Sabtu, 12 September 2026Indonesia
Kompasia
news

Menjelang Muktamar PBNU, Cak Imin Tegaskan NU Bukan Arena Politik

Oleh Pimpinan Redaksi Β· Juni 21, 2026 Β· 3 menit baca Penulis Terverifikasi
βœ“ Penulis Verified

Peran NU dalam Harmoni dan Persatuan

Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kembali menyampaikan pernyataannya terkait dinamika yang terjadi di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 yang rencananya akan digelar pada Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa NU adalah organisasi yang mengedepankan harmoni dan persatuan, bukan arena kompetisi politik.

β€œNU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu,” tulis Cak Imin melalui unggahan di akun X pribadinya. Ia memperingatkan agar semua elemen NU tidak membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.

β€œYang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya menjaga keutuhan dan kesatuan dalam tubuh NU, terlepas dari perbedaan pandangan atau kepentingan.

Rais Aam PBNU Dorong Pelaksanaan Muktamar

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, mendorong agar Muktamar ke-35 PBNU digelar pada 1 hingga 5 Agustus 2026. Dorongan percepatan pelaksanaan muktamar tersebut muncul setelah sejumlah kiai sepuh jajaran Syuriyah PBNU melakukan kunjungan ke kediaman KH Miftachul Akhyar di Surabaya.

Beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Aniq Muhammadun, KH Sadid Jauhari, KH Muhibbul Aman Aly, KH Tonthowi Jauhari Musaddad, serta KH Imam Buchori. Pertemuan ini bertujuan untuk menjaga soliditas organisasi dan memastikan muktamar berjalan lancar serta membawa manfaat bagi warga NU.

Katib PBNU, KH Ahmad Tajul Mafakhir, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari musyawarah para kiai sepuh untuk menjaga soliditas organisasi serta memastikan muktamar berjalan lancar dan membawa kemaslahatan bagi warga NU. Selain itu, Rais Aam juga disebut telah memanggil Ketua Umum PBNU ke kantor PBNU untuk membahas kesiapan teknis pelaksanaan muktamar. Dalam arahannya, seluruh kebutuhan teknis diminta segera diselesaikan agar agenda besar organisasi tidak mengalami hambatan.

β€œRais Aam PBNU meminta agar persiapan teknis segera dituntaskan, sehingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tidak mengalami hambatan,” kata Tajul dalam keterangan tertulis.

Agenda Muktamar: Memilih Ketua Umum PBNU

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjelaskan bahwa salah satu agenda utama dalam Muktamar ke-35 PBNU adalah pemilihan Ketua Umum PBNU. Peserta Muktamar ke-35 PBNU telah tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) PBNU. Oleh karena itu, dia berharap tidak ada pihak lain yang mengganggu proses menuju Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026.

“Diharapkan bisa berlangsung pada bulan Agustus yang akan datang dan diawali penyelenggaraan Munas dan Konbes. Nah, ini terus kita lakukan dan insyaAllah semuanya bisa berjalan lancar dan kita mohon dukungan dari Pengurus Wilayah maupun Pengurus Cabang untuk semuanya berfokus dan menyiapkan diri mengikuti Muktamar tersebut,” ujar Gus Ipul di Jakarta.

Gus Ipul Menegaskan Tidak Maju sebagai Ketua Umum PBNU

Gus Ipul menyatakan bahwa dirinya tidak akan maju dalam pencalonan Ketua Umum PBNU. Ia mengaku masih ada yang lebih baik darinya. Meski demikian, ia mempersilakan siapa saja yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Bahkan, ia juga mengaku tidak masalah apabila Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mendaftar kembali.

β€œOh semua (boleh daftar) ketua umum berpotensi ada (mendaftar lagi), yang lain-lain juga kan (boleh daftar),” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan sikap terbuka dan profesional dari Gus Ipul terhadap proses pemilihan ketua umum PBNU.

Kata Kunci Terkait

Disclaimer & Kebijakan Redaksi

Kompasia.com (KPA News) berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, dengan mengutamakan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan independensi redaksi.

Independensi: Kompasia.com dan PT Komunikasi Publik Asia merupakan entitas independen dan tidak berafiliasi dengan Kompas, Kompasiana, KG Media, maupun Kompas Gramedia Group. Nama β€œKompasia” digunakan sebagai identitas yang berasal dari Komunikasi Publik Asia.

Transparansi Konten: Konten pihak ketiga atau komersial dibedakan dari produk jurnalistik redaksi melalui label seperti Press Release, Advertorial, Sponsored, Opini, atau Kontributor.

Hak Jawab & Koreksi: Permohonan koreksi atau Hak Jawab dapat disampaikan ke redaksi@kompasia.com dengan menyertakan tautan artikel dan data pendukung.

Tautan eksternal dapat mengarah ke situs pihak ketiga. Kompasia.com tidak bertanggung jawab atas konten atau kebijakan situs eksternal tersebut.

πŸ’¬ Komentar

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

DUKUNG PENULIS VERIFIED

β˜• Traktir Kopi

Pimpinan Redaksi telah mempublikasikan 1,480 artikel. Berikan Kopi sebagai apresiasi.

Tentang Penulis

Pimpinan Redaksi

Menulis membaca dan membagikan

Lihat profil & artikel penulis
Kompasia Dikelola oleh Komunikasi Publik Asia