Harga BBM Jumat 26 Juni 2026 di Seluruh SPBU, Perbedaan Terbaru Pertamax dan Dexlite

Ringkasan Berita: Selama bulan Juni 2026, diketahui bahwa Pertamina telah dua kali melakukan penyesuaian harga beberapa produk BBM. Perusahaan Pertamina…
1 Min Read 0 1
Ringkasan Berita:
  • Selama bulan Juni 2026, diketahui bahwa Pertamina telah dua kali melakukan penyesuaian harga beberapa produk BBM.
  • Perusahaan Pertamina (Persero) secara berkala melakukan penyesuaian terhadap harga bahan bakar minyak, baik untuk produk yang mendapat subsidi maupun yang tidak, sesuai dengan berbagai kondisi yang mempengaruhi pasar energi.
  • Pembaruan terkini diumumkan pada 10 Juni 2026 dan meliputi dua jenis bahan bakar, yaitu Pertamax serta Pertamax Green
 

KPA NEWS –Masyarakat perlu mengetahui daftar harga bahan bakar minyak (BBM) terkini yang berlaku di Indonesia pada hari Jumat, 26 Juni 2026 bagi yang ingin mengisi bahan bakar kendaraan mereka.

Selama bulan Juni 2026, diketahui bahwa Pertamina telah melakukan dua kali penyesuaian harga terhadap berbagai jenis produk BBM.

Perusahaan Pertamina (Persero) secara berkala melakukan penyesuaian terhadap harga bahan bakar minyak, baik untuk produk yang mendapat subsidi maupun yang tidak, sesuai dengan berbagai kondisi yang mempengaruhi pasar energi.

Pembaruan terkini diumumkan pada 10 Juni 2026 dan meliputi dua jenis bahan bakar, yaitu Pertamax serta Pertamax Green.

Sebelumnya, penyesuaian harga juga dilakukan pada 1 Juni 2026 terhadap tiga jenis BBM non subsidi.

Di sisi lain, harga bahan bakar minyak bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar hingga saat ini masih tetap tidak berubah.

Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Hijau

Berdasarkan data resmi dari Pertamina, harga Pertamax mengalami kenaikan yang cukup besar, mulai dari Rp12.300 per liter hingga mencapai Rp16.250 per liter.

Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter.

Peningkatan juga terjadi pada Pertamax Green yang kini dijual dengan harga Rp17.000 per liter.

Sebelumnya, produk tersebut dijual dengan harga Rp12.900 per liter, sehingga terjadi kenaikan sebesar Rp4.100 per liter.

Pada penyesuaian harga yang dilakukan pada awal bulan Juni, perubahan tarif juga terjadi pada beberapa jenis bahan bakar minyak lainnya dengan besaran yang berbeda di setiap daerah.

Misalnya di wilayah Jawa Barat, harga Pertamax meningkat sebesar Rp3.950, sehingga posisinya berubah dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Pada saat yang bersamaan, harga Pertamax Green juga mengalami kenaikan sebesar Rp4.100, naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sebelum kebijakan tersebut diumumkan, tepatnya pada 1 Juni 2026, Pertamina telah melakukan penyesuaian lebih dini terhadap Pertamax Turbo, dari Rp19.900 menjadi Rp20.750 per liter.

Meskipun demikian, diskon harga justru terjadi pada produk diesel di awal bulan. Harga Pertamina Dex (Pertadex) tercatat turun dari Rp27.900 menjadi Rp24.800, sedangkan Dexlite juga mengalami penurunan dari Rp26.000 ke Rp23.000 per liter.

Berikut ini adalah harga terbaru bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina yang berlaku pada hari Jumat (26/6/2026), di seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan informasi dari situs pertaminapatraniaga.com:

1. Provinsi Aceh

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

2. Zona Perdagangan Bebas (ZPB) Sabang

Pertamax: Rp15.250

Dexlite: Rp21.550

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

3. Provinsi Sumatera Utara

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp 23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

4. Provinsi Sumatera Barat

Pertamax: Rp17.000

Pertamax Turbo: Rp21.650

Pertamina Dex: Rp25.900

Dexlite: Rp24.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

5. Provinsi Riau

Pertamax: Rp17.000

Pertamax Turbo: Rp21.650

Pertamina Dex: Rp25.900

Dexlite: Rp24.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

6. Provinsi Kepulauan Riau

Pertamax: Rp17.000

Pertamax Turbo: Rp21.650

Pertamina Dex: Rp25.900

Dexlite: Rp24.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

7. Zona Perdagangan Bebas (ZPB) Batam

Pertamax: Rp15.400

Pertamax Turbo: Rp19.700

Pertamina Dex: Rp23.350

Dexlite: Rp21.850

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

8. Provinsi Jambi

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp 23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

9. Provinsi Bengkulu

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp 23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

10. Provinsi Sumatera Selatan

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp 23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

11. Provinsi Bangka Belitung

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp 23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

12. Provinsi Lampung

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp 23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

13. Provinsi DKI Jakarta

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamax Green: Rp17.000

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

14. Provinsi Banten

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamax Green: Rp17.000

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

15. Provinsi Jawa Barat

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamax Green: Rp17.000

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

16. Provinsi Jawa Tengah

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamax Green: Rp17.000

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

17. Provinsi DI Yogyakarta

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamax Green: Rp17.000

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

18. Provinsi Jawa Timur

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamax Green: Rp17.000

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

19. Provinsi Bali

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

20. Wilayah Nusa Tenggara Barat

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

21. Wilayah Nusa Tenggara Timur

Pertamax: Rp16.250

Pertamax Turbo: Rp20.750

Pertamina Dex: Rp24.800

Dexlite: Rp23.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

22. Provinsi Kalimantan Barat

Pertamax: Rp16.550

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

23. Provinsi Kalimantan Tengah

Pertamax: Rp16.550

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

24. Provinsi Kalimantan Selatan

Pertamax: Rp16.900

Pertamax Turbo: Rp21.650

Pertamina Dex: Rp25.900

Dexlite: Rp24.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

25. Provinsi Kalimantan Timur

Pertamax: Rp16.550

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

26. Provinsi Kalimantan Utara

Pertamax: Rp16.900

Pertamax Turbo: Rp21.650

Pertamina Dex: Rp25.900

Dexlite: Rp24.000

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

27. Provinsi Sulawesi Utara

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

28. Provinsi Gorontalo

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

29. Provinsi Sulawesi Tengah

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

30. Provinsi Sulawesi Tenggara

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

31. Provinsi Sulawesi Selatan

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

32. Provinsi Sulawesi Barat

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

33. Provinsi Maluku

Pertamax: Rp16.650

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

34. Provinsi Maluku Utara

Pertamax: Rp16.650

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

35. Provinsi Papua

Pertamax: Rp16.650

Pertamax Turbo: Rp21.200

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

36. Provinsi Papua Barat

Pertamax: Rp16.650

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

37. Provinsi Papua Selatan

Pertamax: Rp16.650

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

38. Provinsi Papua Pegunungan

Pertamax: Rp16.650

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

39. Provinsi Papua Tengah

Pertamax: Rp16.650

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

40. Wilayah Papua Barat

Pertamax: Rp16.650

Pertamina Dex: Rp25.350

Dexlite: Rp23.500

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

Penjelasan Pertamina

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan beberapa faktor internal dan peraturan yang menjadi dasar dari keputusan penyesuaian tarif tersebut.

Roberth mengatakan bahwa proses evaluasi berkala yang dilakukan oleh Pertamina sangat memperhatikan perubahan harga minyak mentah global serta variasi harga pasar ekonomi saat ini.

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi dilakukan untuk mempertahankan keseimbangan antara kelangsungan usaha, kualitas pelayanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses peninjauan sesuai dengan formula harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Harga jual tersebut ditentukan dengan tetap bekerja sama dengan pemerintah sebagai regulator, dan merupakan bagian dari upaya menjaga kelangsungan penyediaan energi serta distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat agar terus berjalan secara optimal,” kata Roberth dalam pernyataannya, Rabu (10/6/2026), dikutip dari Kompas.com.

Robert juga menekankan bahwa persediaan komoditas Pertamax seri telah dipastikan tersedia dan didistribusikan di seluruh jaringan SPBU.

“Kami memastikan ketersediaan Pertamax dan Pertamax Green tetap terjaga serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” tambahnya.

(TribunJabar.id/Tribunnews.com/Kompas.com/KPA NEWS -)

872SHARES2.2kVIEWS

Artikel ini bermanfaat?

Dukung tim penulis dan program penggalangan dana Opini Kompasia.

Donasi Sekarang

Kata Kunci Terkait

Redaksi Kompasia