Tersangka Penganiayaan Pratu Farkhan Marpaung Ditangkap, Ayah Korban Tewas Dibunuh oleh TNI

AA1TwR63

Penyelidikan Dugaan Penganiayaan di TNI

Komandan Brigrif 25/Siwah, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera mengakui adanya dugaan penganiayaan yang dialami oleh Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Ia menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak satuan TNI Angkatan Darat, dengan instruksi langsung dari panglima TNI.

Ringkasan Cepat
  • penyelidikan dugaan penganiayaan di tni komandan brigrif 25/siwah, kolonel infanteri dimar bahtera mengakui adanya dugaan penganiayaan yang dialami oleh pratu farkhan syauqi marpaung.
  • ia menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak satuan tni angkatan darat, dengan instruksi langsung dari panglima tni.
  • “adik kita meninggal karena sakit, dan memang ada dugaan kekerasan.
  • namun kejadian tersebut terjadi di daerah penugasan, sehingga perlu melalui proses dan mekanisme yang tepat untuk meneliti kasus ini,” ujar danbrifif 25/siwah.
Daftar Isi
  1. Penyelidikan Dugaan Penganiayaan di TNI
  2. Proses Pemeriksaan dan Penahanan Terduga Pelaku
  3. Keluarga Menyampaikan Rasa Kecewa
  4. 🔥 Postingan Populer
  5. Artikel ini bermanfaat?
  6. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

“Adik kita meninggal karena sakit, dan memang ada dugaan kekerasan. Namun kejadian tersebut terjadi di daerah penugasan, sehingga perlu melalui proses dan mekanisme yang tepat untuk meneliti kasus ini,” ujar Danbrifif 25/Siwah.

Ia menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan masih belum bisa diputuskan, karena prosesnya dilakukan secara profesional dan seluruhnya dikawal oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pihaknya juga menyampaikan bahwa panglima TNI, KASAD, serta Pangdam telah mengutusnya untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

“Panglima TNI, KASAD, Pangdam, dan saya sendiri. Kami juga orang tua, bapak, dan pelatihnya. Kami juga kehilangan,” tambahnya.

Proses Pemeriksaan dan Penahanan Terduga Pelaku

Pihak TNI sudah menahan terduga pelaku di POM Timika. Saat ini, hanya satu orang yang ditahan, namun pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain.

Prajurit Satu (Pratu) Farkhan Syauqi Marpaung kini telah disemayamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun V, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan, pada Sabtu (3/1/2026). Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Upacara penghormatan dipimpin oleh inspektur upacara, Kolonel Inf Dimar Bahtera.

Tangis keluarga tak terbendung saat melihat peti jenazah anaknya dibawa dari masjid dekat rumahnya di Dusun IV, Desa Hessa Air Genting, Air Batu, Kabupaten Asahan ke TPU. Ibu Pratu Farkhan Syauqi Marpaung terlihat lemas dan bersandar di bahu keluarga.

“Anakku, sehat-sehat kamu ya nak. Selamat jalan anakku,” kata ibu Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, Marsinah Wati Silalahi, sambil langkah barisan prajurit TNI bergema mengantarkan peti jenazah ke dalam ambulans. Iringan sirene ambulans mengiringi perjalanan jenazah menuju kediaman terakhirnya.

Keluarga Menyampaikan Rasa Kecewa

Zakaria Marpaung, ayah Farkhan, mengatakan bahwa awalnya anaknya bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh. Seiring waktu, Pratu Farkhan ditugaskan ke Papua. Zakaria tidak menyangka hal buruk akan menimpa anaknya.

“Kabar itu disampaikan oleh sepupunya. Awalnya dia sakit, lalu menghangatkan badan di perapian, di Papua,” kata Zakaria saat diwawancarai di Desa Hassan Air Genting pada Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, seorang prajurit berpangkat Sersan menghampiri Pratu Farkhan untuk menanyakan kondisi. Zakaria mengatakan, saat itu Pratu Farkhan mengaku sakit. “Terus si Sersan ini memijiti. Lalu, datang yang berpangkat Kopral dan memanggil anak saya. Diajaknya ke samping, lalu disuruh tunduk, dipukul pakai ranting punggungnya.”

“Disuruh, kalau istilah di tentara itu, peluk tobat, ditendang. Dia tersungkur, jatuh. Lalu, dia bangkit terjadi pembelaan,” tambahnya.

Zakaria menyayangkan insiden tersebut. Meski begitu, ia bangga anaknya berani melawan senior untuk membela nyawanya. “Yang kukecewakan anakku mati bukan di ujung senjata GPK. Anakku mati sesama TNI dan di bawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI.”

“I mereka menyambung nyawa di sana. Yang harusnya saling menguatkan, saling melindungi, kenapa saling membunuh. Belum kering makam Prada lucky sekarang datang lagi makam Pratu Farkhan,” katanya lagi.

575SHARES2.6kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,824 ulasan)

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Tersangka Penganiayaan Pratu Farkhan Marpaung Ditangkap, Ayah Korban Tewas Dibunuh oleh TNI
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait