Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS Terungkap, Tapi Masih Ada Keraguan
Setelah hampir sebulan menggegerkan masyarakat, kasus pembunuhan MAHM (9), anak dari politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang, akhirnya menemui titik terang. Pelaku yang diketahui bernama HA (30) ditangkap di rumah mantan Anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri, pada Jumat (2/1/2026). Penangkapan ini terjadi saat pelaku sedang melakukan aksi pencurian.
Penangkapan HA dilakukan setelah asisten rumah tangga (ART) Roisyudin melihat tindakan mencurigakan dan langsung meminta bantuan warga serta polisi. Dalam keadaan panik, HA sempat bersembunyi di dalam rumah sebelum akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian. Namun, meski penangkapan berhasil dilakukan, ada beberapa poin yang masih menjadi pertanyaan besar bagi para ahli.
Psikolog Forensik Mengkritik Proses Penyelidikan
Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, menyampaikan kekhawatiran terkait cara polisi mengumumkan pelaku pencurian sebagai tersangka pembunuhan. Menurutnya, proses penyelidikan belum sepenuhnya memadai. Ia menyoroti bahwa tidak ada bukti fisik seperti foto atau sketsa wajah pelaku pembunuhan yang dapat dibandingkan dengan wajah HA. Selain itu, tidak ada pemeriksaan DNA atau sidik jari antara HA dan lokasi kejadian pembunuhan.
Reza juga menanyakan logika di balik tindakan HA. Jika pelaku memiliki motif berbeda di dua tempat—mencuri di satu rumah dan membunuh di rumah lainnya—apakah hal itu masuk akal? Ia menegaskan bahwa aksi pencurian dan pembunuhan bisa jadi dilakukan oleh orang yang berbeda.
Masa Lalu Pelaku dan Kejadian Pencurian
HA ditangkap saat melakukan pencurian di rumah Roisyudin. Dede Rohana, anggota DPRD Provinsi Banten, mengungkapkan bahwa saat penangkapan, mereka tidak mengetahui bahwa HA juga terkait dengan kasus pembunuhan MAHM. Menurut Dede, rumah yang menjadi lokasi pencurian sering kali kosong karena pemiliknya sering pergi ke BSD, Tangerang.
Pencurian pertama terjadi pada hari Minggu (28/12/2025), di mana pelaku mencoba membawa brankas namun gagal. Akibatnya, HA kembali ke lokasi tersebut untuk melanjutkan aksinya. Pada momen Tahun Baru, saat rumah kembali sepi, HA kembali melakukan aksi pencurian. Aksi ini terbongkar ketika ART menemukan pelaku sedang mencoba membuka brankas.
Peristiwa Dramatis Saat Penangkapan
Penangkapan HA terbilang dramatis. Saat ditemukan, pelaku sempat menodongkan pistol kepada warga, sehingga membuat warga enggan langsung menangkapnya. Setelah ditangkap, ternyata pistol tersebut hanya mainan jenis gas. Tak lama kemudian, pasukan Brimob datang untuk memastikan situasi aman.
Menurut Dede, HA terlihat seperti spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Meskipun memiliki pekerjaan tetap sebagai karyawan Chandra Asri, ia tetap melakukan tindakan kriminal. Hal ini menimbulkan pertanyaan: mengapa seseorang dengan penghasilan stabil justru memilih untuk mencuri?
Kronologi Pembunuhan MAHM
Kasus pembunuhan MAHM bermula pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 14.20 WIB. Ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon dari anak keduanya yang terdengar panik. Setelah pulang ke rumah, Maman menemukan anaknya dalam kondisi kritis dengan luka parah dan pendarahan hebat. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida, Cilegon, namun nyawanya tidak tertolong.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa MAHM mengalami 19 luka tusukan benda tajam. Kasus ini menimbulkan banyak tanda tanya, termasuk bagaimana pelaku bisa masuk ke rumah tanpa terdeteksi dan apa motifnya.
Pertanyaan yang Masih Belum Terjawab
Meski HA telah ditangkap, masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Apakah HA benar-benar pelaku pembunuhan? Bagaimana mungkin seseorang yang baru saja melakukan pembunuhan bisa langsung melakukan pencurian? Dan apakah proses penyelidikan polisi sudah cukup mendalam?
Reza menegaskan bahwa proses hukum harus tetap profesional dan tidak hanya mengandalkan pengakuan pelaku. Ia menyarankan agar polisi memiliki dua alat bukti tambahan untuk memproses HA sebagai pelaku pembunuhan. Dengan demikian, keadilan dapat ditegakkan secara benar.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Edukasi Sistem Parkir Wisata Non-Tunai bersama KelolaWisata.com : Solusi Digital untuk Pengelolaan Wisata Modern
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
- Manless Ticket Dispenser Standar Internasional: Spesifikasi Lengkap
Share this content:
