AA22hTtM.jpg
Pelaku Pembunuhan dan Perampokan Dumaris Ternyata Menggunakan Narkoba Sebelum Beraksi
Empat pelaku yang terlibat dalam pembunuhan dan perampokan terhadap Dumaris, seorang lansia di Pekanbaru, ternyata melakukan pesta narkoba setelah menjalankan aksinya. Saat ditangkap, para pelaku diperiksa urine dan hasilnya menunjukkan bahwa mereka positif mengonsumsi narkoba.
- pelaku pembunuhan dan perampokan dumaris ternyata menggunakan narkoba sebelum beraksi empat pelaku yang terlibat dalam pembunuhan dan perampokan terhadap dumaris, seorang lansia di pekanbaru, ternyata melakukan pesta nar…
- saat ditangkap, para pelaku diperiksa urine dan hasilnya menunjukkan bahwa mereka positif mengonsumsi narkoba.
- para pelaku yang ditangkap adalah sl alias selamet (34 tahun), ew alias erwandi alias iwan (39 tahun), aft alias anisa (21 tahun), dan l alias lisbeth (22 tahun).
- penangkapan pertama dilakukan terhadap af dan sl, yang diketahui telah menikah siri, di sebuah rumah kontrakan di aceh tengah.
Daftar Isi
Para pelaku yang ditangkap adalah SL alias Selamet (34 tahun), EW alias Erwandi alias Iwan (39 tahun), AFT alias Anisa (21 tahun), dan L alias Lisbeth (22 tahun). Penangkapan pertama dilakukan terhadap AF dan SL, yang diketahui telah menikah siri, di sebuah rumah kontrakan di Aceh Tengah. Sementara itu, E dan L ditangkap di Binjai.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kp Anggi Rian Dianta, menjelaskan bahwa awalnya pihak kepolisian mengumpulkan rekaman CCTV dari tempat kejadian perkara hingga SPBU Muara Fajar, tempat korban terakhir kali mengisi bahan bakar. “Kami mengecek nomor polisi kendaraan karena plat nomornya berasal dari Aceh Tengah. Dari informasi tersebut kami berkordinasi dengan pihak Aceh Tengah,” ujar Anggi Rian.
Dari Pekanbaru, dua tim langsung melakukan pengejaran menuju Aceh dan Medan. “Sore hari sudah tahu posisi di Aceh Tengah, yaitu di sebuah gubuk milik abang angkat pelaku. Kami berhasil mengamankan otak pelaku AF dan eksekutor SL,” tambah Anggi Rian.
Untuk penangkapan di Sumatera Utara dipimpin oleh Kompol Rainly setelah berkoordinasi dengan pihak Aceh. Setelah penangkapan di Aceh, tim di Medan langsung menerima informasi bahwa dua pelaku lainnya berada di Binjai. “Kami berkordinasi dengan Polres Binjai dan menemukan lokasi di kontrakan milik L di Binjai. Kami langsung menuju lokasi dan Alhamdulillah berhasil mengamankan dua orang tersebut, yakni L dan E.”
Kedua pelaku sempat memberikan timah panas karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Dengan tindakan tegas terukur, dua pelaku laki-laki ditembak di bagian kaki.
Penggunaan Narkoba dalam Aksi Kejahatan
Anisa Tumanggor dan kawan-kawannya ternyata menggunakan narkoba sebelum melakukan aksi perampokan dan pembunuhan terhadap Dumaris. Para pelaku ini menggunakan narkotika jenis ekstasi saat melancarkan aksinya.
AF, sebagai otak pelaku, merupakan mantan menantu Dumaris. Ia didampingi oleh SL sebagai eksekutor, serta dua temannya, E dan L. “Keempatnya dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis ekstasi dan menjalankan aksinya dalam pengaruh narkoba,” ujar Dirkrimum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, dalam ekspos kasus yang digelar Minggu (3/5/2026).
Dalam pengaruh narkoba, para pelaku bertindak tanpa batas. Awalnya, rencana mereka adalah melakukan perampokan di rumah korban. Namun, setelah tiba di Pekanbaru, rencana berubah menjadi pembunuhan terhadap keluarga korban. “Awalnya mereka ingin merampok di rumah korban, namun berubah menjadi rencana pembunuhan setelah sampai di Pekanbaru. Bahkan, mereka ingin menghabisi semua yang ada di rumah,” jelas Hasyim.
Keempat pelaku ini sudah berada di Pekanbaru sejak Sabtu (25/4/2026) dengan menginap di hotel melati di Jalan Riau sebelum melancarkan aksinya pada Rabu (29/4/2026). Beberapa hari sebelum kejadian, mereka sempat melakukan survei lokasi target, yakni rumah korban.
Pada hari kejadian, AF menghubungi suaminya Arnold, anak korban, dan berjanji bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman. Saat bertemu, pelaku langsung menuju ke rumah korban. Di dalam rumah, AF yang merupakan menantu ditemani L, yang merupakan teman sekolah SMP AF di Sumut.
Saat berada di dalam rumah, AF dan L saling menyambut korban. Mereka bahkan saling mencium tangan. Saat ngobrol, SL masuk dengan pura-pura menagih uang taksi online anaknya. Dengan membawa sebalok kayu yang sudah disiapkan dari hotel, SL langsung menghujam kayu tersebut ke dada dan kepala korban hingga meninggal dunia.
Mayat korban langsung diseret ke kamar mandi dan meninggal di tempat. Dua pelaku laki-laki juga merusak CCTV di rumah korban. Saat itu, Arnold tiba di rumah dan diajak ngobrol oleh dua pelaku perempuan, AF dan L. Sehingga Arnold belum sampai masuk ke dalam rumah dan belum melihat kondisi ibunya yang sudah tergeletak meninggal dunia.
Arnold kemudian diajak untuk menemui keluarga pelaku di Minas Siak. Rencana pelaku untuk mengeksekusi Arnold batal setelah tiba di Minas. Akhirnya, pelaku memberikan uang 50 ribu kepada Arnold dan menyuruhnya kembali ke Pekanbaru.
Motif pelaku, AF, adalah karena sakit hati kepada keluarga korban setelah menjadi menantu selama setahun di rumah tersebut. AF menikah dengan Arnold pada 2022 dan meninggalkan rumah mertuanya pada 2023 silam ke Medan. Alasannya adalah karena merasa tersinggung dengan ucapan korban dan keluarganya.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Share this content:
