Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Perbedaan Pendapat Partai Soal Pilkada Melalui DPRD
tranding

Perbedaan Pendapat Partai Soal Pilkada Melalui DPRD

By Redaksi Kompasia
Desember 31, 2025 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Perbedaan Pendapat Partai Soal Pilkada Melalui DPRD

Wacana Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD Menggelinding

Pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menjadi topik yang menarik perhatian setelah Partai Golkar menggelar rapat pimpinan nasional pada 20 Desember 2025. Dalam forum tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD. Usulan ini juga diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat hadir dalam acara puncak Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, pada 5 Desember 2025.

Prabowo menyatakan bahwa sistem pilkada lewat DPRD dapat membuat ongkos politik lebih murah. Ia menegaskan bahwa sistem ini sudah diterapkan di berbagai negara. Menurutnya, sistem demokratis ini bisa memberi solusi baru kepada rakyat. β€œDemokratis tapi jangan buang-buang uang. Kalau sudah sekali memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi, ya, kenapa enggak langsung saja pilih gubernurnya dan bupatinya, selesai,” ujarnya.

Sejumlah partai politik tampak merapat pada wacana pilkada tak langsung yang dilontarkan Partai Golkar. Beberapa partai seperti Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), hingga NasDem memiliki pandangan sendiri terhadap usulan tersebut. Selain itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga ikut memberikan tanggapan.

Gerindra Ikut Usulkan Pilkada Lewat DPRD

Partai Gerindra menjadi salah satu partai yang mengusulkan kepala daerah dipilih oleh DPRD. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Prasetyo Hadi mengklaim kajian internal mereka sudah lama mengusulkan perubahan sistem pilkada itu. β€œKajian kami di internal Partai Gerindra, kami memang terus terang salah satu yang mengusulkan atau berpendapat bahwa kami berkehendak untuk mengembalikan sistem pemilihan kepala daerah itu melalui mekanisme di DPRD,” ujar dia.

Menurut Prasetyo, sistem pilkada saat ini memiliki banyak sisi negatif, termasuk biaya besar yang dikeluarkan calon kepala daerah. Dia menilai perlu ada keberanian untuk melakukan perubahan sistem pemilihan kepala daerah. Pembahasan ini juga pernah dibahas ketika masa pemerintahan mantan Presiden Joko Widodo.

PAN: Usulan Pilkada Lewat DPRD Patut Dipertimbangkan

Partai Amanat Nasional (PAN) mengkaji usulan pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Wakil Ketua Umum PAN Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno mengakui bahwa pilkada tidak langsung bakal mengambil hak warga. Namun, ia menegaskan usulan itu patut dipertimbangkan. Eddy menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun menjabat di kepengurusan PAN, ia melihat peningkatan intensitas politik uang hingga politik dinasti.

Ia menilai sistem pilkada tidak langsung bisa menjadi solusi guna mengurangi pelbagai ekses politik tersebut. Kendati demikian, Eddy mengakui bahwa kembalinya sistem pilkada lewat DPRD menimbulkan pro maupun kontra di publik. Apalagi, selama ini masyarakat memiliki hak untuk memilih kepala daerahnya secara langsung.

NasDem: Pilkada Lewat DPRD Selaras Konstitusi dan Pancasila

Ketua Fraksi NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan bahwa sistem pilkada lewat DPRD selaras dengan konstitusi serta nilai-nilai Pancasila. Menurut Viktor, Undang-Undang Dasar 1945 tidak menetapkan satu model tunggal dalam demokrasi elektoral di tingkat daerah. Ia membantah anggapan bahwa pilkada dilakukan DPRD dimaksudkan untuk mematikan demokrasi.

β€œSelama prinsip partisipasi, akuntabilitas, dan kontrol publik dijaga, demokrasi tidak sedang dimatikan, tetapi justru diperkuat,” kata Viktor. Ia berargumen bahwa mahalnya ongkos politik sesungguhnya yang menjadi penyebab maraknya kepala daerah terjerat kasus korupsi.

PKS: Perlu Ada Recall Politik

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (MPP PKS) Mulyanto mengatakan partainya hanya mendorong mekanisme pemilihan gubernur oleh DPRD. Sementara pemilihan bupati dan wali kota dilakukan langsung oleh rakyat. Ia memahami bahwa isu ini sensitif dan turut memicu perdebatan.

Namun, menurut Mulyanto, yang utama diperlukan saat ini adalah sistem pemilihan yang konstitusional, rasional, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Ia mendorong pembiayaan kampanye yang lebih ketat, transparan, dan sebagian disubsidi negara. Untuk pemilihan gubernur, dia menilai bahwa legitimasi representatif melalui DPRD dapat meningkatkan koordinasi dan stabilitas pemerintahan.

PDIP: Ongkos Politik Tak Bisa Jadi Dalih Pilkada Lewat DPRD

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak gagasan bahwa pilkada melalui DPRD bisa menjadi jalan keluar dari masalah biaya politik. Menurut Deddy Yevri Hanteru Sitorus, anggota Komisi II DPR, pemerintah bisa mengakali penghematan anggaran pilkada dengan berbagai cara. Misalnya, pilkada digelar bersamaan dengan pemilihan legislatif atau pemilihan presiden agar meniadakan biaya pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Dia menegaskan bahwa mengembalikan sistem pilkada menjadi tidak langsung seperti era Orde Baru adalah sebuah kemunduran. Menurut Deddy, perkembangan demokrasi di Indonesia harusnya mendorong partisipasi masyarakat dalam memilih pemimpinnya. Bukan sebaliknya.

621SHARES9.7kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Trump Desak Netanyahu Ubah Kebijakan Tepi Barat, Perdamaian Gaza Terancam β†’

πŸ”₯ Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
πŸ”— Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

tranding demokrasi Kebijakan Publik politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

πŸ’š Donasi via Sociabuzz πŸ“² Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

βœ‰ Kirim ke Redaksi ❀ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

demokrasiKebijakan PublikpolitikPolitik dan Hukumpolitik dan pemerintahan
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Kaleidoskop OTT KPK 2025: Bupati Bekasi dan Ayahnya Ditangkap sebagai Broker Suap
Previous

Kaleidoskop OTT KPK 2025: Bupati Bekasi dan Ayahnya Ditangkap sebagai Broker Suap

Trump Desak Netanyahu Ubah Kebijakan Tepi Barat, Perdamaian Gaza Terancam
Next

Trump Desak Netanyahu Ubah Kebijakan Tepi Barat, Perdamaian Gaza Terancam

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
β˜• Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

β˜• Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme