gambar ilustrasi: msmparking.com

GILIMANUK, BALI — Pemerintah akan mulai menerapkan sistem palang parkir UltraGuard dan pembayaran parkir non tunai di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk pada Februari mendatang. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya modernisasi layanan di salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia yang menghubungkan Pulau Bali dan Jawa.
Penerapan sistem tersebut dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, BPD Bali, dan penyedia teknologi parkir nasional MSM Parking Group. Fokus utama program ini adalah meningkatkan kelancaran arus kendaraan, transparansi transaksi, serta keamanan operasional kawasan pelabuhan.
Fokus pada Efisiensi dan Transparansi

Pelabuhan Gilimanuk selama ini dikenal memiliki volume kendaraan yang sangat tinggi, terutama pada musim liburan dan hari besar keagamaan. Dengan sistem baru ini, proses masuk dan keluar kendaraan akan dikendalikan menggunakan palang parkir otomatis UltraGuard yang dirancang untuk operasional intensif dan penggunaan 24 jam.
Selain itu, pembayaran parkir akan dilakukan secara non tunai, memanfaatkan instrumen pembayaran elektronik yang didukung perbankan. Skema ini diharapkan dapat mengurangi antrean, meminimalkan transaksi tunai, serta meningkatkan akurasi pencatatan pendapatan.
Tahapan Persiapan
Menjelang implementasi Februari, sejumlah tahapan telah disiapkan, mulai dari survei teknis lokasi, pemasangan perangkat palang parkir, hingga integrasi sistem pembayaran dan pelaporan. Uji coba operasional juga akan dilakukan untuk memastikan sistem dapat berjalan stabil pada jam-jam sibuk penyeberangan.
Petugas lapangan dan operator sistem akan mendapatkan pelatihan agar transisi dari sistem manual ke sistem otomatis berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas penyeberangan.
Dukungan Digitalisasi Layanan Publik
Pihak terkait menilai penerapan parkir non tunai di Pelabuhan Gilimanuk sejalan dengan kebijakan digitalisasi transaksi di sektor pelayanan publik. Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini juga memudahkan proses pengawasan dan evaluasi karena seluruh transaksi tercatat secara digital.
Diharapkan Jadi Model Nasional
Dengan status Pelabuhan Gilimanuk sebagai simpul transportasi strategis nasional, penerapan palang parkir otomatis dan sistem pembayaran non tunai ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi parkir modern di pelabuhan penyeberangan lain di Indonesia.
Pemerintah berharap, mulai Februari mendatang, pengguna jasa penyeberangan dapat merasakan layanan parkir yang lebih tertib, cepat, dan transparan, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas antara Bali dan Jawa.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
