Kondisi Jalan yang Viral di Media Sosial
Sebuah video yang menunjukkan aspal jalan yang mudah terkelupas hanya dengan digaruk tangan telah menjadi perbincangan di media sosial. Video tersebut diunggah dan beredar luas, memicu kekhawatiran masyarakat tentang kualitas pengaspalan jalan yang baru saja selesai dikerjakan.
Lokasi pengambilan video tersebut adalah Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Dalam video tersebut, seorang warga menunjukkan kondisi jalan desa yang baru saja diaspal dan tampak rentan terhadap kerusakan.
Penjelasan dari Sekretaris Desa
Sekretaris Desa Karangturi, Jumeri, menjelaskan bahwa pekerjaan pengaspalan jalan baru saja selesai pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, video yang direkam dan beredar hanya berselang sekitar satu jam setelah pekerjaan selesai. Menurutnya, saat itu aspal belum masuk tahap pengerasan sempurna.
Jumeri mengatakan bahwa secara teknis, aspal hotmix tidak langsung menyatu dan mengeras maksimal tepat setelah digelar. Proses pematangan aspal membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari agar benar-benar melekat kuat dengan material batu di bawahnya.
“Bukan berarti habis digelar langsung keras sempurna. Ada proses,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa bagian pinggir jalan memang lebih rentan terhadap kerusakan karena tidak tertekan langsung oleh alat berat atau tandem roller. Oleh karena itu, jika dipaksa dikorek saat aspal belum menyatu sempurna, maka akan mudah terkelupas.
Video Bukan untuk Viral, Tapi Soal Penutupan Jalan
Jumeri mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada warga yang merekam video tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga tersebut tidak berniat memviralkan atau menuding kualitas pekerjaan buruk. Berdasarkan klarifikasi yang dilakukan pihak desa dan pelaksana proyek, warga tersebut mengaku tidak memahami teknis pengaspalan.
“Yang bersangkutan sendiri mengakui tidak paham soal aspal. Tujuannya awalnya hanya mempertanyakan kenapa jalan tidak ditutup saat pengaspalan,” katanya.
Namun, video tersebut kemudian diteruskan ke beberapa pihak lain hingga akhirnya beredar luas di media sosial dan memicu persepsi negatif di masyarakat. “Dia kirim ke temannya, lalu diteruskan lagi, akhirnya viral. Padahal konteksnya bukan mengkritik kualitas pekerjaan,” tambahnya.
Proyek Pengaspalan Jalan
Pengaspalan jalan tersebut merupakan proyek bantuan keuangan provinsi (Bangub) yang bersumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes). Jalan yang diaspal berada di Dusun II Desa Karangturi, dengan panjang sekitar 275 meter dan lebar 3 meter, serta menggunakan anggaran sekitar Rp100 juta.
Proyek ini dilaksanakan sejak Minggu (4/1/2026) hingga Selasa siang (6/1/2026). Jumeri menambahkan bahwa pengajuan bantuan keuangan tersebut dilakukan oleh desa sejak Maret 2025 melalui paguyuban, dan disetujui oleh Pemerintah Provinsi. Meski Kepala Desa Karangturi yang mengajukan telah meninggal dunia pada Agustus 2025 lalu, desa tetap menindaklanjuti program tersebut setelah SK kegiatan turun pada 15 September 2025.
Jalan Aman Dilalui
Lebih lanjut, terkait tidak adanya penutupan jalan saat proses pengaspalan, pihak desa menilai hal tersebut masih aman karena jalan berada di lingkungan perkampungan dan tidak dilalui kendaraan berat. “Setelah digilas pun jalan tetap aman dilewati dan tidak amblas. Hanya proses penyatuan aspalnya saja yang memang butuh waktu,” tegasnya.
Jumeri berharap masyarakat dapat memahami bahwa kualitas pekerjaan konstruksi tidak bisa dinilai secara instan, apalagi hanya beberapa jam setelah pengerjaan selesai.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
