Sabtu, 22 Agustus 2026Indonesia
Kompasia
Trending

Tabiat Pratu Farkhan Syauqi yang Diduga Dianiaya Senior, Ayah: Anakku Mati di Tangan Kopral

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Januari 4, 2026 Β· 2 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified

Kematian Pratu Farkhan Syauqi Marpaung di Papua: Dugaan Penganiayaan oleh Senior

Pada 31 Desember 2025, seorang prajurit TNI bernama Pratu Farkhan Syauqi Marpaung meninggal dunia di Papua. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan dugaan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh penganiayaan yang dilakukan oleh senior militernya.

Latar Belakang dan Peristiwa yang Terjadi

Pratu Farkhan awalnya bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh. Ia kemudian dipindahkan ke Papua dalam rangka menjalankan tugas negara. Ayah korban, Zakaria Marpaung, menceritakan bagaimana anaknya mengalami sakit dan mencoba untuk menghangatkan tubuhnya dengan berada di dekat perapian. Saat itu, seorang prajurit berpangkat Sersan mendekati Farkhan untuk menanyakan kondisinya.

Farkhan mengaku sedang merasa tidak enak badan. Sersan tersebut lalu memijatnya. Namun, tak lama kemudian, seorang Kopral datang dan memanggil Farkhan. Ia dibawa ke samping dan diminta untuk tunduk. Setelah itu, Farkhan dipukul menggunakan ranting punggung. Selanjutnya, ia diminta untuk “peluk tobat” dan ditendang hingga jatuh. Meski sempat bangkit, Farkhan akhirnya terluka dan meninggal.

Zakaria menyampaikan rasa kecewanya karena anaknya meninggal bukan di medan perang, melainkan di tangan sesama anggota TNI. Ia juga menyampaikan rasa bangga atas keberanian putranya dalam membela diri.

Proses Pemakaman dan Tanggapan Keluarga

Jasad Pratu Farkhan Syauqi Marpaung telah dimakamkan di TPU Dusun V, Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan. Upacara pemakaman diawali dengan prosesi penghormatan yang dipimpin oleh Kolonel Inf Dimar Bahtera. Keluarga sangat sedih saat melihat peti mati anaknya dibawa dari masjid ke lokasi pemakaman.

Ibu dari Farkhan, Marsinah Wati Silalahi, terlihat menangis dan memanggil anaknya dengan penuh kasih. Ia mengucapkan doa terbaik untuk putranya, meskipun kehilangan yang dialaminya sangat berat.

Karakter dan Prestasi Pratu Farkhan

Sebagai prajurit TNI, Pratu Farkhan dikenal sebagai sosok yang tangguh dan memiliki motivasi tinggi. Komandan Brigif 25/Siwah Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, menyatakan bahwa Farkhan menjadi contoh bagi rekan-rekannya. Ia dianggap sebagai prajurit yang siap ditempatkan di mana saja, mudah bergaul, dan tegas.

Kolonel Dimar juga menyampaikan bahwa Farkhan adalah bagian dari keluarga besar TNI. Mereka merasa sebagai orang tua, mentor, pelatih, abang, saudara, dan sahabat bagi Farkhan. Mereka mengakui bahwa ia adalah sosok yang sangat tangguh.

Penyelidikan Kasus Penganiayaan

Menanggapi dugaan penganiayaan terhadap Farkhan, Kolonel Dimar mengakui adanya indikasi kekerasan. Kasus ini sedang dalam penyelidikan oleh satuan TNI Angkatan Darat, dengan perintah langsung dari Panglima TNI, Agus Subianto.

Terduga pelaku telah diamankan dan ditahan di POM Timika. Hingga saat ini, hanya satu orang yang terlibat, namun penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah ada pelaku lain yang terlibat.

Kesimpulan

Kematian Pratu Farkhan Syauqi Marpaung di Papua menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan dan perlindungan yang diberikan kepada para prajurit. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh institusi militer untuk lebih waspada dan memastikan bahwa setiap prajurit dilindungi serta dihargai.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,475 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia