Longsor Cisarua Tewaskan Puluhan, Apakah Bandung Barat Rawan Bencana?

AA1UXo82.jpg

Bencana Longsor di Kabupaten Bandung Barat Menjadi Perhatian Masyarakat

Saat ini, perhatian masyarakat, khususnya warga Jawa Barat, tertuju pada bencana longsor yang terjadi di Kampung Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam kejadian tersebut, sebanyak 16 jenazah berhasil dievakuasi, sementara sekitar 80 warga masih dalam pencarian akibat longsoran yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 3.00 dini hari.

Ringkasan Cepat
  • bencana longsor di kabupaten bandung barat menjadi perhatian masyarakat saat ini, perhatian masyarakat, khususnya warga jawa barat, tertuju pada bencana longsor yang terjadi di kampung kuning, desa pasirlangu, kecamatan …
  • dalam kejadian tersebut, sebanyak 16 jenazah berhasil dievakuasi, sementara sekitar 80 warga masih dalam pencarian akibat longsoran yang terjadi pada sabtu, 24 januari 2026, pukul 3.00 dini hari.
  • wilayah kbb memiliki kontur yang didominasi oleh perbukitan, mulai dari daerah cililin, padalarang, hingga lembang.
  • hal ini memicu pertanyaan apakah wilayah ini termasuk daerah dengan potensi bencana tinggi.
Daftar Isi
  1. Bencana Longsor di Kabupaten Bandung Barat Menjadi Perhatian Masyarakat
  2. Daerah dengan Resiko Bencana Tinggi di Jawa Barat
  3. 🔥 Postingan Populer
  4. Artikel ini bermanfaat?
  5. AutoIndex: Portal Berita & Media Online

Wilayah KBB memiliki kontur yang didominasi oleh perbukitan, mulai dari daerah Cililin, Padalarang, hingga Lembang. Hal ini memicu pertanyaan apakah wilayah ini termasuk daerah dengan potensi bencana tinggi.

Berdasarkan laporan World Risk Report 2025 yang telah dipublikasikan secara global, Indonesia menduduki posisi ketiga sebagai negara dengan potensi bencana terbesar, setelah Filipina dan India. Posisi ini menunjukkan penurunan dibanding tahun 2024, di mana Indonesia berada di posisi kedua.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, atau dari 1 Januari hingga 17 Desember 2025, terjadi sebanyak 3.116 kejadian bencana di berbagai wilayah Tanah Air. Dari jumlah tersebut, hampir seluruhnya adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan serta lahan.

Secara detail, sekitar 99 persen dari total 3.116 kejadian bencana merupakan bencana hidrometeorologi, sedangkan sisanya adalah bencana geologi seperti gempa bumi, erupsi gunung api, dan tsunami. Banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 1.584 kejadian, disusul oleh cuaca ekstrem sebanyak 673 kejadian dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) sebanyak 546 kejadian. Tanah longsor tercatat sebanyak 225 kejadian, sementara kekeringan terjadi sebanyak 36 kali.

Untuk bencana geologi, tercatat 23 kejadian gempa bumi, 7 erupsi gunung api, dan 1 kejadian tsunami sepanjang tahun 2025. Data BNPB juga mencatat bahwa bencana-bencana tersebut mengakibatkan 1.498 orang meninggal dunia, 264 orang hilang, dan 7.751 orang mengalami luka-luka.

Dari segi infrastruktur, sebanyak 184.344 unit rumah mengalami kerusakan, yang terdiri dari 49.294 rumah rusak berat, 37.524 rusak sedang, dan 97.526 rusak ringan. Selain itu, 2.271 fasilitas umum dilaporkan rusak, termasuk 1.334 satuan pendidikan, 668 rumah ibadah, serta 269 fasilitas layanan kesehatan.

Daerah dengan Resiko Bencana Tinggi di Jawa Barat

Berdasarkan laporan yang dirilis di laman inarisk tahun 2025, Jawa Barat tidak masuk dalam daerah dengan resiko bencana tinggi. Wilayah di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, lebih banyak menjadi daerah dengan risiko bencana tinggi.

Di Jawa Barat sendiri, wilayah selatan mendominasi sebagai daerah dengan resiko tinggi. Kabupaten Bandung Barat masuk dalam kategori kuning atau kategori resiko sedang. Posisi KBB berada di posisi 16 sebagai daerah di Jabar dalam hal tingkat resiko bencana di tahun 2025. Dari 10 besar daerah dengan resiko bencana tinggi, wilayah di Jabar selatan mendominasi, antara lain Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, dan Pangandaran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan bahwa di awal tahun 2026, atau periode 1 hingga 13 Januari 2026, tercatat 18 kejadian bencana di wilayah Jawa Barat. Kejadian tersebut meliputi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Bencana-bencana ini menyebabkan 4 rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang, 38 rumah rusak ringan, serta 5.843 bangunan terendam banjir. Selain itu, tercatat 11 rumah ibadah terdampak, satu fasilitas kesehatan, dan tiga fasilitas pendidikan.

Daftar peringkat daerah beresiko bencana di Jabar 2025 berdasarkan inarisk BNPB adalah sebagai berikut:

  1. Kabupaten Sukabumi
  2. Kabupaten Cianjur
  3. Kabupaten Tasikmalaya
  4. Kabupaten Karawang
  5. Kabupaten Kuningan
  6. Kabupaten Garut
  7. Kabupaten Subang
  8. Kabupaten Pangandaran
  9. Kabupaten Cirebon
  10. Kabupaten Sumedang

Wilayah Kabupaten Bandung Barat berada di posisi 16 dalam daftar tersebut.

993SHARES1.3kVIEWS
Rating Artikel: ★★★★★ (5/5 dari 1,998 ulasan)

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Share this content:

8af7c997b935b7c4511af7a8f293314c8b23370a9faab25876ea06c6dd15b252?s=96&d=mm&r=g Longsor Cisarua Tewaskan Puluhan, Apakah Bandung Barat Rawan Bencana?
Author: Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Kata Kunci Terkait