Sabtu, 12 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Politikus PDIP Sindir Golkar: Kalah Tapi Masih Pengen Kuasai

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Juni 20, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified

PDIP Menanggapi Pernyataan Partai Golkar Mengenai Peran sebagai Penyeimbang

PDI Perjuangan (PDIP) memberikan respons terhadap pernyataan dari Partai Golkar yang mempertanyakan posisi partainya sebagai penyeimbang di luar pemerintahan. Dalam pernyataannya, Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menegaskan bahwa partainya memiliki sikap politik yang berbeda dibandingkan dengan Partai Golkar terkait hubungan dengan kekuasaan.

Deddy menyatakan bahwa PDIP tidak mengandalkan kekuasaan sebagai satu-satunya cara untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa. Ia menilai bahwa partai-partai seperti Golkar cenderung ingin ikut berkuasa baik dalam kondisi kalah maupun menang. Namun, PDIP justru tidak memiliki “kecanduan” terhadap kekuasaan, karena ia percaya bahwa partai bisa tetap berkembang tanpa harus menjadi bagian dari pemerintahan.

Selain itu, Deddy menyarankan Partai Golkar lebih fokus pada isu-isu penting yang dihadapi masyarakat, seperti masalah pemadaman listrik yang terjadi di beberapa daerah. Ia menilai bahwa sebaiknya Golkar tidak terlalu mengurusi posisi PDIP sebagai penyeimbang, melainkan lebih memperhatikan masalah nyata yang dialami rakyat.

PDIP Tidak Bergantung pada Kekuasaan

Menurut Deddy, meskipun berada di dalam pemerintahan memberikan banyak keuntungan, termasuk akses ke kekuasaan, PDIP tetap memilih untuk berada di luar pemerintahan. Ia menilai bahwa pilihan ini seharusnya dihormati oleh partai-partai lain. Ia juga menegaskan bahwa PDIP tidak memandang kekuasaan sebagai satu-satunya jalan untuk berkembang.

Ia mengakui bahwa partai-partai yang berada di dalam pemerintahan memiliki keuntungan besar, namun ia merasa heran dengan sikap negatif terhadap partai yang memilih tidak masuk ke dalam pemerintahan. Menurutnya, hal ini justru menunjukkan kurangnya pengertian terhadap keberagaman pilihan politik antar partai.

PDIP Menghormati Partai yang Berada di Pemerintahan

Deddy juga menegaskan bahwa PDIP menghormati partai-partai yang memilih bergabung dalam pemerintahan. Ia berharap sikap serupa juga ditunjukkan kepada partainya yang memilih berada di luar pemerintahan. Ia menilai bahwa setiap partai memiliki hak untuk menentukan posisi politiknya sendiri, dan semestinya semua partai saling menghargai.

Partai Golkar Mempermasalahkan Peran PDIP sebagai Penyeimbang

Sebelumnya, Partai Golkar mempertanyakan peran PDIP sebagai partai penyeimbang di luar pemerintahan. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan bahwa pihaknya menghormati pilihan politik PDIP. Namun, ia masih belum memahami secara jelas apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang yang diklaim oleh PDIP.

Sarmuji mengatakan bahwa selama ini belum terlihat secara jelas bagaimana PDIP menjalankan perannya sebagai penyeimbang. Ia menilai bahwa publik akan menjadi penilai akhir mengenai apakah PDIP benar-benar menjalankan tugas tersebut atau tidak.

PKB Minta PDIP Bersikap Jelas

Sebelum Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga sempat mengkritik posisi PDIP sebagai penyeimbang. Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, meminta PDIP bersikap tegas terkait posisinya. Menurut Gus Jazil, jika PDIP memilih berada di luar pemerintahan, maka sebaiknya mereka mengambil posisi oposisi secara jelas dan tidak abu-abu.

Ia menilai bahwa hingga saat ini, posisi PDIP masih terkesan tidak jelas. Menurutnya, PDIP sebaiknya lebih tegas agar dapat bergerak secara efektif dalam mendukung pemerintah atau mengkritik jika diperlukan.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia