Minggu, 23 Agustus 2026Indonesia
Kompasia
Teknologi

Semarang Masuk 30 Kota Terbaik Dunia di Guangzhou Award 2026

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Juli 7, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified

Kepri KPA NEWS -–Kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mampu membawa Kota Semarang mendapatkan pengakuan internasional.

Komitmen dalam membangun kota dengan sistem tata kelola yang kreatif, fleksibel, dan berbasis teknologi menghasilkan pencapaian yang ditunjukkan dengan terpilihnya inovasi AISSA (Artificial IntelligenceSolusi Limbah) sebagai salah satu dari 30Exemplary Initiatives di ajang prestisius 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026.

Pengumuman ini diungkapkan dalam rangkaian Kongres Dunia United Cities and Local Governments (UCLG) tahun 2026 yang berlangsung di Tangier, Maroko, pada 25 Juni 2026.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Kota Semarang sebagai kota yang mampu memberikan jawaban terhadap berbagai tantangan perkotaan melalui inovasi yang diakui oleh komunitas global.

Penghargaan Kota Inovatif Guangzhou Internasional adalah salah satu penghargaan paling dihormati dalam bidang inovasi perkotaan yang diadakan setiap dua tahun oleh Pemerintah Kota Guangzhou bekerja sama denganKota-Kota dan Pemerintahan Lokal Bersama(UCLG) serta Metropolis, jaringan kota-kota besar global.

Ajang ini memberikan penghargaan kepada pemerintah kota yang mampu menciptakan inovasi nyata dalam mengatasi berbagai tantangan perkotaan, mulai dari tata kelola pemerintahan, transformasi digital, layanan publik, lingkungan hidup, hingga pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Untuk Agustina, penghargaan ini bukan hanya tanda prestasi, tetapi juga pengakuan bahwa arah pembangunan Kota Semarang sedang berjalan dengan benar.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap kerja sama seluruh komponen Kota Semarang dalam menciptakan pemerintahan yang tanggap, kreatif, dan berfokus pada penyelesaian masalah masyarakat. Kota yang berkembang tidak hanya ditandai oleh kemampuannya membangun infrastruktur, tetapi juga dalam mampu memberikan solusi canggih untuk kehidupan warganya,” kata Agustina beberapa waktu lalu.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Kota Semarang terus mendorong transformasi digital sebagai dasar dari pelayanan publik yang semakin cepat, jelas, dan efisien. Penggunaan kecerdasan buatan bukan hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Kami berkomitmen memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Teknologi harus menjadi alat untuk mempercepat pelayanan, menjaga lingkungan, meningkatkan efisiensi pemerintahan, serta membuat kota Semarang semakin nyaman, bersih, dan kompetitif. Pengakuan internasional ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi baru,” tambahnya.

Penghargaan Guangzhou yang ke-7 mencatat rekor partisipasi terbanyak dalam sejarah penyelenggaraannya, dengan 381 inovasi dari 248 kota di 60 negara. Berbagai inovasi terkemuka dunia di bidang kecerdasan buatan, tata kelola digital, ketahanan iklim, serta pelayanan publik bersaing dalam acara tersebut.

Di tengah persaingan ketat, AISSA Kota Semarang mampu melewati seleksi yang dilakukan oleh Komite Teknis yang terdiri dari sembilan ahli internasional.

AISSA adalah inovasi pengelolaan limbah yang berbasis Teknologi Kecerdasan Buatan, dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam pemantauan, analisis, dan penanganan sampah secara menyeluruh.

Inovasi ini merupakan bagian dari perubahan sistem pengelolaan lingkungan yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang menuju kota yang lebih canggih dan berkelanjutan.

Kemenangan ini menjadikan Kota Semarang setara dengan berbagai kota dunia yang terkenal memiliki pendekatan terbaik dalam inovasi perkotaan, seperti Moskow, Vienna, dan Bristol.

Pencapaian ini juga memperkuat citra Semarang sebagai salah satu kota di Indonesia yang mampu menyajikan inovasi dengan standar internasional.

Dibawah kepemimpinan Wali Kota Agustina, Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat perubahan pembangunan melalui digitalisasi layanan, penguatan pengelolaan pemerintahan, peningkatan kualitas lingkungan, serta inovasi yang berorientasi pada masyarakat.

Pengakuan global ini menunjukkan bahwa Semarang tidak hanya mampu menghadapi berbagai tantangan perkotaan, tetapi juga menjadi contoh yang menginspirasi bagi kota-kota lain di dunia.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,475 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia