Safari Politik Jokowi ke 38 Provinsi Mulai Akhir Juni 2026
Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akan melakukan safari politik ke berbagai daerah di Indonesia mulai akhir Juni 2026. Kegiatan ini dimulai dari Provinsi Lampung dan disebut sebagai bagian dari undangan masyarakat serta relawan di daerah. Dalam pernyataannya di kediaman Solo, Jawa Tengah, Senin (25/5/2026), Jokowi menegaskan bahwa kondisinya sudah sehat dan siap menghadiri undangan-undangan yang ada.
“Ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undungan yang ada. Tiap hari lihat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan relawan.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyebutkan bahwa Jokowi dijadwalkan menyambangi 38 provinsi. “Beliau sebagai mantan presiden ya. Presiden ke-7 menyambangi masyarakat. Jadi nanti 38 provinsi itu didatangi,” katanya.
Pengaruh Jokowi terhadap Citra dan Dukungan Publik terhadap PSI
Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) merilis hasil survei nasional bertajuk “Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pandangan Masyarakat”. Survei yang digelar secara daring di 32 provinsi pada 10–17 Juni 2026 terhadap 1.922 responden menemukan bahwa sosok Jokowi memberikan pengaruh signifikan terhadap citra dan tingkat kepercayaan publik terhadap PSI.
Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, menjelaskan bahwa temuan survei tersebut merupakan cermin realitas politik di Indonesia yang masih bertumpu pada kekuatan figur dan berdampak pula terhadap citra partai politik. Terhadap PSI, menurutnya terjadi perpindahan persepsi dari figur kepada partai.
Dari temuan survei, rata-rata 70,2 persen masyarakat menilai bahwa kedekatan PSI dengan Jokowi dapat meningkatkan kesan positif terhadap partai. Dengan rincian penilaian sebanyak 37,7 persen responden menilai dapat meningkatkan, 26,4 persen responden menjawab cukup dapat meningkatkan, dan 6,1 persen responden menilai sangat dapat meningkatkan.
Sementara 15,5 persen responden menjawab tidak dapat meningkatkan, dan 10,5 persen responden menjawab kurang dapat meningkatkan. Lalu sebanyak 3,8 persen responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.
Dukungan Publik terhadap PSI
Survei juga menunjukkan bahwa rata-rata 77,8 persen masyarakat menilai bahwa Jokowi memiliki pengaruh terhadap dukungan masyarakat ke PSI. Dengan rincian sebanyak 35,8 persen menjawab berpengaruh, 30,9 persen responden menjawab cukup berpengaruh, dan 11,1 persen responden menilai sangat berpengaruh.
Sedangkan 16,9 persen responden menjawab kurang berpengaruh, dan 3,5 persen responden menjawab tidak berpengaruh. Sementara 1,8 persen responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.
Menurut Fernando, citra positif itu pada akhirnya akan mengasosiasikan figur tersebut terhadap PSI, tetapi juga atribusi atau identitas lain yang muncul dari pandangan atau penilaian responden. Seperti halnya persepsi publik terhadap figur Jokowi yang dikenal merakyat dan gaya kepemimpinannya yang unik dan khas.
Persepsi Publik terhadap PSI
Dari temuan survei menunjukkan bahwa rata-rata 64,9 persen masyarakat menilai bahwa PSI merupakan partai yang merakyat seperti Jokowi. Dengan rincian penilaian, sebanyak 30,5 persen responden menjawab cukup merakyat, 25,5 persen menjawab merakyat, dan 8,9 persen responden menjawab sangat merakyat.
Lalu sebanyak 21,4 persen responden menyebutkan kurang merakyat, 11,7 persen responden menjawab tidak merakyat dan 2 persen responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.
Terkait variabel kepemimpinan, survei menunjukkan bahwa rata-rata 62,8 persen masyarakat menilai bahwa partai PSI merupakan partai yang mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi. Rinciannya, sebesar 32,3 persen responden menjawab cukup mencerminkan, lalu 24,6 persen responden menyebutkan mencerminkan, dan sebanyak 5,9 persen responden menjawab sangat mencerminkan.
Sedangkan 17,9 persen responden menjawab tidak mencerminkan dan 12,1 persen responden menyebutkan kurang mencerminkan. Dan sebanyak 7,3 persen responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu.
Elektabilitas Partai Politik
Survei Lembaga Poltracking Indonesia elektabilitas partai politik terkini yang dipublikasikan Maret 2026 lalu memperlihatkan elektabilitas PSI masih sekitar 1,2 persen. Posisi teratas masih diperoleh Partai Gerindra 26,1 persen, PDIP 15,4 persen, Golkar 9,0 persen, dan PKB 8,1 persen.
Lembaga survei Nusantara Riset Indonesia merilis hasil survei elektabilitas partai politik pada Mei 2026 lalu memperlihatkan Partai Gerindra 27,25 persen, Golkar 15,67 persen, PDIP 15,17 persen, Partai NasDem 5,92 persen. Sementara PSI 2 persen, PPP 1 persen.
🔥 Postingan Populer
- 7 Fakta Gempa Bumi di Rusia: Dari Kamchatka hingga Ancaman Tsunami
- Indonesia Luncurkan Kampanye Pariwisata Regeneratif: Dorong Lingkungan Pulih, Komunitas Bangkit
- Kunjungan Kerja PT MSM Tiga Matra Satria Bersama Pemda Bali, BPD Bali, dan Dishub Bali: Transformasi Pengelolaan Parkir di Pantai Kuta
- 7 Perusahaan Parkir Terbaik di Indonesia
- MSM Parking: Solusi Terbaik untuk Manajemen Parkir di Indonesia
Artikel ini bermanfaat?
Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.
Donasi Sekarang