun jaringan informasi guna menemukan keberadaan Taufik yang saat itu masih dicari oleh pihak berwajib.
Ia secara intens berkomunikasi dengan Dadang dan beberapa warga. Berdasarkan informasi yang didapat, Taufik terkadang menghubungi Dadang, yang pernah menjadi atasanannya di sebuah perusahaan.
Namun komunikasi terjadi tidak pasti karena pelaku selalu menggunakan nomor telepon yang berbeda-beda.
“Setiap kali melakukan panggilan, nomornya selalu berubah-ubah. Ketika nomor tersebut dicoba dihubungi kembali, sudah tidak berfungsi lagi. Jadi, hanya pelaku yang tiba-tiba menghubungi Pak Dadang,” katanya.
Mengenali peluang itu, Hendi bersama Dadang merancang strategi untuk mengetahui keberadaan Taufik. Ia meminta Dadang segera memberitahu setiap kali dihubungi oleh pelaku.
Peluang itu akhirnya tiba pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Dadang menghubungi Hendi dan menyampaikan bahwa Taufik memintanya untuk bertemu.
Menerima informasi tersebut, Hendi segera memerintahkan Dadang untuk mengikuti rencana yang telah disusun agar pelaku datang ke tempat yang mudah diawasi.
“Saya mengarahkan Tuan Dadang untuk bertemu dengan pelaku dengan metode tertentu yang sebelumnya telah kami sepakati. Tujuannya adalah agar keberadaan pelaku dapat diketahui dan dia bersedia datang ke lokasi yang kami tentukan,” katanya.
Kira-kira pukul 18.00 WIB, Dadang kembali menghubungi Hendi dan memastikan bahwa Taufik bersedia datang ke lokasi yang telah ditentukan, yaitu di sekitar rumah Dadang.
Mendapatkan kepastian tersebut, Hendi segera menghubungi anggota Resmob Polda Jawa Barat agar segera bergerak menuju lokasi yang sama. Ia juga langsung bertolak ke tempat pertemuan.
Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 18.30 WIB, Dadang tiba bersama Taufik.
Pada saat itu, Hendi bersama anggota Resmob Polda Jabar segera melakukan penangkapan.
“Segera setelah Pak Dadang dan Taufik tiba, pelaku langsung kami tangkap bersama anggota Resmob Polda Jabar,” katanya.
Setelah ditangkap, Taufik terlebih dahulu dibawa ke rumah Dadang sebelum akhirnya diserahkan dan dibawa ke Markas Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Tugas Hendi dalam perkara ini menjadi salah satu faktor penting dalam mengungkap keberadaan Taufik yang sebelumnya sering berpindah-pindah dan sulit ditemukan oleh aparat. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Cerita di Balik Penangkapan Pelaku Penyekapan Kejam: Strategi Cemerlang Kepala Satuan Reskrim Jatinangor dan Mantan Atasan
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
- Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
- Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang