Bursa Kandidat Calon Direktur Jenderal WHO yang Mengemuka
Proses pencarian calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasuki tahap awal, dengan sejumlah nama muncul sebagai kandidat potensial. Salah satu dari mereka adalah Menteri Kesehatan Indonesia yang dikenal dengan panggilan BGS. Nama Budi, yang sering disebut dalam berbagai diskusi internasional, menjadi salah satu tokoh yang dianggap memiliki peluang untuk menduduki posisi penting tersebut.
Selain Budi, beberapa kandidat lain dari berbagai negara juga mulai menarik perhatian. Berikut adalah daftar para pesaing yang saat ini menjadi sorotan dalam bursa calon Dirjen WHO:
Jeremy Farrar: Ilmuwan Inggris Raya
Jeremy Farrar, mantan Direktur Wellcome Trust dan saat ini menjabat sebagai Kepala Ilmuwan WHO, merupakan kandidat kuat yang memiliki latar belakang yang sangat kuat dalam bidang riset kesehatan global. Pengalamannya dalam mengelola portofolio riset yang luas dan rekam jejak tata kelola keuangan yang baik membuatnya layak dipertimbangkan sebagai calon terbaik.
Dr. Hanan Balkhy: Representasi Arab Saudi
Dr. Hanan Balkhy, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur (EMRO), menjadi perhatian khusus karena profil uniknya. Meskipun ia berasal dari Arab Saudi, ia lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat, sehingga memiliki kemampuan untuk menembus pasar politik AS. Dengan pengalaman di tingkat regional, ia bisa menjadi solusi diplomatis bagi pihak-pihak yang ingin melihat perubahan dalam kepemimpinan WHO.
Dua Wakil Jerman: Karl Lauterbach dan Paul Zubeil
Jerman, sebagai salah satu negara donor utama PBB, juga memiliki dua kandidat kuat. Karl Lauterbach, mantan Menteri Kesehatan Jerman, memiliki latar belakang medis dan akademis yang kuat. Namun, ia memiliki sedikit peluang karena pendiriannya yang positif terhadap WHO selama pandemi. Sementara itu, Paul Zubeil, Wakil Direktur Jenderal di Kementerian Kesehatan Federal Jerman, dikenal sebagai teknokrat yang dihormati dan memiliki pengalaman dalam koordinasi pembiayaan kesehatan.
Jarbas Barbosa: Perwakilan Brasil
Jarbas Barbosa, Direktur Regional WHO untuk Amerika, juga menjadi kandidat yang patut diperhitungkan. Ia dikenal sebagai seorang pragmatis yang mampu menyelesaikan masalah kredibilitas WHO. Dengan pengalaman di bidang regulasi kesehatan, ia bisa menjadi representasi Global South yang kompeten dan stabil.
Tiga Perempuan Prancis: Agnรจs Buzyn, Anne-Claire Amprou, dan Marisol Touraine
Prancis juga menyumbangkan tiga kandidat wanita yang berbeda. Agnรจs Buzyn, mantan Menteri Kesehatan Prancis, memiliki latar belakang yang kuat dalam penelitian dan kebijakan kesehatan. Anne-Claire Amprou, yang terlibat dalam Perjanjian Pandemi WHO 2025, memiliki pengetahuan teknis yang dalam tetapi kurang pengalaman politik. Sementara itu, Marisol Touraine, mantan Menteri Urusan Sosial dan Kesehatan Prancis, memiliki bobot politik yang kuat namun mungkin tidak cocok dengan iklim PBB saat ini.
Hans Kluge: Kandidat dari Belgia
Hans Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa, juga menjadi kandidat yang layak diperhitungkan. Ia memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai krisis kesehatan. Namun, ia menghadapi tantangan geopolitik karena posisi diplomatik negaranya yang kompleks.
Dengan banyaknya kandidat yang muncul, persaingan menuju kursi Dirjen WHO akan sangat ketat. Setiap kandidat memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing, dan proses seleksi akan memperlihatkan siapa yang benar-benar layak untuk memimpin organisasi kesehatan global ini.
๐ฅ Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang