Demo Setelah Kirim Mahasiswa ke Ende, Unsoed Tegaskan Menolak MBG dan Koperasi Merah Putih

Peristiwa Unjuk Rasa di Universitas Jenderal Soedirman Pada hari Senin (22/6/2026), terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas…
1 Min Read 0 10

Peristiwa Unjuk Rasa di Universitas Jenderal Soedirman

Pada hari Senin (22/6/2026), terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Aksi ini berlangsung di depan rektorat dan melibatkan jajaran rektorat serta mahasiswa dalam diskusi mengenai keikutsertaan salah satu mahasiswa dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam sesi akhir, mahasiswa meminta rektor untuk menandatangani dan membacakan pernyataan sikap yang telah disiapkan. Berikut adalah enam poin utama dari pernyataan tersebut:

  1. Keterlibatan individu dalam kegiatan tersebut tidak dapat dianggap sebagai representasi sikap mahasiswa secara keseluruhan.
  2. Menolak segala bentuk kooptasi atau kompromi politik yang menjadikan mahasiswa sebagai alat pencitraan kekuasaan.
  3. Menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih karena dinilai merugikan rakyat dengan memangkas dana pendidikan dan kesehatan.
  4. Menekankan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa dari pengaruh politik praktis.
  5. Meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas penunjukan dan keterlibatan mahasiswa dalam agenda kunjungan kerja Wakil Presiden.
  6. Menegaskan bahwa universitas tidak akan menerima program MBG dan Koperasi Merah Putih.

Rektor Unsoed, Prof Akhmad Sodiq, menyatakan bahwa pihak rektorat menghormati sikap politik mahasiswa dan siap menjadikannya bahan refleksi bersama. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus tetap berada dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kemarahan Mahasiswa

Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa ini murni hasil dari kemarahan dan kekecewaan mahasiswa terhadap sikap universitas. Terutama terkait pengiriman delegasi mahasiswa dalam agenda kunjungan kontroversial tersebut.

Azza menekankan bahwa elemen mahasiswa tidak ingin adanya ruang kompromi politik dengan penguasa. Ia juga menuntut agar tindakan sepihak yang diambil oleh rektorat diakui sebagai kesalahan dan tidak terulang kembali.

Ia menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi bentuk keberanian untuk menegaskan posisi politik mahasiswa yang hanya berpihak kepada rakyat Indonesia.

Jadikan Bahan Evaluasi

Rektor Unsoed, Prof Akhmad Sodiq, menyatakan bahwa semua aspirasi mahasiswa telah didengarkan dengan seksama dan akan dijadikan bahan evaluasi bersama. Ia menegaskan bahwa setiap institusi perguruan tinggi memiliki koridor dan porsi peran yang jelas sesuai Tridharma Perguruan Tinggi.

Menurut Sodiq, kebijakan terkait MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan kebijakan pemerintah pusat, sementara perguruan tinggi fokus pada fungsi riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan akademik lainnya.

Respons Terkait Pengiriman Delegasi

Sodiq menjelaskan bahwa pengiriman delegasi mahasiswa dalam kunjungan Wakil Presiden Gibran dilakukan berdasarkan surat resmi dari Sekretaris Jenderal. Ia menegaskan bahwa agenda kunjungan kerja tersebut mencakup berbagai wilayah dan program, namun yang mendapat perhatian publik lebih banyak terkait MBG dan Koperasi Merah Putih.

Ia menilai bahwa delegasi mahasiswa yang dikirim telah sukses menjalankan perannya dengan memberikan pandangan kritis dan masukan berdasarkan perspektif mereka. Hasil resume kritis tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Presiden sebagai bahan masukan.

Sodiq juga meluruskan bahwa redaksi surat undangan tidak merinci seluruh agenda kunjungan kerja. Ia menambahkan bahwa program MBG yang dikunjungi hanya berada di satu wilayah, yakni Ende, sedangkan di lokasi lain agenda tidak terkait MBG.

Gibran Ajak Mahasiswa Kunker

Sebelumnya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk ikut dalam kunjungan kerjanya ke Ende, Gorontalo, dan Papua. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat fungsi pengawasan partisipatif dan menyempurnakan tata kelola program MBG maupun Koperasi Desa Merah Putih.

Gibran menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki pelaksanaan kedua program tersebut dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang aktif menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menilai keterlibatan mahasiswa sangat penting dalam memastikan jalannya program dan memperkuat pengawasan di lapangan.

436SHARES4.9kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan