Profil dan Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad yang Jadi Komisaris Krakatau Posco

Ringkasan Berita: Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad, menjadi perhatian. Nama Mufli Budi Ananda dikatakan masuk dalam daftar dewan komisaris…
1 Min Read 0 3
Ringkasan Berita:
  • Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad, menjadi perhatian.
  • Nama Mufli Budi Ananda dikatakan masuk dalam daftar dewan komisaris PT Krakatau Posco.
  • Sejarah pendidikan Mufli Budi Ananda kini sedang ditelusuri.
Β 

KPA NEWS –Asisten pribadi presenter ternama yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk Pembinaan Generasi Muda dan Seniman, Raffi Ahmad dilaporkan masuk dalam daftar komisaris PT Krakatau Posco.

Mufli Budi Ananda kini menjadi perhatian publik hingga informasi mengenai profil dan pendidikannya turut ditelusuri oleh netizen yang sekarang penasaran.

Banyak orang meragukan kelayakan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja Mufli dalam menjawab posisi sebagai komisaris perusahaan industri baja tersebut.

Laki-laki yang selalu menemani kegiatan Raffi, mulai dari urusan pekerjaan hingga bisnis, dianggap memiliki hubungan istimewa dengan keluarga suami Nagita Slavina.

Bahkan Mufli sering tampil dalam berbagai kegiatan keluarga Raffi dan Nagita saat berjalan-jalan keliling dunia, beberapa tahun yang lalu.

Kedekatan Mufli dengan anak-anak Raffi sering menjadi perhatian netizen.

Mengenai biodata pribadi Mufli serta jalur karier profesionalnya di luar tugas sebagai asisten Raffi Ahmad, informasinya masih sangat terbatas.

Meskipun demikian, data pendidikannya terdapat dalam Basis Data Pendidikan (PDDIKTI) yang dikutip pada Senin (29/6/2026).

Mufli pernah terdaftar sebagai mahasiswa Politeknik Bunda Kandung pada tahun 2007.

Kemudian ia dinyatakan lulus dari Diploma III Politeknik Bunda Kandung dengan jurusan Teknik Listrik.

Mulai dari situ, Mufli melanjutkan studi ke jenjang Sarjana Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional pada tahun 2012.

Namun dia mengajukan pengunduran diri pada tahun 2017.

Pada tahun 2014, ia kembali mengajukan pendaftaran ke Institut Sains dan Teknologi Nasional. Namun, kembali gagal lulus.

Mufli akhirnya mundur pada tahun 2018.

Dapat dikatakan, Mufli hingga saat ini belum menyelesaikan pendidikan sarjana satu atau masih dalam jenjang diploma tiga pada studi sebelumnya.

Tiba-tiba nama Mufli Budi Ananda muncul dalam susulan Dewan Komisaris PT Krakatau Posco.

Informasi tersebut juga diketahui melalui situs resmi perusahaan. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari PT Krakatau Posco maupun pihak Mufli terkait alasan penunjukannya sebagai komisaris.

PT Krakatau Posco merupakan perusahaan yang didirikan bersama oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO dari Korea Selatan, yang menjalankan pabrik baja lengkap di Cilegon, Banten, seperti yang tercantum dalam situs krakarauposco.id.

Pengembangan infrastruktur pabrik perusahaan dimulai sejak tahun 2011.

Hingga selesai dalam jangka waktu 36 bulan.

Pada tahun 2014, PT Krakatau Posco telah mulai beroperasi secara komersial. Perusahaan ini dikenal sebagai pabrik baja terpadu pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi blast furnace.

PT Krakatau Posco menyediakan berbagai kebutuhan baja bagi pasar dalam negeri. Termasuk dalam upaya memperkuat kompetensi industri baja Indonesia di tingkat regional.

Perusahaan Krakatau Posco berkedudukan dan menjalankan operasional pabriknya di Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Instagram Raffi Ahmad Diserang, Dampak Mufli Menjadi Komisaris Krakatau Posco

Kehadiran Mufli dalam jajaran komisaris menjadi salah satu isu yang banyak dibicarakan di media sosial.

Hal tersebut menyebabkan akun Instagram Raffi Ahmad, @rafinagita1717 juga terkena dampak.

Netizen yang penasaran dan tidak menerima pengangkatan Mufli sebagai komisaris, langsung mengisi kolom komentar di setiap unggahan Raffi.

Banyak kritikan negatif ditujukan kepada pria yang memiliki tiga anak itu.

Banyak orang juga mengkritik nama rekan kerja lain di rumah Raffi.

Sus Rini bersiap-siap menjadi menteri, mungkin bisa ya mungkin tidak,komentar netizen.

Seluruh anggota keluarganya dengan mudah menjadi pejabat,komentar netizen lainnya.

Tidak perlu membagi jabatan terlalu jelas,komentar netizen.

(KPA BERITA -/Ayu/Indah)(Bangkapost/Vigestha Repit Dwi Yarda)

456SHARES2.6kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia