Gunung Lemah, Wisata Gunung Aman untuk Anak-anak dan Pemula di Wonosobo

Ringkasan Berita: Wonosobo memiliki satu lagi tempat pendakian gunung, yaitu Gunung Lemah di Kertek. Gunung Lemah dipenuhi oleh pendaki pemula,…
1 Min Read 0 1
Ringkasan Berita:
  • Wonosobo memiliki satu lagi tempat pendakian gunung, yaitu Gunung Lemah di Kertek.
  • Gunung Lemah dipenuhi oleh pendaki pemula, keluarga, serta anak-anak pada masa liburan sekolah seperti ini karena jalur yang dianggap lebih mudah.
  • Terdapat dua jalur pendakian yang tersedia, yaitu melalui jalur batuan atau perkebunan masyarakat.
 

kelolawisata.com |, WONOSOBO –Kondisi Basecamp Gunung Lemah di Dusun Pagerota, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ramai pada akhir pekan ini saat liburan sekolah.

Berada pada ketinggian sekitar 1.640 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan jalur yang cukup datar, Gunung Lemah menjadi tujuan para pendaki pemula dan pengunjung keluarga.

Terlihat dari jumlah sepeda motor dan mobil yang terparkir di sekitar basecamp, pada hari Minggu (21/6/2026).

Beberapa pendaki tampak sedang bersiap untuk memulai perjalanan mereka, sementara yang lain memutuskan untuk beristirahat di area khusus yang disediakan di basecamp.

Banyak pengunjung yang datang bersama anggota keluarga mereka.

Anak-anak terlihat berlari-lari di sekitar pos penjelasan saat orang tua sedang menyiapkan peralatan pendakian.

Pemilik Basecamp Gunung Lemah, Muslih menyampaikan bahwa jumlah pendaki memang meningkat ketika memasuki musim liburan sekolah seperti saat ini.

“Kebanyakan, menjelang liburan sekolah, sudah terlihat ramai dengan kehadiran anak-anak,” ujar Muslih, Minggu.

Sebelum musim liburan, biasanya terjadi peningkatan pengunjung pada akhir pekan.

Ya, pasti kalau biasanya ramainya saatweekend,” ujarnya.

Menurutnya, pada hari biasa, jumlah pendaki yang datang sekitar 30 orang setiap harinya.

“Jika per hari, minimal 30 itu untuk hari Senin-Jumat atau hari kerja,” katanya.

Namun, pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah pendaki dapat mencapai lebih dari 100 orang.

“Jika musim liburan sekolah, semakin ramai lagi. Ini baru saja memulai liburan anak-anak sekolah,” kata Muslih.

Di Kabupaten Wonosobo, pendakian biasanya dikaitkan dengan gunung-gunung besar seperti Sindoro, Sumbing, Prau, atau Kembang yang memiliki jalur yang cukup sulit.

Gunung Lemah menjadi pilihan bagi warga yang ingin menikmati suasana pegunungan melalui jalur yang lebih mudah.

Baru-baru ini, Gunung Lemah menjadi viral dan banyak dibicarakan di media sosial.

Banyak pengunjung tertarik mencoba mendaki karena jalur yang cocok untuk pemula tetapi masih menawarkan pemandangan yang menarik.

Lewati Situs Surodilogo hingga pemandangan 4 gunung

Selain menjadi tujuan pendakian bagi keluarga, Gunung Lemah memiliki nilai sejarah yang mulai dikenalkan kepada pengunjung, termasuk anak-anak yang berkunjung saat liburan sekolah.

Di area jalur pendakian terdapat situs Surodilogo yang berkaitan dengan kisah Joko Suro, tokoh yang dianggap sebagai bagian dari sejarah perjuangan di daerah tersebut.

Keberadaan website ini menjadikan Gunung Lemah bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran alam dan sejarah bagi siswa yang datang bersama keluarga atau rombongan sekolah.

Pengunjung bisa memahami kisah-kisah lokal yang masih dipercaya oleh masyarakat, serta melihat langsung sumber air Sendang Surodilogo yang hingga saat ini tetap dijaga dan digunakan dalam berbagai kegiatan oleh penduduk setempat.

Dari puncak Gunung Lemah, para pendaki bisa menikmati pemandangan Gunung Kembang, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing secara bersamaan. Pada saat cuaca cerah, Gunung Merapi tampak terlihat dari kejauhan.

“Ada Gunung Kembang, Sindoro, dan Sumbing. Jika cuaca cerah, Gunung Merapi terlihat,” ujar Muslih.

Dua Jalur Pendakian

Selain pemandangan alam, Gunung Lemah menyediakan dua jalur pendakian yang dapat dipilih oleh pengunjung.

Jalur pertama melintasi daerah pegunungan yang berbatu dengan permukaan yang kasar dan hutan alami.

Sementara jalur kedua melintasi kawasan perkebunan dan lahan pertanian milik penduduk.

Jalur yang relatif aman dan cukup datar membuat Gunung Lemah dianggap cocok untuk anak-anak.

“Anak kecil bisa naik dengan mudah, jalannya aman, cukup datar. Terdapat tiga pos,” ujar Muslih.

Lila, murid kelas 3 SD dari Temanggung, adalah salah satu pendaki kecil yang terlihat mencapai puncak Gunung Lemah.

Meski masih muda, Lila terlihat penuh semangat mengikuti perjalanan menuju puncak bersama ibunya.

Ia mengakui bahagia dapat mendaki Gunung Lemah karena suasana yang menyenangkan dan jalur yang tidak terlalu berat.

Ya, datang bersama ibu, menyenangkan.

“Sebelumnya pernah melakukan pendakian bersama ibu, sekarang mencoba Gunung Lemah,” katanya.

Bagi para pendaki yang ingin menginap di puncak, pengelola menyediakan beberapa area tempat berkemah.

Namun, kemampuan area perkemahan di puncak masih terbatas.

“Jika di puncak, paling banyak membuat lima atau sepuluh tenda,” kata Muslih.

Selain di puncak, terdapat area perkemahan yang lebih luas di kawasan longsoran batu serta pos 3 pada jalur gunung batu.

Untuk mendukung kegiatan pendakian, Basecamp Gunung Lemah beroperasi 24 jam penuh, sehingga mempermudah para pendaki yang tiba di malam atau pagi hari.

Muslih menyampaikan, Gunung Lemah tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan domestik.

Beberapa turis asing pernah mencoba mendaki gunung yang jalurnya baru diresmikan pada awal tahun 2026.

“Wisatawan asal Jerman dan Singapura pernah berkunjung serta menikmati pendakian di Gunung Lemah,” tambahnya.

Gunung Lemah kini mulai menjadi salah satu tujuan pendakian alternatif yang digemari masyarakat pada masa liburan sekolah.(*)

832SHARES3.7kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia