Senin, 14 September 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Tiga Bersaudara

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Januari 4, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified

Pekerjaan Pertama Zohran Mamdani Sebagai Wali Kota New York

Di hari pertamanya sebagai wali kota baru, Zohran Mamdani langsung mengunjungi sebuah apartemen yang sedang dalam proses pailit. Tindakan ini menunjukkan komitmennya untuk selalu berada di pihak para penyewa. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan memastikan hak-hak tenant tetap terlindungi. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa pemerintah memiliki hak untuk melakukan intervensi hukum jika diperlukan.

Dalam kunjungan tersebut, Zohran juga mengumumkan pembentukan dinas urusan perlindungan tenant. Jabatan kepala dinas ini diserahkan kepada Cea Weaver, seorang aktivis yang telah lama berjuang untuk kepentingan penyewa. Weaver, yang berkulit putih dan ahli perencanaan kota, terharu hingga sampai mengusap air mata saat diangkat sebagai kepala dinas tersebut.

Perusahaan properti yang sedang mengajukan pailit adalah Pinnacle. Perusahaan besar ini memiliki 50 blok apartemen di New York dengan lebih dari 5.000 penyewa. Mayoritas penyewa berasal dari kalangan pekerja harian seperti sopir, pegawai kecil, dan pekerja toko. Pinnacle mengajukan pailit karena ingin menghindari kewajiban membayar utang yang sangat besar kepada bank. Mereka mengeluhkan bunga bank yang terlalu tinggi dan tidak bisa menaikkan sewa.

Zohran Mamdani, yang baru saja dilantik sebagai wali kota, memiliki program unggulan yaitu membekukan tarif sewa apartemen. Ia menilai harga sewa sudah terlalu tinggi dan harus diatur agar tidak terus meningkat. Dengan langkah ini, prospek bisnis persewaan apartemen di New York dinilai semakin suram oleh Pinnacle.

Di Amerika Serikat belakangan ini muncul jenis inflasi baru, yaitu inflasi akibat kerakusan pengusaha. Harga saham harus terus naik, dan dorongan ini membuat harga-harga secara keseluruhan meningkat. Hal ini menjadi salah satu faktor utama inflasi yang terjadi.

New York tampaknya terus bergerak ke arah kiri. Tiga pejabat inti di kota ini memiliki aliran sosialis kiri. Ketiganya memiliki latar belakang agama yang berbeda: Zohran Mamdani, seorang Muslim, mengucapkan sumpah menggunakan Al-Quran. Jumaane Williams, seorang Kristen kulit hitam, menjabat sebagai advokat rakyat yang tugasnya membela hak-hak warga kota yang merasa kurang mendapat perhatian. Ia juga menjadi penampung keluhan warga kota. Mark D. Levine, seorang Yahudi, dilantik bersamaan dengan Zohran dan menjalankan jabatan comptroller, yang merupakan posisi penting dalam pengawasan anggaran pemkot secara total.

Tiga pejabat ini dipilih langsung oleh rakyat dan saling kontrol tanpa bisa saling mencopot. Tujuannya adalah untuk memastikan wali kota tidak menggunakan kekuasaannya secara sembarangan, terutama dalam bidang keuangan. Di Indonesia, posisi comptroller bisa diibaratkan sebagai gabungan antara menteri keuangan, Irjen, BPK, BPKP, dan KPK. Sangat berkuasa dan memiliki kemampuan untuk menghentikan proyek yang dana penggunaannya tidak baik.

Comptroller juga bertugas mengawasi penggunaan dana pensiun kota New York, yang merupakan salah satu dana pensiun terbesar di dunia, sebesar USD250 miliar. Dana ini digunakan untuk guru, polisi, pemadam kebakaran, dan pegawai Pemkot. Nilainya mencapai sekitar Rp4.000 triliun. Nama jabatan ini sering dianggap lucu karena berbeda dengan istilah “controller” yang biasa digunakan di dunia swasta. Namun, maknanya sama.

Asal usul istilah “comptroller” berasal dari kesalahan ketik awalnya. Orang Inggris mengira kata ini berasal dari bahasa Prancis “compt roller”, yang merujuk pada orang yang menyisiri gulungan kertas catatan keuangan untuk diperiksa ulang. Oleh karena itu, dalam peraturan perundangan, termasuk di Amerika, selalu ditulis “comptroller”. Jika ditulis “controller”, dokumen tersebut dianggap tidak sah secara hukum.

Dengan sistem kontrol ketat seperti ini, bahkan tanpa iman dan fikih pun sudah bisa menjadi sangat agamis.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia