Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

KPA News KPA News

Pusat Press Release, Advertorial & Direktori Bisnis Indonesia

  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
  • Beranda
  • Berita Utama
    • Keuangan
    • pendidikan
    • Politik
    • Sosial
    • Sport
    • Teknologi
    • Tokoh
    • Kirim Artikel Baru
    • Viral
  • kebijakan privasi
  • Tentang Kami
  • Sponsor
  • Ensiklopedia Bebas
  • wikipedia teknologi
Subscribe
Close

Search

Saat Sampah Menghancurkan Mata Pencaharian Nelayan Jakarta
tranding

Saat Sampah Menghancurkan Mata Pencaharian Nelayan Jakarta

By Redaksi Kompasia
November 13, 2025 3 Min Read
Komentar Dinonaktifkan pada Saat Sampah Menghancurkan Mata Pencaharian Nelayan Jakarta

Masalah Limbah di Teluk Jakarta yang Mengancam Kehidupan Nelayan

Limbah menjadi isu utama yang terus mengganggu ekosistem laut di Teluk Jakarta. Sejak awal tahun 2000-an, masalah ini terus berlangsung tanpa ada penyelesaian yang signifikan. Dampaknya sangat terasa bagi nelayan yang tinggal di pesisir Jakarta. Salah satu dari mereka, Salim (48), menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai tidak cukup tegas dalam menangani limbah.

β€œLimbah dari perusahaan atau pabrik sudah mulai terjadi sejak 2001-2002. Pemerintah harus lebih tegas, jangan hanya bicara saja tanpa ada bukti nyata,” ujarnya. Menurut Salim, jika limbah tidak dibuang ke laut, para nelayan bisa lebih sejahtera dengan hasil tangkapan ikan yang melimpah.

Selain Salim, Zaenal (41) juga mengeluh tentang kondisi limbah yang semakin parah. Ia menjelaskan bahwa air laut di Teluk Jakarta kini berubah warna, seperti hijau, biru, putih, dan merah teh. Limbah berwarna putih, menurutnya, memiliki bau yang menyengat dan mengganggu pernapasan nelayan.

Limbah tersebut membuat ikan sulit ditemukan karena mereka enggan masuk ke area yang tercemar. Akibatnya, nelayan seperti Zaenal terpaksa melaut lebih jauh untuk mencari tangkapan. Hal ini memperbesar risiko dan biaya operasional mereka.

Limbah Bukan Hanya dari Industri

Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa, menjelaskan bahwa limbah di Teluk Jakarta bukan hanya berasal dari industri. Ada 13 sungai di Jakarta yang bermuara di Teluk Jakarta, dan air dari sungai-sungai tersebut sudah tercemar oleh limbah rumah tangga, limbah industri, serta sampah.

β€œPenelitian menunjukkan bahwa pencemaran di sungai kemudian terbawa ke Teluk Jakarta. Oleh karena itu, tidak bisa disebutkan bahwa industri adalah penyebab utama pencemaran,” kata Mahawan. Meskipun demikian, pembuangan limbah oleh pabrik tetap menjadi faktor yang memperburuk kondisi laut.

Dampak pada Kesehatan dan Ekosistem

Keberadaan limbah di Teluk Jakarta tidak hanya mengurangi jumlah ikan, tetapi juga mengancam kesehatan manusia. Mahawan menjelaskan bahwa ikan yang hidup di lingkungan tercemar mengandung zat-zat berbahaya yang bisa merusak sistem pencernaan jika dikonsumsi.

Selain itu, kontak langsung dengan air laut yang tercemar juga berpotensi menyebabkan gangguan kulit pada nelayan. Hal ini menambah beban kesulitan yang dialami oleh para nelayan di wilayah tersebut.

Pemerintah Dinilai Kurang Maksimal

Mahawan menilai bahwa pemerintah belum memberikan perhatian yang cukup untuk menangani limbah di Teluk Jakarta. Reklamasi yang sempat digagas juga tidak mampu menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, lemahnya pendekatan hukum menjadi salah satu penyebab utama keberlanjutan pencemaran.

β€œPerlu adanya penegakan hukum yang lebih ketat agar pembuangan limbah tidak dilakukan sembarangan,” tambahnya.

Cuaca Buruk yang Memperparah Kesulitan

Selain limbah, nelayan juga menghadapi tantangan cuaca buruk. Dalam dua minggu terakhir, angin kencang dan gelombang tinggi menghambat aktivitas melaut. Zaenal mengatakan bahwa saat cuaca buruk, sebagian besar nelayan memilih untuk tidak melaut karena risiko yang tinggi.

Namun, ia tetap memilih melaut demi keluarganya. Pendapatan yang ia dapatkan turun drastis, dari Rp 800.000 per hari menjadi hanya Rp 300.000–Rp 400.000 per hari.

Alih Profesi sebagai Solusi Sementara

Cuaca buruk juga memaksa Bernis (53) untuk beralih profesi sementara waktu. Ia memilih menjadi kuli bangunan untuk mendapatkan penghasilan. β€œKita harus pintar-pintar mencari alternatif pekerjaan selama musim barat,” katanya.

Prediksi BMKG menunjukkan bahwa cuaca buruk akan terus berlangsung hingga akhir Februari 2026. Angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi menyebabkan banjir rob di Pesisir Jakarta, yang memengaruhi akses ke pelabuhan dan aktivitas melaut.

Imbauan dari BMKG

BMKG mengimbau nelayan untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Masyarakat diminta memantau informasi cuaca dari situs resmi BMKG dan akun Instagram @infobmkg. Selain itu, komunikasi antar nelayan dan koordinasi dengan pihak pelabuhan penting untuk memastikan keselamatan saat melaut.

828SHARES7.4kVIEWS

Bagikan Artikel & Dapat Reward

Share artikel ini ke media sosial. Setiap link/share valid bernilai Rp10.

WhatsAppFacebookXTelegram
Catatan: sistem mencatat 1 reward per platform, per artikel, per IP untuk mengurangi spam. Status awal pending dan dapat diverifikasi admin.

Baca Artikel Selanjutnya:

Saat Sampah Hancurkan Penghidupan Nelayan Teluk Jakarta β†’

πŸ”₯ Postingan Populer

  • 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
  • Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
  • Seafood Bakar Jimbaran: Resep Rahasia Devina Hermawan!
  • Renungan Harian Katolik 14 Juni 2026 Lengkap
  • Fika, Direktur PT MSA, Tersangka Kasus Suap Audit BPK dengan Bupati Muara Enim, Pasok Rp500 Juta
πŸ”— Cari alat parkir

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

tranding bencana bencana alam Bencana lingkungan berita Berita lokal

Jika Artikel Ini Bermanfaat, Tolong Bagikan & Dukung Tim Penulis

Setiap dukungan membantu kami terus menghadirkan artikel informatif, edukatif, dan bermanfaat untuk pembaca.

πŸ’š Donasi via Sociabuzz πŸ“² Bagikan WA f Facebook 𝕏 Share

Terima kasih sudah mendukung karya penulis independen.

KOMPASIA.COM

Kirim Berita dan Press Release Anda

Kirim berita, press release, artikel promosi, opini, kegiatan perusahaan, komunitas, atau informasi publik lainnya kepada Redaksi Kompasia.

βœ‰ Kirim ke Redaksi ❀ Dukung dengan Donasi
Email Redaksi: redaksikompasia@gmail.com
Materi yang dikirim akan melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan redaksi sebelum diterbitkan.

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen memenuhi standar Dewan Pers untuk menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan berimbang.

Tags:

bencanabencana alamBencana lingkunganberitaBerita lokal
Author

Redaksi Kompasia

Follow Me
Other Articles
Gus Elham Yahya Dikritik Keras Usai Cium Anak Saat Dakwah
Previous

Gus Elham Yahya Dikritik Keras Usai Cium Anak Saat Dakwah

Saat Sampah Hancurkan Penghidupan Nelayan Teluk Jakarta
Next

Saat Sampah Hancurkan Penghidupan Nelayan Teluk Jakarta

Seedbacklink

Berita Populer

1Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause

Kesehatan28 Jul 2026
2Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi

hukum27 Jul 2026
3Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS

Berita Utama25 Jul 2026
4REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air

Berita Utama25 Jul 2026
5Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Berita Nasional23 Jul 2026

agama angkutan Asia Astrolog berinvestasi berita Berita lokal bisnis budaya ekonomi hiburan Horoskop Hukum Pidana Indonesia infrastruktur insiden kasus kriminal Kebijakan Publik kejahatan kekayaan klub sepak bola kontroversi Laporan Polisi masalah sosial masyarakat media berita militer olahraga palang parkir pemerintah pendidikan peradilan pidana perbintangan perdagangan Polisi dan Penegakan Hukum politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan sejarah sepak bola teknologi tranding uang undang undang Undang viral

Populer

images (3)
TRI MATRA
OABh0Gb9JJdvaAF4AdqN6wExVwSX0kuIVak1kmxe
Trbratanews

Recent Posts

  • Primaya Hospital Ajak Perempuan Lebih Siap Hadapi Fase Perimenopause
  • Dukung Transformasi Digital dan Smart City, PT MSM Tiga Matra Satria Perkuat Ekosistem Parkir Nasional Berbasis Teknologi
  • Ekosistem Integrasi Sistem Pembayaran dan Gerbang Tol di Indonesia: Sinergi Infrastruktur, Inovasi RFID, dan Teknologi GNSS
  • REVOLUSI TEKNOLOGI PARKIR INDONESIA 2026 : Bagaimana AI, IoT, dan Cloud Computing Mengubah Wajah Industri Parkir Tanah Air
  • Revolusi Sistem Parkir Indonesia: Mobile Portable Semi-Manless Parking System Solusi Era Digital

Recent Comments

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • April 2025

Categories

  • advertorial
  • agama
  • Analisis
  • bali
  • Berita Internasional
  • Berita Nasional
  • Berita Utama
  • Bisnis
  • Bisnis dan Teknologi
  • Ekonomi
  • hukum
  • Investasi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan
  • karimun
  • Keamanan dan Kenyamanan Perumahan
  • Kepulauan Riau
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Kriminal
  • Layanan Parkir
  • Medan
  • Nasional
  • news
  • Olahraga
  • Opini
  • parkir
  • pendidikan
  • Politik
  • Profil Tokoh
  • Review
  • Riau
  • Sosial
  • Sport
  • Sumatera Barat
  • Teknologi
  • Teknologi dan Inovasi
  • Teknologi Parkir
  • Tokoh
  • tranding
  • Tutorial
  • UMKM
  • Viral
  • wisata

Kirim Opini,berita anda

email: redaksikompasia@gmail.com

Seedbacklink
β˜• Traktir Kopi

Dukung kami dengan traktir kopi agar kami bisa terus berkarya.

β˜• Traktir Sekarang

Copyright 2026 — KPA News. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme